Kamis, Mei 28, 2009

Episode 28/05/2009, "SECRET IS BEAUTIFUL / Istriku Meninggal" :-(

catatan hari ini :
sobat, kemaren ana baca bukunya mas romi satrio wahono. mantan mahasiswa ilmukomputer di jepang. s1,s2,s3 di jepang. keren yah...

sungguh berbeda dengan arief adi, benar benar mawapres = mahasiswa ip ngepress... udah gitu kuliahnya di universitas nomor satu... nomor satu murahnya!! ada gak universitas di indonesia yang lebih murah dari UNS (Universitas Sebelas Maret)??

ana sedikit sedikit tercerahkan dengan artikel artikel beliau. masih banyak yang harus dikerjakan. dan falsafahkupun berlaku... "Garapan Itu Masih Ada!". artinya sob, kita memiliki banyak kewajiban yang harus diselesaikan. sukur sukur bisa dilakukan dengan baik. kewajiban kewajiban sebagai seorang mahasiswa ilmu komputer dan juga kewajiban sebagai makhluk Allah yang diciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya.



SECRET IS BEAUTIFUL
rahasia itu indah... indah karena menyisakan rasa penasaran bagi yang ingin tahu rahasia itu sendiri. rahasia Allah yang mungkin bisa membuat bahagia, tapi bisa juga merasa tertipu. merasa tertipu bagi orang orang yang tidak mau memperhatikan kehidupan akhiratnya. Allah meng-Enkripsi keindahan syurga di dunia ini dengan berbagai macam kesusahan. jalan ke syurga terasa sangat berat karena telah terenkripsi dengan hal hal yang tidak menyenangkan, seperti berjihad, sholat, puasa, zakat, haji, menutup aurat, menundukkan pandangan dan lain lain yang dirasa menyebalkan. Ya! menyebalkan bagi yang tidak mampu mengkodekan maksud Allah lewat enkripsi ini. tetapi akan terasa sangat ringan bahkan menyenangkan bagi orang orang yang bisa membaca enkripsi jalan ke syurga itu. yaitu orang yang mengetahui chipper (kunci) dan mampu menggunakan kunci itu sendiri.
sobat... kira kira apa chipper itu? kalau menurut ana, chipper itu adalah "orientasi hidup karena Allah". ya... segala sesuatu adalah untuk Allah awj, semata mata hanya untuk mendapatkan ridhoNya. maka tak heran orang seperti itu terlihat sangat sabar dalam menjalani hidup, karena hidupnya memang berorientasi robbani. ana dulu sering tidak paham dengan orang yang mau berjuang dengan gigih, mau bekerja dengan keras, mau berkubang dalam kesibukan tanpa dibayar(ini aktivis). dan ana tanyakan kepada mereka, ternyata Orientasi mereka adalah Allah...
Sobat... mengerti chipper ini tentunya belum cukup untuk menDekripsi sebuah Chipper Text (sandi=teks yang sudah dienkripsi). perlu algoritma untuk membaca sandi itu. dan Algoritma itu adalah "Aqidah yang lurus" dan sesuai dengan Quran dan Sunnah. tanpa aqidah yang lurus (benar), tentunya ke-enjoy-an dalam menjalani kehidupan bisa jadi tidak terjadi. kemarin saya ditanya hartono : "rief, menurutmu orang yang sholat punya niat benar, orientasinya benar, ikhlasnya benar tapi caranya SALAH!(misal takbir diganti tahmid, habis rukuk tidak i'tidal tapi langsung tahiyyat diacak acak gitu)! itu sholatnya diterima tidak "


saya jawab : "boleh jadi ton. tapi aku tidak berani memfonis. karena yang menerima Amalan itu Allah. hak prerogatif Allah, dan aku tidak bisa memprediksi. tapi kalo dinalar ya tidak ton"
kalo' menurut antum gimana sob...??



ISTRIKU KEHILANGAN TUBUHNYA = "selamat tinggal My Azwaaj" :-(
Sobat, istri pertamaku hari ini divonis kehilangan tubuhnya! alias meninggal dunia dengan tenang...
banyak kenangan indah telah kulalui bersamanya. bahkan dia aku beri nama "My Azwaaj". karena tak ubahnya dia adalah istri pertamaku. belahan jiwaku.
bayangkan saja, ketika aku kuliah dia bersamaku, ketika aku belajar dia menemaniku, ketika aku pulang ke wonogiri dia ikut di belakangku, ketika aku pusing dia menghiburku, ketika aku mengerjakan tugas dia membantuku, ketika aku bepergian dia selalu memelukku dari belakang. dia seakan perpanjangan tubuhku. karena hampir 24jam aku bersamanya setiap hari. kini dia telah tiada. Mother Boardnya divonis telah rusak. ini berarti tubuhnya telah mati. dan perlu biaya banyak agar dapat menghidupkannya lagi. semoga Allah mengganti My Azwaaj dengan Azwaaj yang sesungguhnya... Amin...
Ya Allah, kalaupun Engkau tidak menggantinya... aku hanya ingin Engkau tersenyum kepadaku, tidak lebih...




