Rabu, Desember 31, 2008

Welcome 2009, good bye 2008


Ahlan wa sahlan 2009. ahlan wa sahlan 1930H (yang hijriyahnya agak telat). gak pa pa, daripada enggak sama sekali? hihiihihi....

Sekarang aku lagi di masjid Taqwa Wonogiri. masih jam 18.36. tapi suara terompet sudah terdengar sejak tadi. rame, keliaannya nih alun alaun depan masjid bakalan rame malam ini. kata orang sih sudah biasa, seperti tahun tahun sebelumnya, malam tahun baru selalu rame. mereka seneng seneng gitu.. merayakan kali ya?

Haduh.. anak sekarang memang aneh?! jatah hidup berkurang malah senang senang. "kita ini hidup di dunia paling paling nggak sampai 150 tahun lho!" kata ust.Hanifullah syukri. dan ada diantara kita yang akan menghabiskan malam tahun baru ini dengan bersenang senang?? padahal ada saudara kita yang lagi dalam keadaan perang! saudara kita di palestina. dan mereka masih dengan wajah innocentnya meniup terompet merayakan pergantian tahun??!

Sebenarnya apa sih istimewanya pergantian tahun? hanya tahun di kalender bertambah satu! ngapai harus dirayakan segala? nggak ber-faidah! ada nggak ya yang acara malam tahun baru ini dipake buat galang dana membantu saudara kita di palestina? wah, kalau ada keren... dan semoga ada! karena dunia ini luas...

kok saya baru kepikiran untuk galang dana setelah jam segini ya? waduh... tapi alhamdulillah tadi di ilkomp sudah. ya walaupun sedikit. paling tidak kita peduli dengan saudara kita di palestina. dan jangan lupa doa buat saudara saudara kita di palestina!

Memang, manusia itu aneh. peringatan sudah datang. tapi masih... aja nggak ndujur! di tahun baru ini juga ada banyak kemusyrikan lho!! jadi ati ati! biasanya, kalau tahun baru seperti ini di TV banyak ramalan ramalan kejadian tahun depan. hati hati... walau anda tidak percaya pada ramalan tersebut, lantas masih tetap menonton untuk alasan Have Fun!! keliatannya dulu pernah saya sampaikan, entah disini apa diMading SKI (Maskifa) saya lupa. jika hanya untuk alasan have fun, alasan itu sangat tidak sebanding dengan akibat yang ditimbulkan. karena bisa jadi dengan menonton tayangan seperti itu, alam bawah sadar anda mendiktekan kepada pikiran dan perasaan anda sehingga ada sedikit rasa percaya pada ramalan tersebut. Ora ora akhire iyo... itu kata saya. pernah denger kan sebuah riwayat yang intinya "tidak diterima sholat orang yang percaya pada dukun/tukang ramala selama 40 hari"? tapi nggak tau juga haditsnya shoheh pa nggak. ya paling enggak kita udah menyiapkan tindakan preventif biar nggak terjerumus. dan percaya atau tidak.. anda akan tetap percaya bahwa kematian itu akan selalu ada di dunia... (gak maksud :-D)

ya sudah. saya sudah mengingatkan lho ya...
ya Allah, saksikanlah...

selamat datang 2009, selamat tinggal 2008..
Allahuakbar!!




HPku Ilang


Sudah beberapa hari ini nomorku yang As +6285229576117 dibawa orang :-(( alias ilang dibawa orang!

kelihatannya jatuh pas dari HIK menuju kampus. trus diambil orang. lah pertamanya ane telpun nyambung. nah, pas telpon yang kedua juga' nyambung bunyi tuut... tuut... dua kali terus nomor yang anda tuju, sedang sibuk. silakan co@#$%^& halagh!! ngalamat ini.. jelas udah dipegang orang. malah yang nemu nggak mau ngembaliin sisan! saya sms, saya telpun nggak pernah diangkat, nggak pernah dibales. Ya Allah... Ampunilah hambamu yang nggak mau balikin barang yang bukan miliknya itu...

Sebenernya ilangnya udah hari rabu seminggu yang lalu, malam kajian akbar ski fmipa uns. tapi kok hati ini jadi mangkel ya? makanya, ane tulis... semoga Allah mengampuni saya yang lagi mangkel hatinya...


Selasa, Desember 30, 2008

Mengingatkan

Assalamu'alaykum saudaraku. mengingatkan antum semua, juga saya sendiri khususnya. agar senantiasa berdo'a untuk saudara saudara kita dipalestina yang kini sedang mengalami agresi militer israel. semoga kita tidak hanya demo mengecam aksi israel yang mengagresi palestina di jalur gaza. tetapi juga mendo'akannya juga. syukur syukur bisa membantu.

andai saja saya adalah anak dari seorang ibu yang rindu anaknya syahid. seperti salah seorang ibu dijaman rosulullah, yang memerintahkan anaknya untuk berjihad dengan mendandani keempat anaknya dengan kain kafan. dan berpesan agar tidak kembali dalam keadaan syahid...




Arti Sebuah langkah.


Assalamu’alaykum. Saudaraku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang telah memperkenankan anda untuk membaca tulisan ini. Maha suci Allah yang melangkahkan kaki anda sehingga anda sampai di depan layar monitor ini dan membaca artikel ringan ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad rosulullah saw, keluarganya, sahabat sahabatnya, dan para pengikutnya yang selalu istiqomah dijalan yang lurus ini, yaitu dienul islam ini.


Alhamdullillah... Saudaraku, apa sih arti dari sebuah langkah yang anda langkahkan hari ini? Langkah, yang berarti langkah kaki, juga berarti langkah tindakan. Dan kedua duanya mirip, hamper sama malah.


