Solo Banjir nih... seperti tahun kemarin. rupanya Allah berkasih sayang dengan menegur penduduk solo... biar ndalan... tapi kebanyakan malah menggerutu! sayang... mungkin karena tahun lalu juga banjir seperti ini. inilah manusia...
“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh” (70:19)
“dan Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah” (70:20)
Atau jangan jangan ini adzab?? hanya Allah yang tahu... waAllahu a'lam bisshowab...
Mari berbekal untuk hari yang sudah pasti. yang pasti adalah MATI!
Sabtu, Januari 31, 2009
Solo Banjir
Kriteria...

Pren... tau nggak,kemaren jumatan sang khatib nerangin tentang orang mumin...
ternyata kriterianya banyak pren...
siap untuk menjadi orang orang yang beruntung? yang mewarisi surga firdaus??
Oke, berikut kriterianya...
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
QS. al-Mu'minun (23) : 1
(Yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya.
QS. al-Mu'minun (23) : 2
Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.
QS. al-Mu'minun (23) : 3
Dan orang-orang yang menunaikan zakat.
QS. al-Mu'minun (23) : 4
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.
QS. al-Mu'minun (23) : 5
Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
QS. al-Mu'minun (23) : 6
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
QS. al-Mu'minun (23) : 7
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
QS. al-Mu'minun (23) : 8
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
QS. al-Mu'minun (23) : 9
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.
QS. al-Mu'minun (23) : 10
(Yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
QS. al-Mu'minun (23) : 11
Oke, kita berproses nyari syurga firdaus yuks...!! paling enggak sudah niat & ikhtiar kan? perkara nanti sampai mati nggak bisa bisa yo itu urusan Allah...
dan saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hambanya...
Oke... lets start from here!!
Selasa, Januari 27, 2009
Hakikat bilangan biner, Aku sibuk terus[1]

“…Mmg kalau kt tdk dsbukn dlm kebaikan mk kt akn trsbkn dg kburukn dn hal2 yg tdk brguna…” itulah petikan sms dari seorang sahabat saya pagi hari kemarin.
Astaghfirullah… saya sempat mengeluh lagi kemarin. “hh… gak bisa libur barang sehari…” itu yang saya kirimkan kepada saudara saya. Dan beliau menjawab dengan sms yang saya tuliskan persis diatas.
Pada saat berkendara menuju MIPA UNS, sepanjang perjalanan saya banyak merenung. Bahkan sampai melamun pada saat berkendara. Tapi Alhamdulillah tidak nubruk mobil… sesampai di solobaru saya kebelet pipis. Akhirnya saya menepi di sebuah masjid disana. Saya melepaskan hajat saya dan karena sudah sampai di masjid saya sempatkan untuk sholat dhuha sekalian. Entah, masih terpikir kenapa saya sampai mengeluh kepada manusia. bukankah seharusnya kita kan hanya boleh berkeluh kesah kepada Allah Azza Wa Jalla? Banyak pertanyaan dikepala saya. Tapi akhirnya saya menarik kesimpulan sekenanya! “Ah… ini kan fitrah manusia…” seperti firman Allah dalam surat Al-ma’arij
“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh” (70:19)
“dan Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah” (70:20)
Astaghfirullah… hambamu sangat dan sangat sangat lemah ya Allah…
Mungkin memang SIBUK adalah sesuatu yang cocok bagi orang seperti saya. Disaat senggang maupun padat tetap saja SIBUK!
Pada saat padat dengan kegiatan & tugas… saya SIBUK dalam Arti sebenarnya! Tapi ketika pada waktu senggang, saya tetap saja SIBUK dalam arti lain. Yaitu (Sitik-Sitik Bubuk! :-)
seperti bilangan biner, nol dan satu...
Tobe continued....
Senin, Januari 26, 2009
It's Rainy...

Assalamu'alaykum... huah... sore ini hujan terus!! dari solo sampe masjid taqwa wonogiri kehujanan! ya sih pakai jas hujan. tapi tetep aja dingin. apalagi helemku ndak ada kacane :-( kaca helem-ku udah pecah sejak beberapa bulan yang lalu :-(. akhirnya jalan pelan pelan banget. maksimal 60KM/jam. lambat banget yah... padahal biasane >80KM/jam!
tadi dijalan sempet ngeluh juga sih... titik titik air, mulai yang lembut sampai sampai yang segede jempol kaki sempet nabrak wajahku ini. jadi merah merah deh... tapi ditengah perjalanan ada sebuah pemandangan menarik. seorang (ketoke suami istri) yang nuntun (nuntun bahasa indonesianya apa ya?) motornya karena ban motornya bocor. padahal hujan sangat lebat. Pun sang suami mengenakan mantel hujan yang tidak egois (mantel ponco). sang istri berjalan dibelakang dambil mendorong, tentu saja tidak mengenakan jas hujan. subhanallah... pemandangan yang menakjubkan. dalam hati ada rasa kasihan, tapi aku yakin, sebagai istri yang baik dia mau berhujan hujan demi suami tercinta. mungkin sudah kepalang tanggung hujan jadi hujan hujan sekalian kali ya? entahlah, tapi memang sekarang kan aku belum punya istri. nanti, kalau sudah punya, apakah kejadian yang sama akan menimpaku? aku serahkan saja pada Allah Azza Wa Jalla...
Pemandangan kedua, ketika sampai di bangjo. aku melihat seorang wanita yang tidak mengenakan jas hujan dan helem! gila! padahal hujannya lebat banget!! betapa sakitnya titik titik air yang mengenainya??
semoga rasa susah & sakit karena rahmat Allah ini menjadi penebus dosa bagi mereka dan saya tentunya. saya tidak jadi mengeluh!! karena memang saya memakai jaz hujan ponco! yang cukup untuk melindungiku dan "my azwaaj"(nama yang aku berikan pada laptopq). dan alhamdulillah, sekarang nulis disini pun ketika saya selesai menulis. hujannya reda... Alhamdulillah...
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan bumi dengan Air hujan yang Allah turunkan dari langit langit milik-Nya!!
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.(QS Al-A'raaf:57)
Kamis, Januari 22, 2009
Degan

Whuah... lama gak posting! lah akses point ilkomp mati udah beberapa hari je... aku juga jadi males nulis huhu.. ya sedikit2 tak posting berita tentangku yang kira kira bisa diambil manfaatnya...
16 Januari 2009, 21:00 Ar-Royyan habis dirosah..
Alhamdulillah… Janji sudah tertepati. Berarti satu hutang terlunasi. Tadi siang, saya dan saudara saya tercinta kukuh. Lomba buka degan(kelapa muda) pake gigi di boulevard uns. Mungkin anda memandang kami aneh… tapi ini dulu yang kami ingin lakukan. Dan tadi siang… Alhamdulillah sudah terlaksana proker ini (halagh! Proker maksudnya?!). mengupas kelapa muda dengan gigi, memakan isinya sekalian. Pertama memang kami agak menyita perhatian dengan megacot yang biasa dibawa orang buat demo. Ya, mereka mungkin bertanya tanya kami mau apa kok koar koar di boulevard uns pake megaCot? Mbrebegi… mengganggu suasana mungkin. Bahkan ada yang antusias nggatekke (memperhatikan) kami disana. Ada juga yang sinis, ada juga yang memberi semangat. Yah… manusia memang lain lain. Saya sedang tidak mau membahas ini. Ya kalau antum mau lihat aksi saya sama kukuh silakan donlot videonya disini
Kamis, Januari 15, 2009
"We will not go down"
Ternyata Ada juga Musisi Amrik Yang peduli sama gaza...
kalau mau donlot Mp3nya, donlot aj disini
Mereka saja peduli... kita? jangan lupa mendo'akan saudara kita di gaza...
Rabu, Januari 14, 2009
Aku memang Bukan MUTIARA, tapi biarkanlah karena Aku mutiara itu ADA!

Bagi yang memiliki kekurangan, yang memiliki masalah, yang berada dalam kesempitan, yang merasa tidak punya apa apa, yang merasa tidak mampu berbuat apa apa, yang merasa bodoh, yang merasa paling kerdil, yang merasa sendiri, yang merasa tidak memiliki asa tersisa…
Sudah saatnya kita hancurkan dinding penghambat pengembangan diri ini! Dengan Izin Allah, dengan kemauan dan Aksi nyata kita! Tanpa ragu bahwa Allahlah yang akan mengubah kita…
“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” 13:11
Karena itu, kalau merasa tidak mampu, (Dan tentu saja tidak akan mampu tanpa kehendak Allah Azza Wa Jalla!) Maka berdo’alah…
"…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” 40:60
Dan bila tidak kunjung terkabul do’amu, lakukanlah introspeksi pada dirimu dengan penuh kecemasan, jangan jangan.. jangan jangan… dengan teliti dan bersabarlah…
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” 2:153
Maka percayalah… niscaya Allah akan selalu menjadi penolongmu…
Dan jika kamu masih memiliki masalah dan sesuatu yang mengganjal di hati,
“Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri” 39:38
Dan jika masih ada rasa sesal karena tidak mendapatkan yang diinginkan, maka ingatlah
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 35:2
Dan jika anda menginginkan pasangan yang “penuh cinta lagi sebaya umurnya” 56:37 maka jadikan rasa takut, ketakwaan sebagai jiwa…
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga”55:46
karena ketauliah saudaraku…
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya”68:34
“…dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah berkata yang baik atau diam” HR:Muslim
Karena “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”61:3
Astaghfirullah… apakah tulisan = perkataan? Kalau iya, konsekuensiku gede banget :-( konsekuensi yang harus aku lakukan. Maka dari sinilah tolakan pertama setelah semester 3!
Ya Allah… mungkin aku hanyalah sebutir pasir di jagad-Mu yang luas, tapi ijinkan aku membentuk sebuah mutiara cintaMu di hati setiap orang yang membaca tulisan ini. Karena Aku sadar ya Allah… aku hanyalah sebutir pasir, jauh lebih rendah dari hambamu yang lagi baca tulisanku ini. Tetapi Allah… “Karena pasir ini, jadikanlah Mutiara itu ADA! Dan lebih bersinar dari sebelumnya…”
Selasa, Januari 13, 2009
Do'a Anak Ilkomp