Rabu, Mei 27, 2009

Lebay Membawa Kontroversial


Assalamu'alaykum, saudaraku... saudariku...
akhiku(sadara laki lakiku)... ukhtiku(saudara perempuanku)...

hari ini sebelum menulis sesuatu yang ingin aku tulis, terlebih dahulu aku akan menulis klarifikasi tentang postingku yang lalu, EPISODE 16/05/2009 Sarapan/Bidadari/Seminar/Cinta/Drunken Master. yang ternyata membawa kontroversi pada beberapa orang saudara kita.

nothing to loose ...
itu yang pingin aku katakan nanti. tapi tak katakan diawal untuk variable yang mungkin akan digunakan. berbeda dengan kebiasaanku yang menuliskan variabel (kalo coding) setelah selesai nulis semua kode. entah yang mana yang lebih baik, variabel diawal atau diakhir. tapi menurutku semua ada taste teresendiri, ada seninya tersendiri...

Oke akhi, ukhti... beberapa hari yang lalu gara gara menulis dengan XL MODE-ON aku sudah mencemarkan nama SKI (sebuah lembaga dakwah fakultas), mengingat posisiku disana sebagai kordept. kasian pak ketum yang diprotes sama pak topik dan koordinator akhwat departemen kemuslimahan (selaku penampung aspirasi akhwat).

jadi gini akhi... ukhti...
kemaren kan aku baca tetralogi laskar pelangi, novelnya andrea hirata itu lho... tahu kan? nah... kok gaya tulisannya bagus, agak sedikit lebay sih... maka dari itu aku mencoba nulis dengan agak sedikit LEBAY... alias menulis dalam LEBAY MODE!!

tuh kejadian sebenernya cuma "aku liat ada akhwat ngelamun, pandangannya gak jelas ngarah kemana tapi menurutku dia mengagumkan." secara kan aku laki laki normal...

padahal sudah dijelaskan dalam banyak media bahwasannya manusia itu cenderung kepada keindahan. ya to? cuman tulisannya aja yang lebay kaya' gitu... sapa tau aja ada orang baca bisa ambil baiknya, bukan buruknya.
trus kalo masalah "drunken master", itu memang karakterku yang mudah terbakar kalau ada tantangan. jadi yo maaf, sifat ini belum bisa diterminated.

nah akhi... ukhti... ana minta maaf kalau menyinggun antum, atau antum merasa ana telah mencemarkan nama suatu lembaga.

dan yang perlu digaris bawahi,
1. ana ndak pernah minta titel ADK
2. ana siap diberhentikan dari SKI tinggal antum ngomong sama ketumnya aja, tapi ana tidak akan mengundurkan diri. kasian pak ketum susah nyari ganti orang gila kaya' ana. tapi kalo diberhentikan ya alhamdulillah... ana mundur. geto...

sekali lagi maaf kepada pihak pihak yang tersinggung dengan tulisan tulisan saya.

akhirnya...

"nothing to loose..."

Selasa, Mei 26, 2009

Allah Tidak Akan Membiarkan Pedang-Nya tumpul dan berkarat!!


Assalamu'alaykum saudaraku...

ketoke semakin hari tulisanku semakin nggak mutu ya? hehehe... bukan bermaksud begitu, hanya saja ability kalau tidak diasah ya pasti akan selalu menurun. bukankah begitu saudaraku?

boi... aku mau sedikit bercerita kepadamu tentang suatu kalimat yang aku anggap fantastis!

kemarin, ketika aku ngobrol sama sobatku hartono, tak sengaja aku berkeluh kesah kepadanya tentang keadaanku yang semakin hari semakin "kering" ini, rasanya sakit... mangkel... juga muak dengan kejadian kejadian menyebalkan yang akhir akhir ini menimpaku. :-(

dan dia menjawab : "Santai boi... Allah tidak akan membiarkan pedang-NYA tumpul dan berkarat"

aku langsung mak DEG... weleh... hartono bisa bilang kaya' gitu?? rasa rasanya aku tak percaya pada pendengaranku. seperti salju yang turun di padang pasir... mak nyess.... tapi nggak mungkin! tapi ini kenyataan boi... bahwa salju turun di padang pasir!! kata kata itu benar benar memberikan sebuah kesejukan. dan hampir tidak mungkin karena aku mendengar dari seorang hartono (boi... ternyata aku terlalu meremehkannya)

pelajaran moral nomor enam puluh sembilan : "Jangan pernah meremehkan saudaramu, karena bisa jadi saudaramu itu memberikan suatu pelajaran yang tak ternilai untukmu"

sebuah kata kata motivasi...! entah berapa nilainya... sungguh tidak bisa ditakar dengan bilangan...