Saudaraku, setapak langkah kita sangat berarti. Ketika anda ke kampus, anda pasti anda akan melangkahkan kaki anda. Afwan bagi yang cacat, tidak bermaksud menyinggung. Saya hanya ingin mengingatkan teman teman yang masih normal akan nikmat dari sebuah langkah. Sebuah langkah, atau setapak langkah anda amatlah berarti pada masa depan anda. Misalnya, ketika anda akan pergi ke suatu tempat. Yang membutuhkan lebih dari 3 langkah. Apa jadinya jika anda berhenti pada langkah ke 3? Atau dengan kata lain anda men-Del langkah ke 3. Adakah anda sampai pada tujuan anda? Sekali kali TIDAK!! Karena jika anda berhenti pada langkah ke 3. Dengan otomatis tidak ada langkah ke 4, 5, 6 dan seterusnya yang langkah langkah tersebut akan mengantarkan anda ke tampat tujuan anda. Dan Saya katakan anda tidak akan pernah sampai pada tujuan! Karena anda berhenti. Ya mungkin ada factor x yang membuat anda sampai pada tujuan anda tanpa anda melangkahkan kaki anda setelah langkah ke tiga. Misalnya ada teman anda yang menggendong anda sampai tujuan anda. STOP! Saya tidak sedang berbicara bantuan orang lain. Saya sdang membicarakan apa yang dapat anda dan kita lakukan. Jadi itulah realitanya. Anda tidak akan pernah sampai pada tujuan anda jika anda tidak melakukan satu langkah saja dari rangkaian langkah yang semestinya anda lakukan yang akan membawa anda pada tujuan.

Lebih lucu lagi bagi orang yang tidak pernah melangkah. Apakah dia akan sampai pada tujuannya? TIDAK!! Sama sekali TIDAK! Hanya diam ditempat saja. Seperti yang disampaikan ustadz Salim pas Kajian Akbar kemarin. Sangat bodoh orang yang mengikuti lomba lari, sudah mendaftar, sudah ada di track lari, tapi malah tidak berlari. Dan ketika ditanya "kenapa anda tidak berlari?" dia menjawab "ngapain harus lari? Toh nanti finishnya juga disini?". Bodoh sekali. Dia tidak akan pernah mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Karena tidak melakukan usaha sama sekali.


Saudaraku, itulah yang semestinya kita perhatikan. Langkah langkah kita. Langkah kehidupan kita untuk mencapai cita. Langkah kita dalam jalan dakwah ini. Sudahkan kita benar benar melangkah dengan sebenar benar langkah? Mulailah melangkah, atau jika anda sudah melangkah, jangan pernah berhenti melangkah sebelum anda mencapai tujuan anda! Jangan sampai langkah langkah yang sudah anda lakukan menjadi sia sia karena anda bosan melangkah! Sayang, eman-eman… kesempatan masih ada. Kereta dakwah masih melaju, dan akan terus melaju dengan atau tanpa anda. Karena itu, langkahkan kaki anda di jalan dakwah ini, hanya karena mengharap ridho illahi…

Langkahkah kaki anda, dan biarlah Allah yang menjadikan anda sampai pada apapun tujuan anda…

ALLAHUAKBAR!!!

Arief Adi Nugroho
Surakarta, 30 Desember 2008

Minggu, Desember 28, 2008

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit


Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit! sebuah ungkapan yang tak lagi asing di telinga kita. dulu di SD sering sekali diajari pepatah itu.

dulu, masih saya ingat bahwa orang tua saya sering membelikan celengan(tempat menabung uang terbuat dari tanah liat). mereka menanamkan benar benar arti menghemat kepada saya. hemat uang, hemat listrik, hemat air walaupun sebenarnya semua ada dan tersedia secara melimpah. ~kalau uang pas pasan ding... :-)~

pepatah sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit sering diidentikkan dengan menabung. bagaimana mengumpulkan rupiah demi rupiah hingga akhirnya terkumpul menjadi banyak(seperti bukit). tetapi belakangan ternyata pepatah ini tidak sak klek seperti itu.

dalam perspektif lain, "jika kita melakukan kebaikan, dalam tindakan tindakan kecil kita. maka itu akan merefleksikan kebasaran jiwa kita!".
ini yang kemarin saya baca dari sebuah buku kumpulan cerita motivasi. bisa antum dowloads bukunya disini

saya kira perspektif ini lebih tepat dipakai oleh seorang mahasiswa dibanding yang pertama.

"jika kita melakukan kebaikan, dalam tindakan tindakan kecil kita. maka itu akan merefleksikan kebasaran jiwa kita!"
ya, begitulah... contohnya saja apabila kita senantiasa bersikap baik dan manis kepada seseorang, tentu orang akan menyukai kita. ini sebuah hukum alam. misalnya ketika kita bertemu seseorang kita tersenyum, menyapa, menjabat tangannya dengan hangat dan menanyakan kabarnya dengan penuh perhatian. maka kebasaran jiwalah yang akan terpancar dari diri kita. orang akan lebih melihat ke dalam jiwa kita prenz...

untuk uswah, tentu saja rosulullah jagonya. menebar salam terlebih dahulu ketika bertemu dengan seseorang. tersenyum kepada orang yang beliau temui. menjenguk orang yang sakit (sekalipun musuhnya). anda masih ingat kisah rosulullah dengan seorang yahudi yang selalu meludahi rosulullah, lalu ketika si yahudi jatuh sakit. rosulullahlah yang pertama kali menjenguk si yahudi? sugguh indah apa yang dilakukan rosulullah... jika demikian, saya sudah tidak dapat menggambarkan apa apa lagi. buruan baca sirah rosulullah saw! banyak tindakan tindakan ringan beliau yang mencerminkan kebesaran jiwa beliau. karena semua tindakan dan perkataan rasulullah bukan dari hawa nafsu. melainkan dari Allah!

mo jadi muslim yang tangguh? contohlah beliau...!!!

Wallahu'alam bisshowab..