Ya Allah... aku ingin dekat denganMu...
karena itu ya Allah... dekatkanlah aku padamu sedekat PROCESSOR dengan REGISTER...
jadikan aku kecanduan BUS sholat malam yang menghubungkanku denganMU...
Berikanlah aku kekuatan untuk membela dien-Mu di depan PUBLIC, bukan hanya PRIVATE...
Ya Allah... jika Aku melakukan amalan yang Engkau cintai... jadikanlah amalan sholehku itu REDUNDANT dalam setiap tingkahku, agar berat timbangannya pada yaumil akhir nanti...
Ya Allah... jadikanlah Quran sebagai CACHE L1 hidupku, yang memetakan semua tingkah lakuku...
Ya Allah... jika engkau memberi amanah kepadaku, hidarkanlah amanahku dari CONCURRENT dalam penjadwalan, agar aku selalu menepati waktuMU...
Ya, Allah... engkau sudah mengingatkanku akan tajamnya waktu yang tidak bisa di ROLLBACK dalam ayatmu, karena itu... COMMIT-kan setiap waktuku untuk senantiasa berjuang di jalanMU...
Ya, Allah... sesungguhnya engkau telah menciptakan ARRAY kehidupan dalam lauful mahfudz, karena itu... jadikan hidupku LOOP... FOR born TO death, selalu tercelup dalam ruang Agamamu...
Ya Allah... Jadikan Quran sebagai UPDATE antivirus hati yang menjaga aku dariERROR dalam menjalankan perintahMu...
Ya Allah... Jadikan do'a ku selalu SUCCESS di UPLOAD kepadaMU di setiap Akhir sholatku...
Ya Allah...
Dan bila Aku Jatuh CINTA kepada seorang wanita...
jangan biarkan aku melakukan PING kepadanya walau hanya melalui mata! jadikan FIREWALL-MU selalu aktif pada diriku untuk menangkal virus semacam itu, jadikan Pernikahan Sebagai PASSWORD koneksi halalku dengannya...
Ya Allah...
dan ridhoi rumah tangga kami nantinya, dengan cintaMU yang Agung... seperti cinta sang LISTRIK kepada PERSONAL COMPUTER (PC) yang menjadikannya bekerja...
Senin, Januari 12, 2009
Buat ukhti, jangan sampai gosong!

Ukhti, kali ini ana pengen bicara sama anti. Khususnya yang sering tidak sabaran, tetapi suka masak atau bikin kue atau bikin makanan kecil. Tapi kalau ada ikhwan yang baca insyaAllah juga bermanfaat kok :-)
Ukhti, kemaren ana pulang ke rumah wonogiri. Alhamdulillah sempat makan bersama sama ibuk, mbak utik dan ketiga ponakanku refa, azmi& yusuf. Makan seadanya, lauk ikan teri dan ikan asin. Si yusuf dan azmi ternyata doyan sambel! Beda sama liknya sama sekali nggak respek sama sambel. Di piring tempat ikan asin ada ikan nila gosong yang tinggal separo. Saya tanya ke ibuk “kok bisa gosong to buk?”. Ternyata ikan nila itu sebelumnya adalah ikan bakar. Jadi manis… nah… makanan manis itu kalau digoreng bisa cepet gosong. Walaupun hanya sebentar. Seperti kalau bikin roti, jadi kalau adonannya manis, cenderung lebih cepat gosong. Makanya kalau ada kue terang bulan itu gulanya dikasih terakhir… biar gak gosong, Ya nggak sih ukh?
?
Begitulah, kehidupan yang terlalu banyak senang senang. Atau terlalu banyak tertawa karena bercanda ketika terkena sedikit ujian hidup maka akan sangat mudah terpuruk alias gosong. Contoh, dulu.. pas jaman bakar bakaran era runtuhnya rezim soeharto. Banyak toko toko dibakar dan dijarah. Akibatnya, banyak pemilik toko yang dulunya hidup berkecukupan bahkan hidup mewah jadi jatuh miskin. Akhirnya banyak diantara pemilik toko yang jadi stress bahkan gila! Paham gak? Enggak? Oke, kita pakai contoh lain…
Ketika seorang siswa atau mahasiswa yang terlalu banyak melalaikan tugasnya seorang pelajar yaitu belajar. Bersenang sengang dengan tidak memperhatikan ketika dikelas atau bahkan tidur (Seperti saya), dan menggunakan waktu belajarnya untuk bersenang senang tanpa belajar. Maka ketika ujian pasti akan kesulitan, bahkan hasil ujiannya bisa gosong! Paham nggak? Enggak? Kita pakai contoh lain ya…
Contoh lainnya, ketika anda memiliki seorang mad’u atau staff di sebuah LDK yang sebelum masuk LDK atau jadi mutarobbi anda dia adalah seorang yang suka bersenang senang dengan kehidupan yang katanya “gaul” dengan pola hidup yang campur bawur ikhwan akhwat. Dan ketika anda menegurnya agar lebih menjaga pergaulannya, Dengan teguran yang anda rasa tidak terlalu keras. Tapi ternyata sang mad’u malah lari dari anda. Down dalam dakwah alias “gosong”!
Contoh lain adalah ketika saya melihat film sang murobbi. Disana saya mendapat sebuah cerita tentang monyet, begini ceritanya…
Pada suatu hari, ada seekor monyet yang manjat pohon pisang. Lagi makan pisang diatas pohon pisang. Pada saat itu ada 3 angin ada didekat sang monyet, angin tornado, angin bohorok dan angin topan, mereka taruhan siapa diantara ketiga angin itu yang paling cepat bisa menjatuhkan si monyet. Angin tornado mencoba untuk pertama kalinya, setiap kali angin tornado meniup dengan kencang, sang monyet lebih kuat berpegangan. Diulang ulangnya Sampai akhirnya angin tornado menyerah. Kemudian angin bohorok datang mencoba, kejadiannya sama, setiap kali sang monyet ditiup dangan angin yang lebih kencang, Semakin erat pulalah pegangan sang monyet. Dan angin bohorok pun gagal menjatuhkan sang monyet. Begitu juga dengan angin topan. Sampai akhirnya ketiga angin tersebut menyerah. Ketika ketiga angin tersebut menyerah, datanglah angin sepoi sepoi. Dia berkata kepada ketiga angin tersebut bahwa dia ingin mencoba menjatuhkan sang monyet. Tentu saja angin sepoi sepoi ditertawakan oleh ketiga temannya itu. “wong kami saja yang meniupnya dengan sangat kencang dia tidak jatuh kok. Kamu yang Cuma pelan dan sepoi sepoi mau menjatuhkan dia? Ya nggak munkin lah…” demikian ketiga angin menyepelekan angin sepoi sepoi. Tetapi angin sepoi sepoi tetap mencoba, ditiupnya sang monyet dengan sepoi sepoi di ubun ubunnya… sang monyet merasa nyaman dan keenakan, karenanya monyet jadi mengantuk. Dan… Gubrak..!! krosak..gedebug… sang monyetpun jatuh karena tertidur.
Ambil sendiri ya ibrohnya, banyak banget ibroh dari cerita ini. Tapi ana hanya ingin fokus ke “keadaan yang dirasa manis dan menyenangkan, bisa jadi itu dapat melenakan kita. Dan ketika keadaan manis itu diuji, maka yang terjadi sangatlah fatal!! Karena bisa “gosong”! untuk itu tentunya kita sebagai manusia harus selalu ingat dimanapun kita berada dan apapun kondisi kita. Dan WASPADA! Bersabar ketika terkena musibah, dan selalu ingat bersyukur jika mendapatkan nikmat, kemudahan dan kesenangan…
Bukankah ada sebuah hadits di riyadhus sholihin, di bab sabar yang intinya begini “sangat mengagumkan keadaan seorang mu’min, sebab segala keadaannya adalah baik, dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi orang mu’min. yaitu, jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya. Dan bila menderita kesusahan maka dia bersabar, maka itu lebih baik untuknya” HR: muslim. Ini cuman matannya lo ya, lafadz sebenernya dibuka sendiri gih…
Itulah… seorang mu’min selalu waspada dalam berbagai macam hal, ketika ia mendapatkan nikmat berupa kelonggaran dan kesenangan maka ia bersyukur… hal ini adalah sebuah sikap kewaspadaan agar tidak lupa bahwa itu adalah pemberian Allah semata…
Hal yang tidak kalah penting adalah, kita harus mengetahui latar belakang mad’u. apakah latar belakangnya memang dari lingkungan dakwah, atau dari lingkungan yang masih ammah. Sehingga kita bisa menyesuaikan materi yang anda berikan kepada mad’u anda. Anda harus tau adaonan dari roti yang anda buat, sehingga tau pula waktu dan tingkat kepanasan yang harus diberikan kepada roti agar roti tidak gosong.
So’… rasakan adonan anda sebelum anda memanggangnya. Dan jangan kelamaan atau kepanasan biar tidak “GOSONG”, tetapi menjadi sebuah roti yang mengembang lagi berisi , enak dipandang dan disantap sehingga si roti memberikan kontribusinya secara maksimal untuk anda. Sehingga mad’u anda tercetak menjadi murobbi baru penerus anda pencetak generasi selanjutnya yang lebih baik dan lebih baik…
Semoga bermanfaat…
Source:
- pengalaman makan bareng keluargaku
-film sang murobbi
-imaji khayalku <== ini anak panah setan. Tapi harus dimanage dengan baik ^_^. Biar bisa ditangkap dan dikembalikan untuk memanah setan sendiri dengan busur ketakwaan kita tentunya :-P - 114 tips menjadi murobbi sukses. Download disini
Kamis, Januari 08, 2009
SASTRA ILKOMP