kau tau boi... apa artinya kata kata itu?
ya, tentu saja kau tau. Ujian, sakit penderitaan fisik maupun batin. adalah tempaan Allah kepada kita. pedang harus selalu diasah dan ditempa lagi agar menjadi lebih tajam dan bersih mengkilat! boi... melalui kata kata itu aku diingatkan kembali tentang "sabar" yang dijadikan sebuah bab tersendiri dalam kitab riyadhus sholihin... aku teringat hampir semua hadist disana (cuma arti secara garis besar sih), mulai dari mengagumkan perkara seorang muslim, wanita ayan, orang yang sering minta sama rasulullah, kisah seorang pemuda, tukang sihir dan raja, kisah sahabat yang menjamu suaminya padahal anaknya meninggal, wasiat rasulullah JANGAN MARAH berkali kali, musibah menggugurkan dosa, kisah putri rasulullah yang anaknya meninggal, orang yang kuat adalah orang yang kuat menahan marah, dan yang tidak dapat aku sebutkan lainnya...

alhamdulillah... Allah telah mengingatkanku lewat seseorang yang kuanggap biasa tapi sebenarnya LUAR BIASA. dan itulah gunanya ngaji boi... ilmu yang telah mengendap di otak dapat kembali menyembul ke permukaan dan menjadikan lapangnya dada. insyaAllah ndak ada ruginya ngaji boi...

ngaji yuk...




Minggu, Mei 24, 2009

untitle[6]


sebenaenya ana ke warnet gak pengen nulis. tapi mau ngerjakan jugas lantaran "my azwaaj" lagi tak opname di asSyifa computer. gak tau tuh, yayang ndak mau hidup. ngambek kali yak...

Sabar boi...
memang menilai seseorang itu lebih baik kalau lewat saudara/ teman dekatnya. ana pernah mendapatkan petuah itu. jadi, kalo mo liat karakter seseorang,,, lihat saja teman temannya dan lingkungan bergaulnya. itu yang perlu dicatet nanti kalo lagi nyari istri/ suami!

selain itu bisa juga dilihat dari tulisannya. tapi akan lebih bijak jika memandang sebuah permasalahan itu dari berbagi sudut pandang. tidak dari satu angle saja. itulah yang dinamakan arief... atau bahasa kerennya BIJAKSANA...

mudah sekali seseorang menilai sesuatu dengan sekali lihat tanpa memperhatikan aspek lainnya. memang ini adalah sesuatu perkara yang tidak mudah. apalagi jika menyangkut hal hal yang sensitif bagi diri seseorang. misal, saya itu adalah seorang aktivis lingkungan. nah... kalau ada yang buang sampah sembarangan, disengaja atau tidak pasti saya akan naik pitam dan langsung menjustifikasi negatif pada orang itu. tanpa memperhatikan aspek kelalaian sang pembuang sampah dan aspek yang mungkin ada, seperti pembelajaran kepada orang lain. pun sama dengan seseorang yang tidak terima bahwa ternyata ada yang menulis tentang kekurangannya. sungguh... dia akan merasa penulis itu membeberkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi pada orang orang terdekat penulis itu. saya memaklumi akan hal itu.

masalah tulisan sebelum ini... andai anda mendengarkan note saya...
tapi saya tidak akan melakukan pembelaan. karena -sekali lagi saya tuliskan- saya tidak pernah mencari titel ADK. kalaupun ada yang memberi saya titel itu ya saya ndak tau kok bisa gitu...

kebetulan saja saya jadi kordept di sebuah lembaga, dan tiba tiba ketika saya menulis apa adanya saya. saya mendapat masukan bahwa ternyata saya ini bisa menggambarkan saudara saya(mungkin satu lembaga maksudnya). ya... bisa jadi. tapi tidak semua saudara saya seperti saya to? coba di cek. karena hipotesis untuk melihat karakter seseorang anda bisa melihat pribadi teman temannya tidak selalu benar.

banyak contohnya, tapi saya tidak akan menuliskannya...
neng warnet mbayar nda...

akhirnya... saya memohon maaf terhadap orang orang yang merasa tidak nyaman terhadap tulisan saya. yang mungkin merugikan teman teman.

tapi sekali lagi akan sangat CANTIK jika menilai suatu persoalan dari berbagai macam sudut pandang, memosisikan diri pada orang yang dijustifikasi....

sekali lagi, afwan jiddan karena saya memang banyak kesalahan dan kekhilafan terhadap banyak orang...