Selasa, Desember 23, 2008

Pemimpin ideal = GANTENG, TAMPAN, KOCAK & IMUT


Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[1195]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.(As-sajdah:24)

Pemimpin adalah sebuah amanah yang berat. Bahkan sangat berat. Manusia digariskan untuk menjadi khalifah fil ardh. Pemimpin di muka bumi ini. Yang mengelola bumi ini. Yang menegakkan kalimah Illahi. Tapi tidak semua orang sadah bahwa dirinya adalah pemimpin! Minimal memimpin dirinya sendiri. Memimpin dirinya menuju jalan yang diridhoi, bukan jalan orang orang yang dimurkai dan bukan jalan orang orang yang sesat.

Setiap lelaki pasti akan menjadi pemimpin. Selain memimpin diri sendiri pasti juga akan memimpin keluarga. Akan menjadi kepala keluarga. Baik diminta ataupun tidak. Karena itu hendaknya kita mengetahiu bagimana sebaiknya sikap seorang pemimpin yang baik. Sehingga dapat berusaha menjadi lebih baik. Baik untuk memimpin diri sendiri maupun orang lain dalam masyarakat ataupun lembaga. Sungguh sangat disayangkan seseorang yang tidak mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin. Padahal sedah mengetahui bahwa dia akan menjadi seperti seorang pemimpin. Seperti kata pepatah “Barang siapa naik panggung tanpa persiapan, maka ia akan turun tanpa penghormatan!”. Jika penghormatan di depan manusia saya rasa tidak perlu, bagaimana jika didepan Allah AwJ? Silakan dipikir sendiri…

Lantas Apa yang diperlukan menjadi seorang pemimpin? Dulu, ketika saya belum memasuki medan dakwah ini (cie…) masih ammah. Saya sering mendengar beberapa akhwat berbicara mengenai ikhwan. (Saya tidak membedakan istilah “akhwat = paham agama” dan “cewek=tidak” lho ya. Karena menurut bahasa ya ikhwan ya cowok. Sedangkan akhwat ya cewek. Saya sekarang ini lebih suka menggunakan istilah ikhwan dan akhwat.) mereka biasanya memandang ikhwan itu lebih dari sifatnya. Bukan dari fisiknya. Tapi ada juga idaman akhwat berdasarkan fisiknya. Normally… akhwat lebih suka ikhwan yang GANTENG, TAMPAN, KOCAK & IMUT. Mereka lebih suka dipimpin oleh orang yang memiliki sifat tersebut. Mungkin tidak ada korelasinya. Tapi ada menurut saya! Jadi, pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang GANTENG, TAMPAN & IMUT.


Tidak perlu khawatir bila belum memiliki semua. Tapi paling tidak secara dhohir dapet(seperti saya hehe… keliatan di cermin kok karena cermin tak pernah berdusta :-P). bias diusahakan. Saya sendiri juga belum dapet semuanya. Masih mengusahakan. Semua masih dalam roadmap. Semoga Allah mengampuni Astaghfirullah…


Seperti yang saya katakana tadi “PEMIMPIN IDEAL = GANTENG, TAMPAN,KOCAK & IMUT”. Berikut penjabarannya… (menurut saya lho…~Gantengnya ngambil di dudung.net :-P~)


GANTENG

Gesit dalam Dakwah.
Seorang Pemimpin yang hebat harus gesit dalam dakwah. Memiliki kesiapan untuk berdakwah dalam berbagai kesempatan. Bukan hanya mengisi dalam sebuah acara. Tapi dakwah dalam setiap kesempatan! bahkan tingkah lakunyapun sebenarnya adalah perwujudan dari dakwahnya.


Aktif
Aktif dalam setiap pergerakan dakwah. Bias dikatakan dimana ada kegiatan tentang DAKWAH! Dia ada disana. Ada yang bilang ahlus syuro’ wa ddauroh. Pokoke, dia ada diamana dakwah ada. Hiya…


No Reason dalam menolong
Seorang pemimpin yang baik tidak akan memilih milih alas an untuk menolong sesame. Apalagi sesame muslim. Apakah dia ammah atau sudah faham tentang agama, jika ada yang memiliki masalah pasti akan membantu ~kalau bisa membantu :-)~. Karena dia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.


Tanggap
Pemimpin yang baik, memiliki sifat TANGGAP menengai apa apa yang ada di sekitarnya. Tanggap dengan isu isu yang ada. Tanggap dengan kondisi staffnya. Tanggap bila ada yang membutuhkannya. Dan tanggap terhadap rangsang yang mengenainya baik rangsang yang buruk maupun rangsang yang baik, dan selalu dapat ,menanggapinya dengan positif…


Empati
Setiap pemimpin hendaknya memiliki rasa empati terhadap orang orang yang dipimpinnya. Merasa bahwa ia ikut merasakan apa yang dirasakan orang orang yang dipimpinnya.


Nahkoda yang handal
Seorang pemimpin adalah Nahkoda yang handal. Pemegang kemudi mengarungi bahtera dakwah yang selalu menghadapi ombak besar yang tidak mudah. Pemimpin mengetahui nafigasi secara pasti. Akan dibawa kemana perahu dakwah ini. Bukan sedikit sedikit,” wah, gimana ya? Saya Tidak tahu.. eng… mungkin terserah anta saja akhi…” tapi pemimpin paling tidak mempunyai arahan kepada anak buahnya!


Gentle
Seorang Pemimpin baiknya tidak kemar klemer… alias terlalu lembek dan lemah lembut. Idealnya pemimpin itu memiliki karakter gentle! Gentle dalam memutuskan. Gentle dalam mengakiu kesalahannya. Tapi bukan sikap mau menang sendiri…


TAMPAN

Taqwa
Hendaknya pilihlah seorang pemimpin yang paling bertaqwa diantara kalian. Karena orang yang bertaqwa adalah orang yang memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah AwJ. Pemimpin yang hebat akan sentiasa menjadikan Taqwa sebagai Senjatanya. Dan Iman sebagai Baju zirahnya. Tanpa iman dan Taqwa, Pemimpin hanyalah bullshit! Walau mempunyai semua criteria yang telah saya sebutkan.
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali….(Al-Imran:28)