Karena nanti jam 8.00 itu ujian ISBD. Makane aku bisa posting banyak hari kemaren sampai hari ini. Nulis nggak ngenah, tapi menyenangkan loh. Seperti… makan roti! Roti yang dibalut coklat tebal, dan didalamnyapun ada coklat yang sangat manis… subhanallah…
Besok ujian ISBD, tidak tahu bahannya apa. Jadi mending nulis di untukcalonistriku.blogspot.com ini. Sastra, latihan mengarang. Kalau di Ilkomp berarti “SASTRA ILKOMP”! berlatih, mengeluarkan argumen lewat tuliasan. Walaupun kadang yang keluar adalah tulisan yang tidak bermakna dan membuat yang baca muntah muntah… tapi toh aku enjoy tuh nulisnya. Bayangkan kalau nulis itu menjadi sebuah pekerjaan yang melelahkan dan membosankan? Mungkin iya kalau menulisnya itu terpaksa. Seperti menulis makalah, artikel deadline dan sebagainya yang ada deadlinenya. Tetapi ketika tidak ada deadline dan menulisnya itu hanya asal. Maka yang ada hanyalah kesenangan (bagi yang seneng nulis). Kalau ane sih… sebenarnya nggak begitu seneng nulis. Tapi belakangan saya sadar kalau menulis itu salah satu skill yang harus dilatih dan dikembangkan. Makanya saya paksakan untuk menyukai dan menyenangi apa itu menulis. Makanya sampai sekarang jadilah tulisan SASTRA ILKOMP ini.
Ya mungkin seperti ketika kita nanti punya pasangan hidup. Ketika si “dia” bukan merupakan seorang yang kita impikan sebelumnya ya… bagaimana kita menjadikan “dia” menjadi idaman kita. keCINTAan kita. Apakah akan menyenangkan hidup berumah tangga tanpa cinta? Tentu saja tidak! Jadi cinta itu harus diusahakan. Walau memang CINTA datang dengan sendirinya. Seperti pepatah jawa “witing tresno jalaran soko kulino” = “cinta karena terbiasa”. Ya itulah, kalau saya cenderung setuju untuk mengusahakan cinta daripada menunggu cinta itu bersemi dengan sendirinya. Terus bagaimana mengusahakan cinta? Jawabannya… ya belajar dong! Belajar dari sekarang, dan diaplikasikan nanti ketika sudah memiliki pasangan hidup. Kita nggak mungkin mengaplikasikannya sekaran kan? Kalau diaplikasikan saat belum mempunyai pasangan hidup, risikonya terlalu besar! Terlalu besar di akherat khususnya.
Mari belajar bersama dan… keep belajar untuk masa depan kita, untuk agama dan bangsa juga, dan juga untuk pasangan kita nantinya. Keep fight! Just write…
Arief Adi, Pagi tanggal 8 january 2009
I'm Shy

Dear blog… Hari ini aku malu. Tadi ada saudaraku yang bilang ke aku, “ana kadang minder sama antum, antum begitu kreatif…” Dst. walaupun Cuma lewat sms sih... tapi tetep aja ana jadi malu. Sebenarnya apa sih yang diliat dari kreativenya seorang arief? Masak sih aku ini kreatif. Padahal aku yakin beliau lebih kreativ daripada aku. Beliau hampir lebih segala galanya dari aku. Beliau lebih tua dari aku, IPk>3 sedangkan aku? Cuma anggota PMDK alias Persatuan Mahasiswa Dua Koma... fasilitas hampir sama, motor ada, leppy juga ada. Kalau aku liat sih blog, bahkan hafalan dan amalan yauminya jauh lebih bagus dibanding aku yang udah sebulan lebih 8 hari baca quran, tapi baru nyampe juz 26. Mungkin beliau sudah khatam… pergaulannya juga dengan orang orang pilihan, yah lebih baik daripada aku malah. Terus masalah fisik, wajahnya ya… nggak jauh beda sama aku, punya mata dua, telinga dua, lubang hidung dua, ada bulu mata mulut dan sebagainya, sama… masalah kecerahan wajah yang kata orang wajahku ini putih bersih pun, beliau “kayaknya” nggak kalah. dan cara berpakaiannya pun juga sudah sesuai syariat. Beda sama aku yang kadang celana aja masih di bawah mata kaki :-(.
Apa yang harus diminderkan dari seorang arief..?? Aku jadi bingung?? tapi perkataan seperti itu memang sempat membuat aku berbunga bunga. masa iya sih, ada yang minder sama aku?
kalau itu aku ucapkan kepada lawan jenis, apa yang terjadi? terjadi pada si lawan jenisku maksudnya...? aku juga nggak tau huhuhu.. tapi yang jelas aku malu, malu sama beliau...
Tapi blog, Ada satu kelebihanku dari dia yang sama sekali jauh… jauh banget dari dia!
Aku lebih GANTENG, Aku lebih TAMPAN dari beliau…!! Kalo’ nggak percaya antum boleh periksa sendiri… pasti antum juga setuju kalau saya lebih GANTENG dan lebih TAMPAN dari beliau… bukannya sombong, hanya saja ini realita hahaha…
walaupun aku lebih GANTENG dan lebih TAMPAN dari beliau... tapi aku tetap menCINTAinya... Aku mencintainya Karena Allah... Selayaknya seorang muslim yang CINTA akan saudaranya, InsyaAllah...
Rabu, Januari 07, 2009
urgensi MALU!!

Anda malu dengan artikel saya sebelumnya? Saya beri kabar gembira buat anda…
Malu itu akhi, ukhti… mencegah dari hal hal yang buruk. Ketika anda mau melakukan sesuatu keburukan, ternyata anda cenderung menghindari hal buruk tersebut. Jadi malu mencegah dari hal hal yang buruk.
Juga malu itu memiliki beberapa keutamaan yaitu :
- “Iman itu memiliki 70 sekian cabang. Cabang yang tertinggi adalah kalimat laa ila ha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman” itu kata rasulullah saw.
- Etika, akhlak agama islam adalah “rasa malu”. Ini tercermin pada sifat rasulullah yang sangat pemalu, bahkan dikatakan dalam sebuah riwayat bahwa rasulullah saw lebih pemalu daripada seorang perawan(di jaman rasulullah saw). kalau perawan abad dua satu mah... nggak jaminan. kecuali memang sudah benar benar terTarbiyah ^_^
- Sifat malu, seluruhnya adalah kebaikan, asalkan dalam batas yang wajar. Ya, kebaikan karena dapat menghindarkan dari berbuat keburukan. Kebaikan asalkan dalam batas yang wajar. Ya bukan kebaikan lagi kalau hanya disuruh menyampaikan pendapat ke forum saja malu…
- Memperindah/Mempercantik sesuatu yang memiliki sifat ini. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Tidak ada Sesuatu yang memiliki rasa malu, melainkan akan menghiasinya”. Juga menurut “pengalaman saya”, seorang wanita pemalu itu labih indah daripada yang tidak tahu malu!
- Mencegah dari perbuatan buruk, seperti yang sudah sudah saya tulis di awal. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Jika kamu tidak punya rasa malu, berbuatlah semaumu!”
- Malu dan Iman itu berdampingan, Ada satu ada yang lain. Ya seperti malunya rasulullah yang sudah saya katakan tadi. Rasa malu kepada Allah akan menyebabkan seseorang menjadi berhati hati dalam melakukan sesuatu, karena dia malu kepada Allah yang selalu menyaksikannya.
- “Sesungguhnya Apabila Allah menghendaki untuk membinasakan seseorang hamba maka Allah akan mencabut rasa malu darinya. Dan jika malu sudah hilang dia akan menjadi orang yang murka dan dimurkai”, kalo’ nggak salah hadits ini ada di kitab riyadhus sholihin. Coba dibuka… bab apa tapi ana lupa :-)
Saudaraku, Malu itu terbagi atas 3 bagian.
1. Malu Kepada Allah
2. Malu kepada diri sendiri
3. Malu kepada orang lain
Malu kepada Allah biasanya diwujudkan dengan makrifatullah, malu mengerjakan apa yang dilarangNya, dan malu jika tidak mengerjakan apa yang diperintahkan olehNya. So… ya wis jos tenan yen uwis duwe isin karo gusti Allah! Cuma masalahnya, setiap orang memiliki kadar malu kepada Allah itu berbeda beda. Ada yang pemalu banget kaya’ abu bakar ra yang mandi aja selalu pakai basahan, saking malunya dia kepada Allah.
Ada yang nggak tau malu! Seperti bani israil alias kaum Yahudi yang sudah diberikan banyak keistimewaan tetapi tidak bersyukur sama sekali, ingat ketika mereka diselamatkan dari firaun? Ingat ketika mereka membangkang menyembah patung anak sapi ketika ditinggal pergi nabi musa? bahkan mereka mendapat gelar pembunuh para nabi! Dan sekarang mereka sedang membantai saudara kita di palestina. DASAR KAUM TAK TAU MALU!! Kalau anda lupa ceritanya, silakan buka quran lagi, khususnya surat Al-baqarah.
Malu kepada diri Sendiri inilah yang biasanya dimiliki orang. Bahkan orang tidak bragama bisa memiliki malu yang seperti ini. Kadang kita melihat seorang yang tidak paham agama atau beragama selain islam tapi akhlaknya sangat bagus. Hal ini mungkin terjadi karena orang tersebut memang sudah terkondisikan di lingkungan yang baik. Sehingga dia merasa gengsi terhadap dirinya sendiri kalu mau melakukan sesuatu keburukan. “Ah, masak aku melakukan perbuatan ini sih, ini perbuatan buruk. Masak orang terhormat seperti aku melakukan hal semacam ini? Nggak level ya!” mungkin itu yang akan dikatakan oleh orang yang malu kepada dirinya sendiri.
Malu kepada Orang lain, ya… masih mending daripada ndak punya malu! Ya nggak? Kalau ini contohnya ketika pas bulan puasa dia ngaku puasa. Ketika berkumpul dengan orang dia akan berpuasa, tidak makan dan tidak minum. Tetapi ketika mereka sendiri, mereka makan dan minum sesuka hati, Alias nggak puasa. Rasa malu yang sama sekali tidak keren! Tapi saya katakan sekali lagi bahwa mending masih memiliki rasa malu, dari pada enggak? Ya kan? Setidaknya semua rasa malu adalah baik, karena semua rasa malu mencegah dari perbuatan buruk dan mungkar…
So…
dimana malumu..u.u.. setiap kali.i.. kuajak ke kantii..ii.in aku yang bayaa..a.r kalau begini terus, ku tak kan tahan bisa bisa… halagh! Jadi keinget masa masa ketika aku masih dipanggil “rangga”
Afwan, semoga bermanfaat..
Arief Adi Nugroho
Untuk Calon Istriku[1]