w3


Minggu, Mei 17, 2009

EPISODE 16/05/2009 Sarapan/Bidadari/Seminar/Cinta/Drunken Master

SARAPAN/BIDADARI/SEMINAR/CINTA/DRUNKEN MASTER
Hari ini kuawali dengan sholat subuh bersama hartono di masjid an-nisa’ kaloran wonogiri. Dekat kiosku (maaf usaha lagi seret, jadi males nulis masalah usahaku) yang berjarak sekitar 500 meteran. Seperti biasa jadi makmum masbuq, nambah satu rokaat. :-( dilanjutkan tilawah bareng sobatku itu, 40 ayat saja. Cukup, tak perlu terlalu banyak kiranya.
Pukul 6.04 aku meluncur ke solo, BARON GEDE, rumah mbak mbarepq (mbarep=bungsu), mbak endang.


SARAPAN,
Ya... sarapan, seperti biasa kalo kesana hajate minta makan,, hehehe... alhamdulillah ada makanan, si wawa jadi bisa nonton TV gara gara ada lik-nya kesana. Karena yang nyetel aku, jadi dia ndak dimarahi Uminya. Nonton filem favoriteku, spongebob! Sarapan yang terasa lezat walau hanya dengan telur goreng, tempe gembus dan oseng oseng tahu. Eh, bukan “hanya” ding... karena diluar sana masih banyak yang tidak bisa merasakan tiga jenis lauk itu. Alhamdulillah... kalu mengingat itu syukurku tak terkira membuncah dalam dada. Terimakasih ya Allah.. terimakasih mbak...
Pukul tujuh seperempat aku meluncur ke mipa, biasa mandi dulu disana. Semua peralatan mandiku kan ada disana. Mandi di kamar mandi gedung A lantai 2 deket lab yang sanitasinya agak macet itu lho. Setelah mandi tanpa ganti baju kembali ke Ar-Rawda untuk berbenah diri (Bukan Make UP), di tangga turunan pas aku turun dari lantai 2 aku bertemu pak PD2. Beliau yang menyapaku lebih dahulu “Mas…” kata beliau sambil berisyarat. Aku jadi malu sendiri karena memakai celana osis dan kaos berkerah saja. Tapi untung sabun dan handukku aku taruh di belakang tubuhku dengan berjalan mbondo tangan (posisi istirahat ditempat). Kalau ketahuan pasti tambah malu aku jadinya. Di rawda aku santai sebentar lalu meluncur ke lantai 4 gedung B FMIPA UNS. Rencana mau ikut seminar karir nasional yang diadakan HIMATIKA UNS.



BIDADARI,
Dalam pejalanan ke lantai 4 gedung B FMIPA dijalan aku bertemu dengan Ardhi wijayanto (Ketua Umum Himaster 2009), kutanyakan kabarnya dan kegiatannya. Tapi dia tidak banyak mengomentariku yang memakai kostum sederhana, Seperti biasa kostumku hanya seadanya. Walau seminar nasional aku tampil sak-sake dengan celana osis yang bawahannya dekat mata kaki sobek sedikit akibat kecantol footstep motor dan kaos berkerah bergaris horisontal coklat muda kombinasi coklat tua dengan kaos dimasukkan dan berikat pinggang kulit perca bermerek levis yang seharga 15 ribuan itu. ya... mungkin sudah biasa aku tampil seadanya, tak ada kitik apapun hari ini. Hanya dari mbakq tadi di Baron gede. But it’s OK.

Ketika aku menyapa pemuda kurus yang tampak berwibawa dengan laptopnya itu, Tanpa sadar mata ini tertuju kepada sesosok makhluk mengagumkan, yang sedang menatap sesuatu, aku tidak yakin, entah sedang memandang apa. Aku bertanya dalam hati, “dia memandangku?” Karena hampir hampir point of viewnya mengarah ke aku. Atau dia hanya melamun? Dan mata ini tak mau tunduk pada pemiliknya yang memerintahkannya untuk segera mengalihkan pandangan dari wanita yang ada sekitar 30 meter persis didepanku itu. I’m lost control... dia duduk di kursi panjang serambi gedung B FMIPA UNS, layaknya seorang putri duduk di singgasananya, dia mengamati hulu balangnya yang lalu lalang siap melayaninya... Anggun… Cantik... itu yang dikatakan indera penglihatanku pada otakku. Seakan semua wanita cantik yang pernah ku lihat menjadi biasa saja, memberi kesan bahwa tidak ada wanita secantik dia sebelumnya. Mungkin sekitar 5 detik aku memandangnya sampai dia memalingkan wajah ayunya itu. Dan urat maluku mulai menguasai kendali mata ini yang secara reflek menunduk dengan wajah menanggung malu. Tapi, Sebelum menunduk aku sempat melihat sesungging senyum dari bibirnya. Aku tak tau apa arti senyuman itu... seakan senyuman itu dingin tapi hangat disisi lain, aku yakin itu bukan senyuman sinis… entahlah, aku hanya menerka dalam hati kemungkinan kemungkinan yang mungkin ada dalam pikiran wanita itu. Mungkin,
“berani beraninya sih kamu ngeliatin aku! Aku ini seorang putri, dan kamu itu tak lebih dari seorang abdiku... kita tidak sekufu!”
Atau
“Akhi... antum gimana sih gak bisa menundukkan pandangan?! Antum ini kordept!! Lucu sekali akhi... lucu sekali!!!” Atau,
“kamu menginginkanku? Lamar saja aku…”