Atensi
Pemimpin yang baik seyogyanya memiliki atensi terhadap persoalan anak buahnya. Dengan atensi yang baik seorang pemimpin dapat memberikan masukan saran dan arahan sesuai dengan kondisi bawahannya. Sehingga tidak ada miss komunikasi disana.
Juga Atensi ketika berada dalam forum maupun kondisi sekitar yang kiranya merupakan lahan dakwah bagi dirinya.
Jika seorang pemimpin tidak memiliki atensi bias jadi sang jundi menjadi malas karena merasa dirinya dan pekerjaannya tidak diperhatikan. Dan kalau sudah begini, akan sulit membangun keperjayaan jundi kepada kiyadah (hehe sekali kali pakai istilah jundi wa qiyadah biar keren ^_^)


Mapan
Pemimpin yang baik harusnya MAPAN! Mapan denga amal yauminya. Tertib sholat malamnya, baik tilawahnya dan mapan dalam keistiqomahan dakwahnya! Kalau bias juga mapan secara financial karena jika sang qiyadah mapan secara financial. Paling tidak dapat memberi nilai lebih, missal nalangi dulu kalau dana belum ada :-)(maunya…)


Penyabar
Sabar adalah syarat mutlak bagi qiyadah. Tidak sedikit sedikit marah dan menyalahkan bawahannya! Tapi sabar! Sabar bila terkena musibah, sabar bila staff nglokro dan berbuat salah. Sabar bila mendapat rizki yang berlimpah, dan juga sabar walau narus nomboki dana kegiatan yang kurang .. hehehe…


Amanah
Seorang qiyadah juga harus memiliki sifat amanah. Melakukan apa yang diamanahkan kepadanya. Selalu mengerjakan segala sesuatu dengan cermat, sesuai dengan apa yang diamanahkan kepadanya. Pokoknya apa yang diamahkan kepadanya bias cepet clear… gitu… ini berkaitan erat dengan point selanjutnya.

Natty=Rapi
Seorang qiyadah harusnya Natty alias RAPI!! Rapi dalam penampilan juga rapi dalam urusannya. Aneh jika seorang qiyadah memiliki penampilan yang amburadul, akan dikemanakan wajah Dakwah yang selama inin dia pengang kalau orang melihatnya saja malas melihatnya karena penampilannya yang amburadul??
Juga rapi dalam urusan. Qiyadah yang baik akan menyelesaikan urusannya dengan rapi dan tidak menyia nyiakan waktu. Selalu On Time dalam menyelesaikan urusannya.

KOCAK

Kreatif
Pemimpin yang kreatif tentu akan dapat memberikan warna yang cerah bagi pergerakan dakwah. Karena kekreatifannya yang dapat mengolah sumberdaya yang ada menjadi sebuah komoditi dakwah yang luar biasa. Kreatif dalam menarik simpati walau tanpa tebar pesona, karena walaupun tanpa tebar pesona. Pesonanya sudah sangat terasa dengan kekreatifannya itu


Optimistis
Qiyadah hendaknya Optimistis! Bukan pesimis! Optimis bahwa jalan dakwah yang diusungnya akan selalu berhasil! Paling tidak akan membuahkan hasil. Walaupun tombok acaranya tidak kecil :-)


Care sama jundi
Ini mirip dengan Atensi. Tapi care lebih intim lagi. Jadi ketika bertemu menanyakan kabar, supel terbuka bahkan menawarkan bantuan jika dapat. Bukan pas setiap ketemu menanyakan “gimana PJ anta? Sudah selesai? Kalau belum cepat segera diselesaikan!” tanpa melihat bahwa ternyata sang jundi memiliki banyak masalah dan amanah lain yang harus diselesaikan.


Antusias
Seorang Qiyadah haruslah selalu antusias dalam setiap kesempatan! Jika ma’ruf, ya dengan antusiasnya mendukung, jika munkar ya dengan antusiasnya menolak! Bukannya ketika setiap ada sebuah persoalan hanya berkata, “Oh, gitu ya…?”


Kharismatik
Inilah yang paling saya sukai dari seorang pemimpin. Kharismatik! Kata katanya dapat membungkam seisi auditorimum. Sehingga auditorium jadi mendadak tenang ketika sang qiyadah mulai berbicara (tenang karena mendengarkan bukannya tidur hehehe…). Pemimpi kharismatik biasanya banyak disukai lho…

IMUT

Intelek
Ini nih, nilai tambah seorang qiyadah! INTELEK! Selain ilmu dien luas. Tapi Ip juga diatas 3! Jadi ndak dianggap remeh oleh jundi-jundinya. Wawasan tentang ilmu dien boleh luas, tapi kuliah tetap mastering. aneh kan kalo' seorang mas'ul O'on.. (ups..)


Mandiri
Seorang qiyadah yang mandiri tentu akan membuat jundi memiliki kepercayaan lebih. Mandiri dalam arti maisyah juga mandiri dalam mengerjakan tugas (nggak kopas uhui…)
Uswah yang baik
Qiyadah adalah panutan. Maka dari itu seorqng qiyadah harusnya memiliki kepribadian yang baik. Intinya punya semua yang saya sebutkan diatas (sebagian ya gak pa pa). agar bias menjadi uswah bagi orang orang yang berada di sekelilingnya. Pemimpin yang baik akan menciptakan jundi yang baik. Ingat pepatah “Guru kencing berdir, Murid kencing…” karena qiyadah adalah seperti guru yang menjadi panutan.