Untuk calon istriku,
Ukhti, hari ini ana rindu banget sama anti. Ukhti rindu sama ana nggak? Ukhti, hidup ini seperti roda kadang diatas, kadang dibawah, kadang jalan halus, kadang kasar, kadang licin dan kadang ngronjal. Dan ini semua adalah sebuah likuan hidup. Ada yang bilang juga, hidup itu seperti panggung sandiwara, seperti dalam sebuah lirik lagu. Ukhti, hari ini ana merinduimu.. karena memang hati ini sudah tertawan olehmu. Apakah aku sedang berada diatas? Atau dibawah? Semua kan terobati Ketika cinta bertasbih, dan cintapun pasti bertasbih!
Seperti kata Allah
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.(Al-Isra:44)
Ukhti, benar adanya bahwa mengingat Allah jauh lebih utama daripada mengingatimu, dan sebenarnya akupun mencoba begitu. Tapi kadang kau hadir dalam imajiku. Tiba tiba! Dan temporary… tapi ukhti, setidaknya kita harus berusaha untuk selalu mengingatiNya. Bertasbih kepadaNya! Karena sebenarnya ukhti… ingatan ini hanyalah milikNya. Dan apakah kita akan lancang untung menggunakan dengan seenaknya apa yang sebenarnya milik kita?
Ukhti, aku tau bahwa dirimu selalu merindukan pangeranmu, dan akupun selalu merinduimu. Tapi bersabarlah ukhti… jadikan semuanya diridhoi oleh Allah. Karena tanpa ridho Allah, aku tak akan mungkin bahagia, walau aku bersamamu. Bersama orang yang sangat aku cintai. Dan kaupun pasti juga begitu.
Karena itu ukhti… Ayo kita upGrade keimanan kita. Anti pengen punya pangeran yang ganteng,tampan,kocak dan imut kan? Juga militan dan takut kepada Allah. Kalau jawaban anti adalah “YA!” . silakan anti menjadi seperti itu, maka anti akan mendapatkannya… insyaAllah…
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)(An-Nuur:26)
Terakhir ukhti, calon istriku yang aku cinta karena Allah. Tetapkan hatimu di jalan Dakwah, selalu mintalah kepada Allah agar memberikan kepadamu dan kepada calon pangeranmu ketetapan hati di jalan Dakwah. Juga do’a bagi saudara kita di palestina… karena afwan ukhti, mungkin hanya do’a yang hanya kita berikan kepada mereka selain bantuan finansial yang tak seberapa.
Sayang… aku mencintaimu karena Allah.
Orang gila yang mengaku Calon suamimu, “hanya calon” entah kalau nantinya jadi beneran :-)
Arief Adi
Selasa, Januari 06, 2009
gelap

Seperti ketika anda mengendarai sepeda motor di malam hari, sedangkan lampu motor anda mati. Padahal anda melewati sebuah jalan yang gelap gulita dengan langit mendung dan sama sekali tidak ada lampu. Pun jalan yang anda lewati itu banyak berlubang sehingga anda harus memilih agar tidak menerjang lubang. Anda hanya menyalakan lampu sein untuk sedikit membantu. Pada saat yang sama ada mobil dari arah berlawanan memakai lampu halogen dan mode lampu jauh. Sehingga sangat menyilaukan mata anda. Ketika mobil sudah melewati anda, yang ada adalah kebutaan sesaat! karena kebutaan sesaat ini, anda sama sekali benar benar tidak dapat melihat!!
Bisa jadi anda akan menerjang lubang jalan yang rusak. Bisa jadi anda keluar dari jalan. Bisa jadi anda menabrak sesuatu. Tapi bisa jadi juga anda tidak mengalami ketiga tiganya dan tidak ada sesuatupun terjadi pada anda, kecuali kebutaan sesaat.
Dapatkah anda ambil ibroh dari hal ini? Kaitkan dengan kehidupanmu, dan kamu akan mengerti apa yang aku maksud…
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,(Al-Baqarah:26)
Senin, Januari 05, 2009
Bodoh
Bila ikhwan jatuh cinta[2]

Yang ke dua.
Bila ikhwan jatuh cinta. Biasanya, bila ikhwan jatuh cinta, maka seorang ikhwan akan muncul sikap manja dan memanjakannya. Nggak percaya? Idih.. dibilangin kok. Jadi ati ati kalau ada ikhwan kok mulai manja atau manjain sesuatu, padahal biasanya dia nggak gitu. Bisa jadi si ikhwan lagi jatuh cinta.
Ini juga berlaku untuk Ikhwan biasa maupun ikhwan sejati .(seperti yang saya bahas kemarin klik disini)
Bagi ikhwan biasa. Jika sang ikhwan lagi jatuh cinta sama target. Selain Observasi dulu seperti yang sudah saya bahas kemarin. Maka sang ikhwan akan berusaha memanjakan sang target. Tau tau nawari, “gimana kalau saya saja yang ngerjakan tugasmu?” atau “Ntar berangkat kuliah mau aku jemput?” atau yang agak islami “Biar saya saja ukh yang ngeprint proposalnya. Ukhti kan sudah capek capek buat..?(padahal dia nggak punya printer, juga gak punya duit buat ngeprint karena kiriman belum datang)” atau “Nanti malam saya bangunin untuk tahajud ya ukhti? Kita harus banyak mendo’akan saudara kita di palestina” nah… kalau udah ada ikhwan kaya’ gitu tuh. Ngati ati aja… biar hati nggak tercuri! Kalau hati sudah tercuri, ntar hatimu bisa dibuat sambel goreng ati lho… enak dimakan. Tapi sakit di perasaan… halagh!!
Ikhwan biasa juga akan manja sama targetnya. Missal, “kamu jangan jah jauh ya. Aku pengen deket sama kamu terus…” atau “bukumu aku kembalikan sekarang ya… sekarang tak anter ke rumahmu…(padahal malem malem, dan sebenernya masih bisa besok pagi, dan target ndak perlu sama buku itu, hanya pengen ketemu saja)” atau yang lebih islami lewat sms “ukhti, nanti anti ana tunggu di sekre untuk mengambil proposal yang mau saya jalankan(padahal gak ada yang perlu disampaikan, kan bisa=”ukhti tolong proposalnya ditaruh di sekre. Nanti siang ane ambil”. Gak perlu ketemuan dan nunggu kan)”
Ikhwan sejati juga sama. Hanya bedanya untuk target lawan jenis(akhwat) ane belum paham. Kata orang sih ikhwan sejati akan berusaha mencitai istrinya selayaknya cinta seorang lelaki kepada perempuan, karena sebelumnya mungkin cintanya hanyalah sebatas cinta sesama muslim saja. Jadi ana ndak bias member contoh untuk ke lawan jenisnya. Jadi saya mengambil contoh lain, maksudnya target lain. Yaitu Allah AwJ.
Bila ikhwan sejati jatuh cinta, kepada Allah AwJ, maka dia juga akan berusaha manja dan memanjakan Allah! Dia berusaha memanjakan Allah, karena semuanya hanyalah milik Allah, jiwa dan hartanya telah ia serahkan kepada Allah, ingat surat At-Taubah ayat 111? Yang artinya : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. Tapi dia juga manja sama Allah, dia merasa bahwa dosanya sangat luar biasa banyaknya sehingga dia senantiasa bertaubat kepada Allah. Masih, ingat abu bakar yang tukang nangis? Masih ingat rasulullah yang tiap malam berdiri menghadap Allah hanya agar beliau dilihat Allah sebagai orang yang banyak bersyukur(bener gak sih? Kalo’ gak minta koreksinya). Nah… begitulah seorang ikhwan yang lagi jatuh cinta. Bila ikhwan jatuh cinta…
untuk contoh terkini, silakan mengikuti perjuangan saudara saudara kita dalam membela Allah dan tanah airnya. mereka menyerahkan semuanya kepada Allah. dan tadi saya baca Alhamdulillah mereka berhasil membunuh beberapa yahudi laknatullah alaihi!!
sudah ya, ndak ana jatuh cinta sama antum bisa repot nanti...
tapi insyaAllah ana mencintai antum kok :-)
Karena itu, jika anda mencintai apapun itu. Maka akan selalu ada tempat dalam pikiran anda untuk memikirkan yang anda cintai.
Jadi, Jika anda mencintai saudara anda di palestina, anda tidak akan pernah lupa mendoakannya setiap anda berdoa.
WaAllahu a’lam bisshowab
To Be continued… bila ikhwan jatuh cinta[3]
Sabtu, Januari 03, 2009
Astaghfirullah... Aku kepikiran dia terus
Astaghfirullah... Aku kepikiran dia terus!!
gak tau nih, kok akhir akhir ini gue kepikiran sama dia terus. suaranya yang khas seakan selalu terngiang di telinga. wajahnya yang cantik dan imut itu ihh... bikin gemes... langkahnya yang lembut hampir tak mengeluarkan suara. tangannya yang mungil dan halus itu terlihat indah.. apalagi dengan kukunya yang lumayan panjang dan terawat. Astaghfirullah... Adakah aku zina hati?
keliatannya enggak deh, wong dia kan kucingku :-P
Kamis, Januari 01, 2009
Dia Menikah??

Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat atau kejadian itu adalah sesuatu yang hanya direkayasa. Terimakasih…
O ya, disini saya kesulitan pake kata ganti orang. Jadi mungkin agak bikin yang baca bingung. Maklum masih pemula hehehe… selamat menikmati :-)
17 Desember 2009
Kamis Pagi, 17 Desember 2009 seperti biasa aku ~arief adi nugroho~ syuro PHT SKI FMIPA UNS. Seperti biasa acara dimulai dengan pembacaan taujih robbani. Yang dibacakan oleh akh banjar selaku kordept HUMAS. Dilanjutkan dengan Taushiyah dari ketum SKI akh sri yuwono yang sering dipanggil pak ketum. Selesai taushiyah dari pak ketum syuro dimulai. Membahas agenda DSI yang kian dekat KABAR ~kajian Akbar~ koreksi disana sini tentang acara kabar dimulai, usulan usulan mengalir deras seperti arus asungai yang sering dipakai untuk arung jeram. Memang tahun ini kondisi PHT SKI FMIPA UNS sangat bagus. Semuanya cerdas cerdas. Saya yang Alhamdulillah diamanahkan sebagai kabid kestari ya sedikit sedikit bias mengimbangi mereka walau masih banyak diamnya, hehehe... syuro berakhir pukul 07.25. Tahun ini SKI mendapatkan mas’ul yang sangat kharismatik. Sehingga kebanyakan agenda menjadi OT (On Time). Baik dimulainya maupun akhir acara. Alhamdulillah…
Setelah Selesai seperti biasa pula sang mas’ul memberikan kesempatan terakhir kepada rekan rekan jika ada sesuatu yang akan disampaikan. Dan Ternyata ada! Dari ukhti fitri (Korwat DSI, Fisika Angkatan 2008). “Assalamu’alaykum, sebelumnya saya mohon maaf karena terkesan sangat mendadak. ~Sambil menyerahkan 10 buah undangan lewat bawah hijab~. Alhamdulillah saya sudah menikah kemarin hari ahad tanggal 13 kemarin. InsyaAllah mengundang teman teman PHT untuk walimahan di palur, sementara masih nebeng orang tua hehe... Hari ahad 20 Desember besok dating ya akhi… ukhti…, Oya, Staffnya diajak juga ya!”.
“Alhamdulillah… barokallahu laka ukhti…” PHT ikhwan jadi senyum senyum. Ada juga yang mimiknya berubah. Karena memang ukhti Fitri ini, walau masih angkatan 2008 sudah terkenal tipe FBI (Female Bidikan Ikhwan) MOST WANTED di kalangan anak FISIKA maupun anak MIPA. Katanya sih, beliau itu adalah akhwat yang paling shining! Di fisika, juga di MIPA. Beliau juga cerdas, karenanya walau masih angkatan 2008 beliau sudah diamanahi sebagai korwat DSI. Tapi nggak tau juga kalau ternyata ada tandingannya di MIPA. Sekali saya lihat beliau, itupun gara gara dikasih tau temen yang FISIKA. Kalau Syuro, pasti Ide –ide fresh, brilliant, cerdas, dan inovatif keluar dari ukhti yang satu ini. Tapi walau sering ketemu pas syuro, ya nggak jelas wujudnya seperti apa. Cz kalau syuro’ kan pake Hijab :-). Hanya saja memang saya memiliki kekaguman tersendiri sama ukhti ini. Yah, begitulah. Saya harap ini hanya kekaguman biasa. Bukan cinta buta :-).
Syuro’pun selesai. Setelah selesai kebanyakan ikhwan memang masih di ruang KM. karena memang kebanyakan PHT ikhwan kuliahnya siang. Sedangkan PHT akhwat hanya beberapa yang tidak kuliah siang, alias kuliah pagi semua…
“rief, koe dibalap ukhti fitri! Ambisimu rak jadi PHT yang pertama nikah to?” yuwono mengawali ~keliatannya sih meh necroki aku~
“akhi… itu kan planning. Kalau Jodoh sudah saya pasrah sama Allah kok akhi… Tapi ya panas juga rasanya! Masa ana dibalap Nikahnya! Wis jan… ra bener kei ukhti Fitri. Malah dadakan sisan!” aku mencoba menjawab.
“Wah, bakalan ada BHM ini…” kata a’Roni menimpali(Kordept BPP, Fisika 2008)
“BHM apaan akh?” a’Banjar Tanya
“BHM itu Broken Heart Massal… hehehe…..” jawab a’Roni
~!@#$%^&*&^%$# “perbincangan menarik terjadi disini, tapi maaf disensor” #$%^&*&^%$#@
“Sudah sudah, hari ahad jam 7 pagi kita kumpul di lapangan parkir ya. Koordinasikan juga sama staff dan para korwat!” kata a’yuwono
“Siap pak ketum!” Jawab semua yang ada disana serempak.
Ada yang aneh pada undangan walimahan itu. Yaitu mempelai pria dan wanitanya tidak disebutkan! Bukankah orang yang baru saja menikah biasanya akan memakai nama keduanya dalam undangan? Tapi ternyata tidak ada yang menyadari hal tersebut.
Ahad, 20 Desember 2009
Pagi itu jam 6.45 anak anak SKI sudah pada banyak berkumpul di lapangan parkir. Ikhwan ada sekitar 20 orang sudah stand by di parkir bagian barat. Sedangkan Akhwat yang tak kalah banyak (Karena saya tidak menghitung) juga sudah banyak berkumpul di sebelah Timur parkiran MIPA. Semua biker. Sudah bawa motor dewe dewe, ada juga yang bonceng. Memang ketum SKI kali ini benar benar hebat, bias menggerakkan orang orang berangkat On Time! Atau gara gara acaranya walimahan jadi pada gak molor ya? Kalau kegiatan aja… mulurnya panjang banget hehehe…
Tepat pukul 7 sekitar 30 orang ikhwan dan akhwat yang tidak kalah banyaknya meluncur ke rumah ukhti fitri di palur city. Ukhti fitri sendiri yang memimpin konfoi. Konfoi Ikhwan berada sekitar puluhan meter di belakang rombongan akhwat. Karena memang ikhwan gak ada yang tau jalan ke rumah ukhti fitri.
15 menit kemudian sampailah rombongan di rumah ukhti fitri. Ternyata subhanallah, rumahnya bagus, luas, ada gazebo di depan rumah yang rapi itu. Rumahnya sederhana, rapi tapi luas dan tidak mewah. Tapi memang di depan rumah itu suasana terasa nyaman dengan beberapa pepohonan yang ada.
Ikhwan dipersilakan untuk duduk di bagian depan kiri. Dan akhwat di bagian belakang kanan. Ada jalan diantara kursi bagian kiri dan kanan. Pintu hanya di bagian depan dan belakang. Sedangkan pintu untuk ke dapur berada di depan. Jadi kalu mau ke dapur mau tidak mau harus lewat jalan dianntara dua bagian kursi kanan dan kiri. Sedangkan saya duduk di bagian paling belakang barisan ikhwan. Paling pinggir, alias dekat dengan jalan itu.
Perbincangan terjadi disana. Sebentar sebentar terdengar tawa ikhwan maupun akhwat yang lagi ngbrol. Ukhti fitri menemani ngobrol yang akhwat. Tapi tidak ada suami ukhti fitri yang menemani para ikhwan. Yang ikhwan pun ngobrol sendiri, karena mereka ndak berani Tanya dimana suami ukhti fitri.
Setelah 15 menit berlalu, ukhti fitri duduk dibagian paling depan akhwat. Ngobrol sama ukhti griya dan mbak bekti(korwat dept NISA’ periode kemarin). Suaranya terdengar samar samar. Entah kenapa tubuh ini terasa lemas, suaranya bak menggetarkan persendian. Hampir hampir semua bagian tubuh ini terpisah. Ya Allah… aku mencintainya? Mencintai ukhti Fitri, disaat seperti ini?! Yang benar saja… kenapa baru aku sadari? Aku mencoba untuk menguatkan diri. Perasaan yang baru kusadari, walau sebenarnya aku sudah risau dari beberapa hari yang lalu.
Beberapa saat kemudian ukhti fitri berjalan ke dapur “Sebentar ya mbak, saya tak ke dapur liat yang persiapan.” Itu yang saya dengar dari tempat duduk saya.
Beliau lalu berjalan kedapur dengan menunduk, karena akan melewati daerah ikhwan.
Ketika beliau sampai di samping saya, tak tau kenapa tangan ini secara reflek meraih tangan mungilnya! Aku memegang tangan ukhti fitri! Bukankah dia bukan mahromku?
Tak tau sejak kapan aku sudah berdiri dengan memegang tangannya. “Akh Arief!!” bentak ukhti fitri.
“RIEF…!!!” bentak pak ketum. Semua yang ada di ruangan memandang nanar kearahku dan ukhti fitri yang berusaha melepaskan tangannya diri dari cengkraman tanganku. Semua orang heran, tidak percaya kenapa seorang kader dakwah seperti aku melakukan hal ini. Bahkan mereka mengenalku sebagai seorang ikhwah yang sangat menjaga diri dengan makhluk yang namanya wanita. Semua hening… tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
“Jangan akhi..” kata ukhti fitri sambil berusaha melepaskan tanganku dari tangannya.
“Fitri…!” kataku padanya. Mencoba menenangkannya aku menatap tajam kedua mata cokelatnya. Dan diapun menatap kedua mataku. Keadaan saling menatap terjadi beberapa saat. Saat itu pula hening. Beberapa orang berdiri diam terpaku. Seakan kaki mereka terpaku ke bumi melihat adegan ini.
“Fitri… Arief sayang sama fitri… Arief cinta sama Fitri…” kataku dangan masih menatatap kedua matanya.
“ARIEF…!!” bentak pak ketum sambil berusaha membelah kursi kursi berjalan ke arahku. Tapi sebelum pek ketum mencapaiku. Ukhti Fitri menghambur ke pelukanku!