apa yang kupikirkan membuat seakan dia berkata langsung dari jarak satu meter dengan bantuan megaphone yang diarahkan langsung ke telingaku! Dadaku sesak, hatiku bergetar, darahku berdesir dan Malu… itu yang aku rasakan saat itu… (XL Mode ON)
tapi setidaknya aku mendapat pelajaran berharga darinya : “Tidak Menjaga Pandangan dapat meyebabkan serangan jantung, gangguan pernapasan, gangguan pikiran, impotensi ide, tekanan darah tinggi dan MALU!”
aku langsung saja masuk ke gedung B dengan Wajah menunduk kaku setengah berlari kecil seperti seekor anak kucing yang sedang bercanda manja dengan induknya.
Satu yang membekas dalam pikiranku, Ada cassing BIDADARI pada wanita itu… karena aku tidak mengenalnya(Cuma tau namanya), juga tidak tahu kepribadiannya, tapi setidaknya aku berharap bahwa akhlaknya seindah penampilannya…
Mungkin memang benar setan menghias hiasi pandangan laki laki yang masih bujangan terhadap seorang wanita. Benar gak sih? Ya sudah lah… yang terpenting dari itu semua adalah…

Jadilah BIDADARI ukhti…

//*kejadian ini, mungkin aku hanya GR dia memandangku. Dan aku penasaran, makanya ngeliat dia. Itu khusnudzonnya*//


SEMINAR,
Aku tiba di lantai 4 dengan berusaha mengontrol napas akibat pelarianku. Sampai lantai 4 ada yang lari bersembunyi -masuk ke kelas ilkomp- dariku (siapa ya…?). aku langsung menyalami dan beramah tamah dengan anak anak matematik, sembari presensi… aku mencari cari namaku disana. Tapi… what!!?? Namaku nggak ada!! Weleh… panitia… gimana nih namaku gak ada!!? Aku udah bayar nih…
Akhirnya aku langsung disuruh nulis namaku di presensi. Yah, gpp biasa orang seperti aku memang pantas dilupakan. Hiks hiks…
Karena aku termasuk orang orang yang datang pertama aku mendapat full akomodasi mulai dari block note, koran dan brosur seminar.
Di ruangan itu, kucoba mencari bolo (teman) untuk duduk. Yang sekiranya kenal dan bisa diajak ngobrol gitu maksudku. Dan aku menemukannya, Hijrah Saputra dan Aditya Wiyanto!! Partner se media islam ski fmipa uns. Ya lumayan bisa lebih mengakrabkan diri. Setelah duduk beberapa saat teman teman dari fisikapun menyusul di sebelahku, sri yuwono, pak ketum himafis, dan beberapa teman fisika lainnya. Dari mulai acara wis mung bercanda saja adanya… partai oposisi itu kata hijrah, karena memang anak se gank fisika itu selalu mengomentari panitia dan pembicara disana. Tapi memang gayeng bersama mereka.
Pembicara dan Moderator dari Acara ini terpaksa diganti, karena memang yang bersangkutan tidak bisa hadir dalam acara itu karena ada acara lain yang lebih penting kata moderator pengganti yang tak lain adalah wasis anak matematika angkatan 2007, temen di BEM FMIPA dulu. Sekarang juga masih di BEM FMIPA. Sedangkan key note speaker diganti oleh pak farid atau siapa aku lupa, padahal seharusnya adalah MENTRI TENAGA KERJA! Ada sedikit kekecewaan memang, tapi biarlah… toh sudah datang jauh jauh menggantikan pak Mentri.
Ketika keynote speaker pertama selesai, pas sesi pertanyaan yang ke dua. Aku mendapatkan SMS dari seseorang yang aku CINTA! Dan akupun harus keluar menemuinya


CINTA,

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur, Cinta sendirilah yang menerangkan cinta, dan tercinta (Anna Althafunnisa, Novel Ketika Cinta bertasbih)