Tekat kuat
Seorang qiyadah haruslah memiliki tekat yang kuat. Istilahnya memiliki Azzam dalam dakwah ini! Azzam (bukan tokoh kcb) yang akan membawa visi menjadi nyata. Bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Ya, Azzam untuk meninggikan Dienul ISLAM ini. Menegakkan ISLAM di bumi pertiwi AllahuAkbar!!!
Dewasa ini pemimpin yang ideal sangatlah sulit untuk ditemukan. Karena memang menjadi pemimpin sendiri memang sulit. Tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak semudah memejamkan mata. Tapi menjadi seorang pemimpin adalah kepastian, mau diketahui, disiapkan atau dikadali sekalipun anda pasti akan menjadi seorang pemimpin.
Untuk digarisbawahi, “entah disiapkan ataupun tidak, kita akan tetap menjadi seorang pemimpin”


Arief Adi Nugroho, 23 Desember 2008
Secret tugas from anymous

Rabu, Desember 10, 2008

Tidak lebih dari sekedar "IKHWAN GENIT"


tadi siang, saya membaca artikel tentang "ikhwan genit" dan "akhwat genit". saya tidak akan mengulas hal itu, karena anda bisa membaca "ikhwan genit" disini dan "akhwat genit" disini

sungguh, ternyata muhasabah dari orang lain lebih mengena kepada saya. ikhwan genit. cunkup menggelitik judulnya, dan isinyapun tidak kalah menggelitik. bahkan sesuai dengan kondisi sekarang ini. ya, ternyata saya hanya seorang "ikhwan genit" yang berada dalam barisan dakwah ini. entahlah, karena memang seperti itu adanya.

tidak bisa menundukkan pandangan. tidak bisa menjaga pergaulan dengan lawan jenis. topik obrolan akhwat terus~sedikit bahas dakwah~. walau tidak sampai sms tidak perlu dan misscall malem malem, dan belum melanggar jam malam akhwat dalam sms/telpon, semoga saja tidak, bukan belum.

ya, itulah arief sekarang. ini introspeksi bagi saya. lantas bagaimana mengubahnya? saya jawab lagi, entahlah... saya belum dapat pemecahannya.

saya mencoba untuk memecah suasana dengan memberi sedikit senyum dan menyapa kepada mereka, karena saya melihat jika saya selalu merunduk dan tidak pernah menyapa mereka. maka entah seperti apa image seorang kader dakwah. eksklusif.. bahkan tidak pernah untuk sekedar tersenyum kepada teman sekelasnya. karena memang seorang kader menjaga pandangan dengan benar. tetapi ketika saya melakukan itu. yang terjadi malah sebuah pandangan bahwa seorang kader dakwah kok tidak bisa menjaga pergaulannya dengan lawan jenis? dan mungkin saya juga termasuk dalam "ikhwan ikhwan black list!"!




tapi itu bukan masalah, saya malah seneng kalau di "black list". aman. walau saya tidak mau pergi dari jalan ini dan menjadi "yang berguguran di jalan dakwah". ya, saya tidak ingin pergi dari gerbong dakwah, dan untuk saat ini SKI FMIPA adalah gerbong dakwah yang saya naiki. TIDAK PUNYA MALU! --mungkin rasa rindu saya disini lebih besar daripada rasa malu saya sebagai "ikhwan genit"?

malu kok malah ditulis di blog? hhh... saya juga tidak tau kenapa saya menulis. hanya saja ketika saya tidak menulis ini. rasanya ngganjel didada. maklum masih sendiri. belum ada curahan hati.

kalaupun saya keluar dari sini, pasti posisi saya juga kan digantikan oleh orang lain. kenapa tidak keluar dari barisan dakwah ini? saya memang tidak tahu malu! malu saya untuk berguguran dari jalan dakwah ini ternyata lebih besar...

walau begitu, kemaren pernah juga mengoleksi foto akhwat cantik! saya pernah melakukan itu. tuh, salah satu hasilnya di pojok kiri atas halaman ini. ~hati hati! akhwat narsis di internet bisa jadi bahan latihan fotoshopku!~walau beberapa waktu lalu sudah tak delete. sekarang tinggal yang gambar kartoon! ye... sama aja. --untuk buat pamflet atau spanduk kok-- itu buakan alasan RIEF...!!!

mbuh! yang jelas saya lagi sebel sama diri sendiri! bingung untuk mencari diri...

Astaghfirullah...


28 juta rupiah untuk HIMASTER


Alhamdulillah… himaster dapat tender untuk membuat seminar berkaitan dengan wireless hacking dari dikti. Proposal yang diajukan pak korti tembus ke dikti, menghasilkan kucuran dana dari dikti sebesar 28juta untuk mengadakan seminar tersebut. Hanya saja dananya turun satu bulan setelah LPJ kegian ~seminar~ tersebut, mungkin akan terbentur masalah dana. Tapi insyaAllah saya yakin dengan teman teman ilkomp yang aktiv. Juga pihak jurusan dan dekanat yang insyaAllah juga mendukung acara ini. Semoga acara ini jadi barokah. Dan menjadi branding tersendiri bagi HIMASTER! Ok HIMASTER… keep fight!! Sekarang, No where to run… ganyang event ini dengan keren! Dan jangan lupa bersyukur atas apa yang Allah berikan. Semoga Allah memudahkan...




Suami Dambaan Para Bidadari


Beberapa detik yang lalu saya membaca artikel bagus yang sebenarnya sudah pernah saya baca. tetapi membacanya lagi tak membuat saya bosan. malah menambah semangat saya. saya baca cerita dari dakwatuna.com
berikut saya kopas ~kopi paste~ dari sumbernya. mbok menowo mau ikutan baca hehehe..


dakwatuna.com
- “Aku benar-benar melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah di antara langit dan bumi dengan air dari awan dalam sebuah tempat besar terbuat dari perak.” Sahabat Urwah ra menegaskan kesaksiannya tentang kesyahidan Hanzhalah di perang Uhud.

Mekkah menggelegak terbakar kebencian terhadap orang-orang Muslim karena kekalahan mereka di Perang Badar dan terbunuhnya sekian banyak pemimpin dan bangsawan mereka saat itu. Hati mereka membara dibakar keinginan untuk menuntut balas. Bahkan karenanya Quraisy melarang semua penduduk Mekah meratapi para korban di Badar dan tidak perlu terburu-buru menebus para tawanan, agar orang-orang Muslim tidak merasa di atas angin karena tahu kegundahan dan kesedihan hati mereka.