“Fitri juga sayang sama mas Arief…, Fitri juga cinta sama mas Arief…” Begitu katanya. Pak Ketum berhenti, langkahnya terhenti. Tubuhnya seakan terpaku ke bumi! semakin tidak percaya dengan keadaan staff staffnya! Padahal ukhti fitri adalah salah satu kader unggulan di MIPA! Kenapa.. kenapa..
“Karena Itu… kemarin fitri menerima pinangan akh arief, karena itu… kemarin Fitri menerima akh Arief jadi suami fitri, karena itu… ahad kemarin fitri diam ketika akh arief mengucapkan ijab Kabul untuk menjadikan fitri sebagai istri akh arief… ” lanjut ukhti fitri sambil melepaskan pelukannya dariku…
Suasana tegang itu agak mengendur… beberapa ikhwan ada yang tersenyum kecil, begitu pula temen temen akhwat. Pak ketum yang sudah berada didekatpun yang tadinya bermuka pucat, kembali berseri seri.
Aku menggandeng tangan istriku ke depan. Sambil tersenyum Lalu berkata “Afwan, akhi, ukhti… sedikit kejutan dari kami. Alhamdulillah, ukhti fitri ini sudah sah menjadi Istri saya seminggu yang lalu. Jadi ya jangan kaget kalau saya memegang tangannya seperti ini. Lagian beliau ini seneng kalau tangannya tak pegangi kaya’ gini”. Fitri mencubit pinggangku dengan muka merah.
Lalu dia melanjutkan “Afwan nggih semuanya, ini idenya mas arief kok. Saya cuman ikut ikutan(sambil tersenyum) sebentar ya, tak ngasih kode buat yang nyiapin makanan” lalu berjalan menuju pintu dapur.
Semua berpandangan. Dia akhwat ukhti griya dan mbak bekti juga terlihat saling berpandangan. Semua ikhwan lalu kedepan, menjabat tangan saya sambil mendo’akan saya sebagai pengantin baru… tak lupa rambut saya yang belum saya cukur ini diuyek uyek sampai nggak karu kauan.
“Afwan akhi…” kataku…
Senin, 12 Oktober 2009
Hari ini seperti biasa setelah kuliah aku ke tempat kerjaku. Kerja sampingan sih, sebagai programmer flash education. Usaha yang aku dirikan dengan akh Hans (staff media UKMI 2008, FSSR DKV angkatan 2007) yang didanai oleh pak hanif yang berumah di palur. Seorang Ikhwah juga yang dulunya juga mahasiswa MIPA UNS. Kantor saya di kosan sekitar jalan surya. Seperti biasa setiba disana saya langsung bercumbu dengan computer computer tercinta. Mengetikkan code code dari gambar gambar yang sudah didesain a’Hans.
Sekitar jam 14.00 pak hanif dating ke kantor memeriksa investasinya. Ya, memang baru sedikit yang kami hasilkan. Tapi Alhamdulillah gaji saya cukup untuk makan kos dan kuliah. Jadi uang dari ibuk tak tabung. Ibu saya itu, bersikeras mau membiayai saya sampai kuliah saya selesai. “Pokoke koe kuliah sing mbayar Ibuk le… koe kuliah wae sing sregep” begitu yang beliau sering katakan.
“Assalamu’alaykum, Gimana kabarnya akh arief?” Kata pak hanif memulai pembicaraan. Awalnya kami hanya membicarakan pekerjaan yang Alhamdulillah lagi banyak order dari sekolah sekolah untuk membuatkan animasi flash sebagai pembelajaran siswa. Tapi lama kelamaan pembicaraan mengarah ke hal hal pribadi. Maklum karena kami memang sudah akrab.
“Akh arief, anta kapan menikah?” pertanyaan yang dilontarkan pak hanif agak mengejutkan. Tapi memang dasarnya saya biasanya ngobrol masalah itu yo… tak kira hanya bercanda. Dengan jari masih menari di tuts keyboard saya jawab “pekan depan mungkin pak…” jawab saya asal. “masyaAllah akh arief yang bener…? Anta sudah dapat calon? Anta sudah khitbah?” beliau menanggapi jawaban saya dengan serius. “ealah pak..pak… pecan depannya ya masih depan nggak kelihatan. Sebenernya pengennya sih pecan depan secepatnya. Tapi sekarang ini mana ada akhwat yang mau punya suami seperti saya to pak?” jawab saya menenangkannya.
“oh.. kirain beneran pecan depan ini…” lanjut pak hanif.
“lah emang kenapa kalau beneran pak?” saya bertanya dengan penuh selidik.
Diam sejenak…
“begini akh arief, anta bener mau menikah secepatnya?” Tanya pak hanif.
“sebenarnya gitu pak, tapi saya masih bimbang untuk mencari calon.” Jawabku.
“Kalau saya carikan anta mau menikah?” kejar pak hanif
masyaAllah… bagai tersambar petir saya mendengar perkataan pak hanif. Tapi saya mencoba untuk menganggapnya biasa
“ya… kalau njenengan carikan.” Jawabku singkat.
“Begini akh, sudah sebulan ini bapak saya sakit sakitan. Beliau takut jika umurnya tidak panjang lagi..” menghela nafas sejenak “karena itu beliau ingin melihat putrinya menikah. Ya itu adik saya. Dan saya pikir anta adalah calon yang cocok untuk adik saya..”
Melihat mimic pak hanif yang terlihat serius saya jadi terbawa serius.
“Apa pak hanif benar benar yakin dengan saya? Saya ragu kalau adik njenengan mau sama saya. Lagipula penghasilan saya disini juga pas pasan.”
“saya percaya anta sudah mampu untuk berumah tangga. Juga saya melihat usaha kita kian hari kian berkembang. insyaAllah saya yakin anta mampu. Kalau masalah adik saya, insyaAllah beliau sudah tsiqoh saya. Juga bapak sudah percaya sama saya”
“mungkin saya perlu sholat istikaroh dulu pak. Ini bukan perkara kecil. Juga pertimbangan dari ibu saya. Orang tua saya satu satunya.”
“ya akh, anta benar. Saya tunggu jawaban anta sepekan lagi. Kalau anta siap nanti kita lanjut ke proses ta’aruf.” Kata pak hanif selanjutnya.
==oOOo==
Sabtu, 17 Oktober 2009
“buk, saya boleh menikah?” begitu yang saya sampaikan pada ibu saya untuk mengawali pembicaraan.
“nikah..? nikah sama siapa to le? Memangnya kamu sudah punya calon?” jawab ibuku dengan pertanyaan. Beliau terlihat kaget akan pertanyaan saya. Keningnya mengkerut, wajahnya yang tenang tampak serius. Dan kedua mata beliau terpaku padaku. Tampaknya beliau merasakan keseriusanku. Walau sudah beberapa kali aku bercanda mengenai masalah ini dengan ibuk.
“kalau calon sih belum pasti buk, tapi saya sudah ingin. Dan insyaAllah ada yang mencarikan.” Jawabku
“Apa sudah kamu pikirkan masak masak le… menikah bukan perkara kecil. Bias jadi sekali seumur hidup. Apa kamu yakin sudah mampu untuk menafkahi istrimu nanti lahir batin? Keliatannya gajimu dari part time itu ya pas pasan to le? Nanti tinggal dimana?” ibuku semakin membombardir dengan pertanyaan. Mungkin beliau sangsi dengan kemampuanku dan kesiapanku. Tapi insyaAllah aku sudah memiliki ilmu tentang ini.
“InsyaAllah buk. Sudah saya pikirkan. Saya meminta restu ibuk dulu, baru saya bias melanjutkan untuk ta’aruf buk. Ibuk kan orang tua arief satu satunya. Saya harap ibuk mendukung. Karena saya merasa sudah ingin menggenapkan separuh agama ini. Buk, insyaAllah Allah sudah mempersiapkan rizki bagi setiap manusia. insyaAllah buk…”
“…” diam
“yo terserah koe le. Asal itu sudah mbok pertimbangkan masak masak. Ibuk insyaAllah percaya karo koe..” kata ibuk selanjutya
Senin, 19 Oktober 2009
“Gimana Akh Arief? Lanjut ta’aruf?” Tanya pak hanif.
“InsyaAllah pak.” Jawabku mantap “InsyaAllah Ibuk saya juga sudah memberi lampu hijau.” Lanjutku.
“Alhamdulillah, bagaimana kalau besok ta’aruf. Besok jam 16.00 gimana?”
“Wah besok ana ada syuro PHT SKI pak, nggak tau kok pak ketum mindah hari. Padahal biasanya hari kamis pagi. Kalau diundur jam 16.30 gimana?” aku mencoba menawar.
“Ya sudah, tidak apa apa. Nanti tak bilang adik saya”
==oOOo==
Selasa, 20 Oktober 2009
“Afwan, ana ijin akhi. Ada agenda syari dengan kakak saya.” Begitu kata ukhti fitri (korwat DSI fisika 2008). Meminta ijin kepada akh yuwono sebagai mas’ul.
“ya, tafadholi ukhti” jawab pak ketum singkat.
Waktu menunjukkan pukul 16.00. syuro’ masih berlanjut. Membahas acara Matriks yang akan diadakan DK.
“trrr..trrrr… tr……” handphoneku bergetar. Pengingat dalam HPku ada tulisan. “TA’ARUF KE RUMAH PAK HANIF!” jam menunjukkan pukul 16.15.
“MasyaAllah… kok saya bisa lupa! Mungkin karena keasyikan syuro’ ini..” batinku.
Saya langsung ijin kepada pak ketum untuk meninggalkan syuro’.
Saya langsung meluncur ke rumah pak hanif. Sejuta Tanya dalam benakku. Seperti apa calon istriku? Siapa namanya? Bagaimana penampilannya? Sholehah kah? Bodohnya aku.. kenapa tidak aku tanyakan kemarin kemarin agar tidak penasaran seperti ini? Ah, entahlah. Yang penting aku meluncur ke rumah pak hanif yang ada di daerah belakang rumah sakit Dr moewardi. Untung cukup dekat dari UNS. Jadi bisa cepet juga sampainya. Sesampai di rumah pak hanif aku memarkirkan motorku di dekat vario pink di halaman rumah pak hanif. Rasanya kenal sama nih vario.. entah lah, mungkin hanya perasaanku saja.
“Assalamu’alaykum…” aku mengucapkan salam setibanya di depan pintu rumahnya pak hanif.