Aku tidak mampu menemukan arti cinta yang pas. Ya, tapi aku merasa mencintainya, anak manusia menakjubkan yang berasal dari purwodadi itu sangat menarik hatiku. Tubuhnya kecil berbaju hitam lengan panjang dan kaus kaki panjang menutupi kedua kakinya yang hanya beralaskan sandal saja. Perawakannya kurus, tinggi berwajah cerah dengan pipi yang agak menjorok kedalam karena kurusnya. Pembawaannya ceria dan bersahaja. Setiap ikhwan yang memandangnya pasti akan langsung merasa senang dengannya.
Mas Joko, itulah lafadz yang aku ucapkan untuk memanggil beliau. Beliau kuliah di pendidikan kimia UNNES angkatan 2004, ketum ski mipa UNNES 2006. Sudah beberapa bulan lalu wisuda. Beliau Seorang petua JRMN yang aku temui di OENSOED ketika musyker JRMN disana tahun pertama aku di JRMN

(ketika itu sebenarnya aku harus berangkat dengan mas rocky –ketum ski periode ini- tapi beliaunya berhalangan karena sakit mendadak. aku masih ingat, Ketika itu aku ngotot mau berangkat ke unsud dengan atau tanpa teman ikhwan, dan akhirnya ketum SKI saat itu mas Vika membersamaiku berangkat ke UNSUD, yang berangkat aku dan mas vika untuk ikhwan, untuk akhwatnya ada mbak ita sama mbak lulu yang keduanya dari matematik, mas vikapun juga dari matematik. Aku heran kalau melihat diriku dulu… kok mau ya jauh jauh ke UNSUD, padahal swadaya alias gak ada dana dari SKI untuk musykerwil JRMN itu, tapi sampai di unsud diakomodasi pak dhenya mbk lulu, dari penjemputan sampai makan malam. Syukron jazakumullah mbak lulu. Sebenarnya saya bener bener malu saat itu).

Pribadi mengagumkan ini datang ke UNS, jauh jauh datang dari UNNES untuk mendaftar kuliah S2 di UNS. Sayang hari ini hari sabtu. Jadi birokrasi tutup. Yah… “silaturahmi sama antum dik”. Begitu katanya. Beliau rupanya tidak tahu kalau UNS hanya 5 hari kerja. Jadi pulang dengan tangan hampa. Eh, bukan, bukan dengan tangan hampa. Tapi dengan membawa kepuasan bertemu saudara saudara seiman seperjuangan yang dicintainya. Dan akupun mencintainya. Dialah cinta berbalas yang aku miliki selain cinta kepadaAllah, keluarga dan sanak saudaraku. Cinta yang didasarkan pada pondasi yang kuat. Ukhuwah islamiyah. Cinta yang terjadi karena Allah, bukan karena yang lain.
Aku memeluknya dengan hangat dan seperti biasa kami ngobrol tentang keadaan masing masing dan kondisi kampus. Perbincangan lumayan lama, tapi beliau mau melanjutkan perjalanannya ke jogja untuk bersilaturahmi dengan ikhwah disana. Rencana mau nginep di jogja. Benar benar manusia yang senang bersilaturahmi, semoga Allah memanjangkan umur beliau aamin..

DRUNKEN MASTER,

Bukan Arief namanya kalau tidak memenuhi tantangan! Tantangan konyol sekalipun… ya, sekembalinya aku ke seminar aku sungkan untuk masuk kembali ke aula. Pasalnya tempat dudukku di jajaran depan. Dan aku malas melewati banyak sekali manusia disana. Jadi aku di luar saja, di tempat panitia ngobrol sama akh hari. Ngobrol nggak jelas ngalor ngidul, sampai aku dikasih jatah coffe break 2 gelas plus aku ngambil coca cola sendiri setelah konfirmasi sama panitia. Setelah lama berbincang aku tidak tahu ada angin apa seenarnya yang membuat hari menantangku untuk balapan minum coca cola. Dan secara insting aku langsung menerima tantangan itu! Kami berada di belakang meja panitia, di depan box coca cola yang masih belasan itu. Lombapun dimulai, botol pertama seakan aku tak mampu lagi memasukkan botol kedua. Si hari masih dengan tenangnya mengambil botol ke dua. Panitia akhwat di samping terlihat khawatir nanti kalo kami sakit bagaimana, “nanti sakit perut lho…” suasana jadi ramai sekali. Sampai sampai panitia di dalam aula memberi kode kami untuk lebih tenang! Sampai botol ke 4 aku sempat hampir muntah, gelembung soda yang ada dalam lambung mendadak mau keluar. Bahkan sebenarnya sudah keluar! Tapi aku telan lagi. Gila!! Sampai botol ke 5 kami berhenti. Nafas ngos ngosan, udara di dalam lambung memberontak keluar seperti ban motor yang dipompa berlebih. Dan sendawa pun tak terelakkan. Whrreee….. whrree…. Mirip iklan fanta alien. Hallo… aku sudah tidak kuat. Begitu juga hari. Tapi aku tidak mau kalah… aku paksakan lagi satu botol! Botol ke 6 walau udara dalam lambung yang diakibatkan oleh soda memberontak berteriak teriak ingin keluar. Satu botol terakhir… dan Haripun tidak terima. Dia juga meminum botol ke 6!! Suasana riuh…
Dan akhirnya aku benar benar berhenti… aku pikir kalaupun aku nambah lagi pasti si hari tidak terima dan akan nambah juga. Aku sudah tau watak anak itu. Susah menyerah! Jadi ya… sudah aku akhiri saja kecuali jika dia nambah lagi. Toh aku tidak mutlak kalah, Begitu pikirku. 6 botol!!! 6 botol coca cola 190ml dipaksa masuk ke lambung… dan lombapun seri… walaupun si hari yang lebih dahulu menghabiskan botol terakhir. Yo wis lah, secara time dia yang menang!! Benar benar perut gentong tuh anak… salut nda…
Inilah pertama kalinya aku menjadi the drunken master dadakan!! Walhasil akibat perbuatan kami, kami pula yang menanggungnya sendiri. Selama setengah jam lebih sendawa tak henti hentinya keluar dari mulut kami. Bahkan si hari pas sholat sendawanya keluar terus… aku mending udah tak paksakan keluar sebelum sholat. Jadi pas sholat dhuhur itu tinggal dikit. Hampir hampir aku tertawa dalam sholat mendengar sendawanya itu :-(
Ya Allah… Ampuni hambamu yang sudah melampaui batas ini…