Hingga tibalah saatnya Perang Uhud. Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Hanzhalah bin Abu Amir. Nama lengkapnya Hanzhalah bin Abu ‘Amir bin Shaifi bin Malik bin Umayyah bin Dhabi’ah bin Zaid bin Uaf bin Amru bin Auf bin Malik al-Aus al-Anshory al-Ausy. Pada masa jahiliyah ayahnya dikenal sebagai seorang pendeta, namanya Amru.

Suatu hari ayahnya ditanya mengenai kedatangan Nabi dan sifatnya hingga ketika datang, orang-orang dengan mudahnya dapat mengenalnya. Ayahnya pun menyebutkan apa yang ditanyakan. Bahkan secara terang-terangan dirinya akan beriman dengan kenabian itu. Ketika Allah turunkan Islam di jazirah Arab untuk menuntun jalan kebenaran melalui nabi terakhir. Justru dirinya mengingkarinya. Bahkan dirinya hasud dengan kenabian Muhammad. Tak lama kemudian Allah bukakan hati anaknya, Hanzhalah untuk menerima kebenaran yang dibawa Rasulullah. Sejak itulah jiwa dan raganya untuk perjuangan Islam.

Kebencian ayahnya terhadap Rasulullah membuat darahnya naik turun. Bahkan meminta izin Rasulullah untuk membunuhnya. Tapi Rasulullah tidak mengizinkan. Sejak itulah keyakinan akan kebenaran ajaran Islam semakin menancap di relung hatinya. Seluruh waktunya digunakan untuk menimba ilmu dari Rasulullah.

Di tengah kesibukkannya mengikuti da’wah Rasulullah yang penuh dinamika, tak terasa usia telah menghantarkannya untuk memasuki fase kehidupan berumah tangga. Disamping untuk melakukan regenerasi, tentu ada nikmat karunia Allah yang tak mungkin terlewatkan.

Hanzhalah menikahi Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul, anak sahabat bapaknya. Mertuanya itu dikenal sebagai tokoh munafik, menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keimanan. Dia berpura-pura membela Nabi saw dalam Perang Uhud; namun ketika rombongan pasukan muslim bergerak ke medan laga, ia menarik diri bersama orang-orangnya, kembali ke Madinah.

Sementara itu Madinah dalam keadaan siaga penuh. Kaum muslimin sudah mencium gelagat dan gerak-gerik rencana penyerangan oleh pasukan Abu Shufyan. Situasi Madinah sangat genting.

Namun walau dalam situasi seperti itu, Hanzhalah dengan tenang hati dan penuh keyakinan akan melangsungkan pernikahannya. Sungguh tindakannya itu merupakan gambaran sosok yang senantiassa tenang menghadapi berbagai macam keadaan.

Hanzhalah menikahi Jamilah, sang kekasih, pada suatu malam yang paginya akan berlangsung peperangan di Uhud. Ia meminta izin kepada Nabi saw untuk bermalam bersama istrinya. Ia tidak tahu persis apakah itu pertemuan atau perpisahan. Nabi pun mengizinkannya bermalam bersama istri yang baru saja dinikahinya.

Mereka memang baru saja menjalin sebuah ikatan. Memadu segala rasa dari dua lautan jiwa. Berjanji, menjaga bahtera tak akan karam walau kelak badai garang menghadang. Kini, dunia seakan menjadi milik berdua. Malam pertama yang selalu panjang bagi setiap mempelai dilalui dengan penuh mesra. Tak diharapkannya pagi segera menjelang. Segala gemuruh hasrat tertumpah. Sebab, sesuatu yang haram telah menjadi halal.

Langit begitu mempesona. Kerlip gemintang bagaikan menggoda rembulan yang sedang kasmaran. Keheningannya menjamu temaramnya rembulan, diukirnya do’a-do’a dengan goresan harapan, khusyu’, berharap regukan kasih sayang dari Sang Pemilik Cinta. Hingga tubuh penat itupun bangkit, menatap belahan jiwa dengan tatapan cinta. Hingga, sepasang manusia itu semakin dimabuk kepayang.

Indah…
Sungguh sebuah episode yang teramat indah untuk dilewatkan. Namun disaat sang pengantin asyik terbuai wanginya aroma asmara, seruan jihad berkumandang dan menghampiri gendang telinganya.

“Hayya ‘alal jihad… hayya ‘alal jihad…!!!”

Pemuda yang belum lama menikmati indahnya malam pertama itu tersentak. Jiwanya sontak terbakar karena ghirah. Suara itu terdengar sangat tajam menusuk telinganya dan terasa menghunjam dalam di dadanya. Suara itu seolah-olah irama surgawi yang lama dinanti. Hanzalah harus mengeluarkan keputusan dengan cepat. Bersama dengan hembusan angin fajar pertama, Hanzhalah pun segera melepaskan pelukan diri dari sang istri.

Dia segera menghambur keluar, dia tidak menunda lagi keberangkatannya, supaya ia bisa mandi terlebih dahulu. Istrinya meneguhkan tekadnya untuk keluar menyambut seruan jihad sambil memohon kepada Allah agar suaminya diberi anugerah salah satu dari dua kebaikan, menang atau mati syahid,

Dia berangkat diiringi deraian air mata kekasih yang dicintainya. Ia berangkat dengan kerinduan mengisi relung hatinya. Kerinduan saat-saat pertama yang sebelumnya sangat dinantikannya, saat mereka berdua terikat dalam jalinan suci. Namun semua itu berlalu bagaikan mimpi. Hanzalahpun akhirnya berangkat menuju medan laga untuk memenangkan cinta yang lebih besar atas segalanya. Bahkan untuk meraih kemenangan atas dirinya sendiri.

Kenikmatan yang bagai tuangan anggur memabukkan tak akan membuatnya terlena. Sehingga, iringan do’alah yang mengantar kepergiannya ke medan jihad. Dia bergegas mengambil peralatan perang yang memang telah lama dipersiapkan. Baju perang membalut badan, sebilah pedang terselip dipinggang. Siap bergabung dengan pasukan yang dipimpin Rasulullah saw.