“Wa’alaykumsalam… Ahlan wa sahlan akhi..” sambut pak hanif dengan hangat
“Alhamdulillah.. belum telat kan pak?” sambil melihat jam HP yang menunjukkan pukul 16.28
“belum akhi, saya kira malah anta telat karena syuro. Tadi katanya anta asyik banget syuro’nya?” Membuka pembicaraan.
“katanya? Kata siapa…???” batinku
Jujur saya tidak memiliki kata kata untuk ngobrool sama pak hanif. Semua pikiran tertuju pada calonku itu. Entahlah, badan juga terasa panas dingin nggak karuan. Kaya’ maling ayam ketangkep warga dan siap digebugi massa.
Tak lama kemudian ada seorang akhwat keluar membawakan makanan kecil dan minuman. Dua orang. Seorang tampak sudah berumur kepala tiga. Seorang lagi tampaknya masih muda. Berumur sekitar sebaya dengan saya. Saya tidak begitu memperhatikan. Karena memang saya tidak pernah berani memperhatikan. Mereka berdua kemudia duduk di kursi sebelah kanan pak hanif. Saya duduk di kursi paling timur menghadap barat pak hanif duduk di kursi sebelah utara dan menghadap selatan, tapi posisi badannya menghadap saya. Kedua wanita itu lalu duduk di sebelah kanan pak hanif. Tak lupa seorang dari mereka, istrinya pak hanif. Ya. Beliau istrinya pak hanif. Saya ingat Sekarang, beliau pernah ke kantor sama pak hani dulu. Itu mempersilakan untuk memakan hidangan yang ada. “monggo dik, dimakan. Jangan malu malu” ucap mbak siti. Ya, saya ingat. Namanya mbak siti. Untuk yang satunya saya tidak berani memandangnya. Saya langsung meraih gelas the dan meminumnya sedikit. Berharap grogiku hilang dengan sedikit minuman.
Pak hanif mengajak ngobrol. Saya akhirnya bias agak cair karena pembawaan pak hanif yang cair bias menjadikan saya agak santai. Sampai pada akhirnya saya dikenalkan kepada akhwat yang duduk di samping kanan mbak siti. “ini fitri, beliau mipa juga lho, jurusan fisika angkatan 2008…..” kata kata selanjutnya saya lupa bagaimana persisnya. Saya masih belum berani memangdangnya. Dan kaya’nya sih dia juga ndak berani memandang saya. Padahal pak hanif sudah memperkenalkan saya dengannya dan berisyarat dengan menyinggung saya agar saya berani memandangnya.
“m.m.. a. a..Afwan, ini ukhti fitri korwat DSI MIPA?” itu kalimat pertama yang saya ucapkan kepadaya saat taaruf. Sambil saya mencoba memberanikan diri untuk memandangnya. Ternyata beliau mengangkat wajahnya yang semenjak tadi merunduk. Tepat pas saya melihatnya, tepat pas beliau menatap saya. Sekilas. Lalu kami kembali jadi grogi lagi. Kalo’ di ayat ayat cinta antara fahri dan aisha “pandangan kami bertemu, dan cess…”. “m.mm.. iya akh…” jawabnya pelan. Sangat pelan hamper hamper tidak terdengar. sambil mengangguk sedikit dan kembali menundukkan wajahnya yang tampak memerah. Sangat jelas terlihat memerah karena putihnya wajah beliau.
Subhanallah… inikah bunganya Mipa? inikah bidadarinya mipa? Inikah bidadiri syurga yang turun ke dunia? Inikah ukhti yang banyak dibicarakan itu. Sungguh, jikalau di dunia ini ada keindahan syurga. Maka dialah seluruh keindahan syurga yang ada di dunia! Kecantikan paras dan budinya sungguh mengesankan. benar kata orang, dia Benar benar FBI (Female Bidikan Ikhwan) Most Wanted! Dan dia akan jadi istriku? Yang benar saja…?? Apa aku pantas untuknya? Aku jadi tidak PeDe. Ah, belum tentu beliau mau meneruskan prosses ini…
==oOOo==
Senin, 2 november 2009
Pak hanif kembali dating ke kantor menanyakan apakah lanjut atau tidak. Sebenarnya saya sempat bimbang. Tapi pak hanif membuat saya berubah menjadi optimis. Dukungannya menguatkan saya.
“Baik lah pak, insyaAllah saya lanjut asal ukhti fitri lanjut”.
“Alhamdulillah akhi, insyaAllah adik saya juga sudah mantap dengan anta. Secepatnya anta datang bersama orang tua anta ke rumah orang tua saya untuk mengkhitbah adik saya akh”
“InsyaAllah pak…”
….
Ahad, 23 November 2009
Hari ini saya datang ke rumah ukhti fitri di palur city untuk melamar. Datang bersama ibu saya tercinta tiga mbak saya. mereka bersama suaminya(kakak ipar saya). Kami menyewa mobil yang cukup memuat kami. Ponakan saya juga ada yang ikut. Si wawa, firda,ridwan, yusuf dan azmi ikut acara lamaran ini. Acara berjalan lancar. Alhamdulillah dari pihak ukhti fitri menyambut dengan ramah. Dan penentuan tanggal ijabpun tidak neko neko kaarena Alhamdulillah dari kedua belah pihak sudah paham akan pernikahan secara islami. Dan dengan berbagai macam pertimbangan maka ijab Kabul akan dilaksanakan pada ahad, 13 Desember 2009. Di rumah ukhti fitri
==oOOo==
Ahad, 13 Desember 2009
Pukul 10.00 saya dan rombongan keluarga saya. Ibuk, mbak, kakak ipar dan pakdhe, paklik saya tiba di rumah calon mertua saya. Di palur city. Alhamdulillah acara ijab qabul berjalan lancar.
Subhanallah… saya punya istri sekarang! Tapi memang saat saya berjanji dalam ikatan suci ini, tidak ada seorangpun teman dari mipa maupun dari uns. Karena acara ini memang hanya sebatas keluarga dan tetangga sekitar saja. Ukhti fitri pun kelihatannya belum mempublikasikan pernikahan kami, kecuali dengan murabbi beliau. Mbak siapa saya lupa namanya. Tapi untuk akhwat mipa ataupun uns kelihatannya belum beliau kabari.
Prosesipun berakhir kurang lebih pada pukul 12, acara diakhiri pas waktu dhuhur. Kami sholat di mushola dekat rumah mertua saya. Setalah selesai kami kembali ke rumah mertua saya untuk beramah tamah kembali. Usai pukul 13.30 saya dan keluarga pamit pulang. Saya juga ikut pulang padahal semua keluarga saya sudah ikhlas saya tinggal dulu disana dengan istri saya. Dan sayapun pamitan sama mertua dan istri saya.
“Mau kemana mas?” kata ukhti fitri
“Pulang dik, mengantar ibuk dan mengambil motor biar nanti gampang kemana mana”
“kenapa tidak Besok saja mas? Fitri pengen malam ini mas tidur disini…” istriku merajuk sambil menggamit tanganku.
“Ada yang harus mas Ambil ke rumah. Penting dik, leppy mas lupa nggak kebawa. Padahal hari ini deadline harus ngirim tugas”
“Mas… ” sambil menatap manja
“Iya, nanti ba’da isya insyaAllah mas udah balik sini lagi kok. Jadi fitri ndak lama-lama rindu sama mas. Mas juga keliatannya ndak betah kalau lama lama pisah sama istri tercinta ini..”
==oOOo==
Ahad, 13 Desember 2009 pukul 20.05 WIB
Saya tiba kembali di rumah mertua saya dengan motor supra butut saya di rumah istri saya. Rumah mertua tepatnya. Setiba disana saya disambut istri saya dan keluarga istri saya, pak hanif juga masih disana. Perbincangan kecil terjadi disana. Subhanallah… suasana sudah terasa sangat akrab antara saya dan keluarga ini. Baik pak hanif yang sudah sejak semula akrab juga bapak ibuk dan saudara saudara dari istri saya. Saya merasa sangat diterima disini. Sebentar sebentar mereka mencandai saya dan fitri yang pengantin baru ini. Lucu juga sih, saya jadi ndak bisa menggambarkan . Kami ngobrol sampai jam 21.14 wib.
“kui lo le, bojomu wis kepingin” goda bapak “wis ya bapak juga mau tidur dulu. Hari ini rasanya Capek banget” lalu beliau menuju kamarnya. Dengan perkataan bapak ini seolah semua langsung paham untuk tidak melanjutkan perbincangan, semua mohon diri dengan teratur. Tentu saja karena saya anak baru perginya dari ruang keluarga ini paling terakhir. Saat semua sudah pergi, hanya tinggal kami berdua…
“Tidur yuk mas.” Dia yang sedari tadi duduk disampingku tiba tiba menggandeng lenganku dan menarikku ke kamar. Aku hanya bias tersenyum.
“fitri…”
“ya mas..”
“apa kau ridho dinikahkan denganku?”
#$%^&*()_*&^%$#$%^&*() Sendored &*()&^%$#@#&*()&^%$#@
Masalahe penulis gak bisa menuliskan apa yang dibayangkan. belum berpengalaman Hehehe…
==oOOo==
Senin, 14 Desember 2009, pukul 07.00
“Sayang, kamu udah menyebarkan berita pernikahan kita?” tanyaku pada istriku
“Belum, baru sama mbak riska”
“Kita jangan berangkat kuliah bareng dulu ya?”
“kenapa? Mas malu punya istri fitri..”
“Bukan begitu saying… mas saying banget sama fitri, Cuma mas pengen ngerjai temen temen aja. Fitri bantuin mas ya..”
“ngerjain?”
“Iya, sekali kali jahilin temen boleh kan? Kan fitri juga suka jahil..?”
“Eh, siapa bilang..? nggak jahil kok”
“nggak jahil cuman super jahil.. hihiih..”
“Ih.. Mas arief…” sambil mencoba mencubit pinggangku…
End Of Story,
Setiap mikir marahi pengin jan...
But will be continue nulis in true Live ^_^
insyaAllah…
Arief Adi, 1 Desember 2009
Bila ikhwan jatuh cinta[1]