Terakhir…
Pulang ke wonogiri end.

pelajaran moral yang dapat dipetik : arief hanyalah manusia normal yang tak normal, takpantas dipuji apalagi dikagumi..



Kamis, Mei 14, 2009

Buang Rasa Pesimismu!!


Anda pernah merasa pesimis? Kenapa? Terlalu jauh untuk digapai? Hehehe… saya rasa anda harus segera mengakhiri rasa pesimis itu! Baru saja saya membaca novel sang pemimpi,-benar benar novel inspiratif- dan saya mendapat kesimpulan bahwa mau tidak mau sifat pesimis itu harus anda hilangkan dari diri anda kalau anda seorang muslim. Kenapa? karena anda BUKAN TUHAN! PESIMIS, sama saja dengan anda mendahului ketentuan TUHAN tentang diri anda. Padahal anda belum mencoba, anda belum mengetahui hasilnya… kenapa sudah memfonis untuk GAGAL atau menghasilkan sesuatu yang tidak memuaskan sebelum berusaha melakukannya? Bukankah hal ini sama saja dengan mendahului TUHAN?

Lagipula Allah bersama persangkaan hamba hambanya bukan? Jadi kenapa pesimis…?? Dan satu yang harus ada pada diri saya adalah rasa percaya bahwa semua sudah tertulis di dalam kitab-Nya. Kita hanya menjalankan skenario-Nya. Tentusaja dengan aturan yang telah Allah tetapkan, seperti hukum sebab akibat. Contoh real adalah, ketika anda lapar tetapi anda tidak makan. Apa yang akan anda rasakan? Tentu saja tetap lapar dan lapar itu tidak hilang dari diri anda. Anda harus makan untuk menghilangkan lapar itu! Dan dengan ijin Allah, makanan yang anda makan akan mengenyangkan anda. insyaAllah…

Ya, tentunya ini adalah pengingatan bagi saya sendiri. Untuk membuang jauh jauh sifat pesimis… selama saya berusaha untuk mencapai tujuan… pasti Allah akan memudahkan, atau paling tidak memberikan kompensasi dari usaha kita. Walaupun dengan tidak sama persis dengan apa yang kita harapkan. Dan saya percaya itu. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.

Sikap “pembunuh” karakter yang membuat kita mati gaya ini tak seharusnya melekat pada diri kita. Ya… biar gak mati gaya nge-Net dukz… nulis di blog. Satu impian saya saat ini adalah menulis sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit dan dibaca oleh banyak orang. Impian yang saya rasa sangat jauh dari kondisi saya sekarang yang kalau coding PHP saja masih blekak-blekuk tak karuan (hayyah… apa hubungannya coding sama menulis buku:-P ). sekarang saya mulai dari menulis di blog ini dulu. Baru kemudian dikirimkan ke media cetak. Itu planning saya. Kenapa tidak langsung dikirim ke media cetak saja langsung? Takut ditolak? Sama sekali tidak! Bukan itu masalahnya. Saya hanya ingin menulis dengan tenang dahulu, lagipula tugas kuliah dan organisasi juga numpuk-numpuk ndak karuan. tapi insyaAllah saya yakin untuk menerbitkan buku (kalo ada yang mau nerbitkan sih…). Ya, dari blog ini bermula…