Berperang bersama Hamzah, Abu Dujanah, Zubayr, Muhajirin dan Anshar yang terus berperang dengan yel-yel, seolah tak ada lagi yang bisa menahan mereka. Bulu-bulu putih pakaian Ali, surban merah Abu Dujanah, surban kuning Zubayr, surban hijau Hubab, melambai-lambai bagaikan bendera kemenangan, memberi kekuatan bagi barisan di belakangnya.

Tubuh Hanzhalah yang perkasa serta merta langsung berada di atas punggung kuda. Sambil membenahi posisinya di punggung kuda, tali kekang ditarik dan kuda melesat secepat kilat menuju barisan perang yang tengah bekecamuk. Tangannya yang kekar memainkan pedang dengan gerakan menebas dan menghentak, menimbulkan efek bak hempasan angin puting beliung.

Musuh datang bergulung. Merimbas-rimbas. Tak gentar, ia justru merangsek ke depan. Menyibak. Menerjang kecamuk perang. Nafasnya tersengal. Torehan luka di badan sudah tak terbilang. Tujuan utama ingin berhadapan dengan komandan pasukan lawan. Serang! Musuhpun bergelimpangan.

Takbir bersahut-sahutan. Lantang membahana bagai halilintar. Berdentam. Mendesak-desak ke segenap penjuru langit. Hanzhalah terus melabrak. Terjangannya dahsyat laksana badai. Pedangnya berkelebat. Suaranya melenting-lenting. Kilap mengintai. Deras menebas. Berkali-kali orang Quraisy yang masih berkutat dalam lembah jahiliyah itu mati terbunuh di tangannya.

Sementara itu, dari kejauhan Abu Sufyan melihat lelaki yang gesit itu. Dia
ingin sekali mendekat dan membunuhnya, tetapi nyalinya belum juga cukup
untuk membalaskan dendam kepada pembunuh anaknya di perang Badar itu. Situasi berbalik, kali ini giliran Hanzhalah mendekati Abu Sufyan ketika teman-temannya justru melarikan diri ketakutan. Abu Sufyan terpaksa melayaninya dalam duel satu lawan satu. Abu Sufyan terjatuh dari kudanya. Wajahnya pucat, ketakutan.

Pedang Hanzhalah yang berkilauan siap merobek lehernya. Dalam hitungan detik, nyawanya akan melayang. Tapi, dalam suasana genting itu, Abu Sufyan berteriak minta tolong, “Hai orang-orang Quraisy, tolong aku.”

Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Syadad bin Al-Aswad yang memang sudah disiagakan untuk menghabisi Hanzhalah, behasil menelikung gerakan hanzhalah dan menebas tengkuknya dari belakang. Tubuh yang gagah dan tegap itu jatuh berdebum ke tanah, boom!!! Para sahabat yang berada di sekitar dirinya mencoba untuk memberi pertolongan, namun langkah mereka terhenti.

Lantas orang-orang Quraisy di sekitarnya tanpa ampun mengayunkan pedangnya kepada Hanzhalah, dari kiri, kanan, dan belakang, sehingga Hanzhalah tersungkur. Dalam kondisi yang sudah parah, darah mengalir begitu deras dari tubuhnya, ia masih dihujani dengan lemparan tombak dari berbagai penjuru.

Tak lama kecamuk perang surut. Sepi memagut. Mendekap perih di banyak potongan tubuh yang tercerabut. Ia syahid di medan Uhud. Di sebuah gundukan tanah yang tampak masih basah, jasadnya terbujur.

Semburat cahaya terang dari langit membungkus jenazah Hanzhalah dan mengangkatnya ke angkasa setinggi rata-rata air mata memandang. Juga tejadi hujan lokal dan tubuhnya terbolak-balik seperti ada sesuatu yang hendak diratakan oleh air ke sekujur tubuh Hanzhalah. Bayang-bayang putih juga berkelebat mengiringi tetesan air hujan. Hujan mereda, cahaya terang padam diiringi kepergian bayang-bayang putih ke langit dan tubuh Hanzhalah kembali terjatuh dengan perlahan.

Subhanallah! Padahal sedari tadi hujan tak pernah turun mengguyur, setetes-pun. Para sahabat yang menyaksikan tak urung heran. Para sahabat kemudian membawa jenazah yang basah kuyup itu ke hadapan Rasulullah saw dan menceritakan tentang peristiwa yang mereka saksikan. Rasulullah meminta agar seseorang segera memanggil istri Hanzhalah.

Begitu wanita yang dimaksud tiba di hadapan Rasul, beliau menceritakan begini dan begini tentang Hanzhalah dan bertanya: “Apa yang telah dilakukan Hanzhalah sebelum kepergiannya ke medan perang?”

Wanita itu tertunduk. Rona pipinya memerah, dengan senyum tipis ia berkata: “Hanzhalah pergi dalam keadaan junub dan belum sempat mandi ya Rasulullah!”

Rasulullah kemudian berkata kepada yang hadir. “Ketahuilah oleh kalian. Bahwasannya jenazah Hanzhalah telah dimandikan oleh para malaikat. Bayang-bayang putih itu adalah istri-istrinya dari kalangan bidadari yang datang menjemputnya.”

Dengan malu-malu mereka (para bidadari) berkata; “Wahai Hanzhalah, wahai suami kami. Lama kami telah menunggu pertemuan ini. Mari kita keperaduan.”

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS 61:10-12).

Sumber dari ‘Yas’alunaka Fiddiini wal Hayaah’ yang diterjemahkan menjadi “Dialog Islam” karya Dr. Ahmad Asy-Syarbaasyi (dosen Universitas Al-Azhar, Cairo), Penerbit Zikir, Surabaya, 1997, cetakan pertama

Sabtu, Desember 06, 2008

Selamat Jalan Ponakan...