Bila ikhwan jatuh cinta, dia mendengar nyanyian, seribu dewa dewi cinta.. menggema dunia…
Apa kata dunia bila akhwat jatuh cinta? Itu judul sebuah buku yang belum sempat saya beli dan say abaca. Mo pinjem pak rocky belum sempet :-)
Saya tidak ingin membahas itu. Karena saya seorang laki-laki tulen(buktinya punya kelamin laki laki. Di KTP juga tertulis jenis kelamin Laki-laki lho,,,) saya akan membahas tentang laki laki. Soalnya kalau masalah perempuan, saya masih sedikit pengalamannya. Paling hanya seputar mbak-mbak saya. Atau teman teman SMA dulu. Jadi, kali ini saya mau menulis mengenai laki-laki. Yang untuk selanjutnya saya akan menyebut laki-laki dengan sebutan ikhwan.
Bila ikhwan jatuh cinta, apa yang akan segera dia lakukan? Langsung PDKT sama yang dicintai kah? Kalau menurut research saya sih, ikhwan itu kalau jatuh cinta. Dia nggak langsung PDKT sama yang dia cintai (untuk selanjutnya saya sebut target). Berlaku untuk semua ikhwan, baik ikhwan itu paham akan dienul islam ini atau belum. Tetap saja tidak akan langsung PDKT kepada target! Kenapa? Karena makhluk yang satu ini punya keunggulan disbanding kaum akhwat. Yaitu Pikiran. Pernah denger gak kalau ikhwan itu factor pikirannya 9 emosional(perasaannya) 1. Dan berbangding terbalik dengan akhwat? Makanya ikhwan akhwat itu saling melengkapi :-).
Ikhwan, Layaknya seorang hacker. Pasti akan mencoba mempelajari target terlebih dahulu sebelum melakukan serangan! OS apa yang dipakai target, port mana yang terbuka, sql bias diinject pa enggak dan sebagainya. Begitu juga ikhwan. Pasti akan berusaha mengenal dan mempelajari targetnya terlebih dahulu. Nggak langsung asal PDKT. Ketika ikhwan mencinai target, Hanya sedikit ikhwan yang langsung PDKT kepada target. Ini berlaku pada ikhwan yang paham akan ilmu dien maupun belum.
Sebagai bukti, dulu pas saya masih SMA dan notabene lingkungannya adalah lingkungan buaya! Lingkungan ikhwan yang belum paham akan dienul islam ini (termasuk saya) ~selanjutnya ikhwan yang belum paham dengan dienul islam ini saya sebut ikhwan biasa dalam tanda petik~. Pasti teman teman saya itu mengumpulkan informasi tentang targetnya (disini targetnya adalah akhwat/cewek). Baru teman teman saya itu melancarakan aksinya. Yaitu PDKT pada si target(cewek). Dan ini cukup efektif lho… jadi hati hati bagi akhwat yang mulai diincer oleh seorang IBL (Ikhwan Buaya Latent). satu lagi, kalau berurusan dengan ‘ikhwan biasa’hati hati, karena ‘ikhwan biasa’ bias nekat kalau hajat ndak terpenuhi.
Tapi sedikit bocoran untuk melegakan para ukhti, IBL tidak akan pernah bias menaklukkan FBI (Female bidikan ikhwan) versi arief adi nugroho. Sudah terbukti dulu pas jaman kamandhanu, jaman keris empu gandring masih jaya, jaman arief adi masih make’ putih abu abu.
Kalau ikhwan sejati (ikhwan yang udah paham dienul islam. Untuk selanjutnya ikhwan yang paham akan dienul islam ini saya sebut ikhwan sejati ya. Biar gampang~mudah~) jatuh cinta. Sama, dia pasti akan mengumpulkan informasi dari target(akhwat). Bisa lewat biodata proposal nikah,eh, kalau ini ana belum begitu yakin ding, (belum pernah ngalami)tak pakai contoh lain saja. Conto tetep ikhwan sejati, tapi ‘target’nya ganti Allah AwJ. Pasti sang ikhwan sejati akan mengumpulkan informasi dulu tentang Allah! Yaitu lewat majelis-majelis ilmu yang ada. Lewat kajian kajian yang ada. Lewat kajian dengan murabbinya(MR). ikhwan sejati akan mencari tahu apa yang harus dia lakukan agar TARGET menjadi cinta kepadanya. Tatacaranya juga dicari tahu. Tidak mungkin seorang ikhwan sejati akan langsung PDKT pada TARGET dengan cara asal. Alias harus tau bagaimana yang harus dilakukan. Semua diawali dengan ilmu, baru kemudaian baru amal. Masih ingat kan prioritas Ilmu akan amal dalam buku fiqh prioritasnya Dr.Yusuf Qardhawi? Makanya ikhwan seperti itu.
Yang perlu digaris bawahi adalah, baca FIQH PRIORITAS! Lho.. nggak nyambung ya? Hehe..
1. Prioritas Ilmu akan Amal
2. Bagi para akhhwat, Hati hati sama IBL yang kian menjamur
3. Persiapkan biodata untuk proposal nikah anda sejak saat ini(nggak nyambung…)
Error connection…
Segala Sesuatu jika dikerjakan tanpa ilmu tidak akan memberi hasil yang baik. Begitu juga dengan mencinta. Cinta bukan sesuatu yang tanpa dasar, sesuatu yang Asing. Bukan.
Mari mengasahnya sehingga bisa mencinta secara cerdas.
(Syafree: 8 Kunci Sukses Memahami Isi Hati Cewek)
Bacaan saya dulu :-D
To be Continue…
Posting Pertama Tahun 2009

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-faathir:1)
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al-faathir:2)
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?(Al-faathir:3)
Bar kelangan HP, i love ayat ini banget...
gak tau kenapa, setiap baca ayat yang ke dua hati ini jadi plong... kaya' habis minum sprite! lebih plong malah.. amat sangat banget sensasi plong. apalagi yang bacain syaikh misyari rasyid alefasy....
hiya... keren.. keren... keren...
iyosh..!!