Hari selasa 2 desember 2008 kemarin kakakq masuk rumahsakit. pendarahan.. karena kecape'an mungkin. dan harus rawat inap di rs pku muhammadiyah.
sampai hari jumat, jumat pagi ketuban pecah. dan harus dioperasi siangnya jam 13an setelah jumatan itu. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, walau akhirnya ponakanku yang ke 11 itu kritis. satu jam berselang ana dapat sms innalillahi wa inna ilaihi roji'un... bayi sudah tidak ada pukul 15.00 mau dibawa pulang jam setengah 5.

innalillahi wa inna ilaihi roji'un...

selamat jalan ponakan...

Tapi tetap segala puji hanya milik Allah yang memberikan keselamatan kepada mbakq. alhamdulillah, ibunya masih sehat. semoga keluarga diberi ketabahan oleh Allah AwJ...

SEMOGA INI DAPAT MENJADI PENGGUGUR DOSA DAN PENGANTAR KE SYURGA bagi mbak sekeluarga...


Rasulullah bersabda,“Allah berfirman,“jika seorang hamba ditinggal mati orang yang paling dicintainya, lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka tidak ada pahala baginya, kecuali Surga’“(H.R Bukhari)


Beberapa Hadist menerangkan ttg adanya pahala besar bagi orang tua yg kehilangan anak kecil ( yg blm baligh ),namun ia menerimanya bhw itu sdh merupakan takdir dan ujian dr Allah SWT. " Seorang Muslim yg tiga anaknya meninggal sblm akil baligh,akan diberikan syurga oleh Allah,krn ampunanNya bagi mrk " ( H.R.Bukhari 2.340 )


" Tidak ada pasangan muslim yg kehilangan tiga anaknya,krn meninggal,tanpa dibawa Allah menuju Syurga,krn ampunanNya.Ada pertanyaan,bgmn klu mrk kehilangan dua anak,dan beliau mengatakan,sama saja.Dan bila satu .sama saja.Kemudian beliau bersabda : " Demi Allah yg jiwaku berada ditanganNya,janin yg gugur mengangkat ibunya ke syurga dgn tali pusarnya,apabila ia mau berharap pahala dr Allah atas meninggalnya janin itu. " ( Misyikat,1754,diriwayatkan oleh ibnu majah dan Ahmad )


Abu Hasan ra.berkata pd Abu Hurairah ra.Dua anakku meninggal,maukan kamu ceritakan pdku dr Rasulullah yg dpt menenangkan hatiku?Ia berkata " Ya,Anak kecil adalah burung syurga,bila salah seorang dr mrk ketemu ayahnya,atau ortunya.ia akan memegang bahunya,spt memegang bajumu dgn tanganku.Dan ia tdk akan melepaskan tangannya,spi Allah me ngizinkan ayahnya masuk syurga. ( H.R Muslim,6370 ).


Dalam sebuah riwayat yg panjang,nabi Muhammad SAW berbicara ttg mimpi,dimana dua pemandu syurga menunjukinya surga,neraka dan para penghuninya.Ketika beliau bertanya ttg makna yg beliau lihat itu,mrk menjawabnya secara rinci, al jawabannya adalah..: "….Pria tinggi yg kamu lihat di surga itu adalah Ibrahim,dan anak2 yg mengelilinginya adalah anak2 yg meninggal secara fitri (agama sejati ).Mengenai hal ini,bbrp org Muslim berkata : " Ya Rasulullah dan anak2 penyembah berhala?.Rasulullah menjawab anak2 penyembah berhala…..dst. ( H.R Bukhari 9.171 ).

Dr semua keterangan ini,kita bisa mengerti bhw kehilangan anak memang pristiwa yg cukup tragis dan menyedihkan.Namun dlm jangka panjangnya,akan menjadi sumber berkah dan ampunan.Spt yg disabdakan Nabi SAW "Pria atau wanita mukmin yg senantiasa kehilangan keluarga,harta,anak2 sehingga akhirnya mrk menemui Allah terbebas dr dosa ( Misyikat,1567,di riwayatkan oleh Tirmdzi )


Sedapat mungkin kita menghindari rasa sakit, masalah, penderitaan, bencana, terserang penyakit, ketidak berdayaan, dan usia tua. Tapi hanya Allahlah yg menentukan nasib kita, oleh karenanya kita tdk dpt menghindari diri dr menanggung masalah, yg menjadi bagian dr diri kita.

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Sabar dan tabahlah,menghadapi masalah yg menimpakebanyakan orang muslim,krn ini adalah bentuk dr penghapusan dosa mereka,sekalipun hanya tersandung atau menginjak duri.( H.R Muslim.6243 ),dalam HR.Bukhari dlm versi yg senada dgn Hadist inipun ada disebutkan, : " Tidak ada kekhawatiran, rasa kesakitan, kesedihan, penderitaan, rasa peri atau duka cita yg di timpakan pd seorang Muslim,kecuali Allah akan menghapuskan dosa2nya )

keterangan: dalil hanya copy paste dari ::http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg19175.html



Selasa, Desember 02, 2008

Dunia & Permen



Dunia Ini seperti PERMEN!
manis...
tapi hanya sebentar saja dan tidak mengenyangkan! kadang agak lama, kadang sebentar karena dikletak~digigit sampai hancur~ bukan diemut...
seperti kehidupan kita ini ya? sebentar, tapi kebanyakan tidak sabar! bahkan terlena dengan segala pernak pernik kenikmatannya.

tapi juga ada permen rasa pedas, dan mint! yang tidak semuanya manis! hahahaha...
dan rasa apa dunia anda?

dunia saya rasanya seperti... permen nano nano ~manis asam asin~ yang diberikan Allah kepada saya! toh, semuanya nikmat... dan patut disyukuri.

saya sempat futur kemaren, dan itu salah satu rasa dari dunia yang diberikan Allah kepada saya :-)

afwan jiddan

Senin, Desember 01, 2008

UNTITLE2

Aku hanya pesakitan yang tak jauh beda dari sampah! hanya mengotori!
tak punya Arti!
Akankah ada daur ulang kepada SAMPAH ini!!