Dan saya yakin! insyaAllah saya sudah membunuh rasa pesimis saya. Termasuk membuat warnet di wonogiri yang sekarang masih berdarah darah! Saya yakin akan berdiri!! Dan setelah itu planning selanjutnya adalah 2011!! Saya harus pergi dari MIPA. Bukan tidak betah, tapi memang itu waktu normal saya keluar dari bangku kuliah. Dan itulah waktu untuk mencoba untuk mengejar “Dzakkiyyah Nurmala” saya, walaupun saya belum sempat menempelkan lumpur yang membekas pada dinding hati seperti yang Arai lakukan, saya yakin… kalau semua akan indah pada waktunya. Tunggu saja, karena saya bukan orang yang suka main-main! Walau Entah dengan “Dzakkiyyah Nurmala” saya itu, ataupun malah yang lebih baik dari dia. insyaAllah…

BURNING MODE ON!!
Arief Adi Nugroho



ilmiah


Saat semuanya mengarah pada “ilmiah” kadang otakku yang kecil ini tidak mau menerima keilmiahan itu. Saat angka angka dijadikan tolak ukur suatu kesuksesan seseorang, tak terbayang dalam pikiranku untuk mengukur diriku dengan angka angka itu. Karena menurutku, tak semua harus ilmiah, tak semua harus dapat diukur dengan angka angka. Seperti merpati yang membonceng pesawat jumbo jet untuk mencapai daerah tujuannya. tapi ternyata ada angka angka yang sangat menarik. Ilmiah, menerangkan sesuatu yang bisa dipahami secara nalar.
kehidupan dunia. Kita ibaratkan kita hidup di dunia 100 tahun saja. Ini sudah estimasi yang melebihi kapasitas saya kira. Karena kebanyakan orang mati pada umur 60an. Untuk mati secara normal tentunya. Dengan sebuah perhitungan perbandingan kehidupan dunia dan akhirat, maka kehidupan akhirat itu kekal. Unlimited alias tak terhingga jangka waktunya. Jadi perbandingan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat adalah 100 th/∞ =0. Ya, dunia dan seisinya hanyalah 0 tak berarti jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Jadi tidak berlebihan jika Allah mengabarkan kepada kita kehidupan diakhirat dengan “wah” nikmatnya atau beratnya siksaan disana. Tak lain dan tak bukan semata karena mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri di kehidupan yang kekal, yaitu kehidupan akhirat. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Saya mendapat rumus ini dari sebuah buku yang lupa saya judulnya. Tapi yang jelas bukunya ditulis oleh mahasiswa STIS. Afwan saya lupa.
Kalau dien itu adalah logika, tentu ketika mengusap qub (semacam sepatu) itu di bawahnya, bukan diatas (karena yang bawah yang kotor). Kalaupun dien itu dengan logika, kenapa wudhu hanya bagian bagian wudhu sekarang? Padahal yang membatalkan adalah kentut, buang air padahal letak yang membatalkan tidak di area wudhu. Bukankah semertinya yang bertanggungjawab adalah yang berhubungan dengan itu?
Kalau dilogika, susah untuk memahami seorang kekasih yang menunggu pujaan hatinya ber jam jam dengan rela, padahal pekerjaannya yang lain menumpuk. Kalau pakai logika, mana mau orang tua membiayai pendidikan anak perempuannya padahal nanti ilmu yang didapat tidak dipakai kerja di kantor dan menghasilkan uang.
Kalau dilogika, shodaqoh itu mengurangi harta kita! Tapi pada hakikatnya tidak. Bahkan menambah rizki kita (baca buku buku ust.yusuf mansyur). Kalau saya baca cashflow quadrant-nya robert t kiyosaki, memberi adalah salah satu sarana untuk menanamkan rasa bahwa kita ini mampu dan berfikir positif bahwa kita berkecukupan (karena mampu memberi), sehingga tersugesti pada pikiran kita untuk berkecukupan dan secara sadar atau tidak, sugesti itu terealisasi pada kegiatan seseorang yang memberi. Dan menjadikan yang kaya tambah kaya. –saya agak lupa–
Seseorang memang bagus dengan logika. Tapi hendaknya tidak menuhankan logika seperti orang orang barat. Yang hanya mengakui sesuatu kasat mata saja. Saran saya Pandai pandai menggunakan dan menempatkan logika, bukankah semakin diasah sabit akan semakin tajam?
Lantas bagaimana mengasahnya? Salah satu cara mengasahnya adalah mendatangi majelis majelis ilmu. Pemberi suplemen ruhani, sehingga logika bisa berjalan sesuai dengan kehendak illahi. Bukan nafsu hewani! Kalau mengenai masalah yang sensitif, saya harap kita berkhusnudzon dulu, lantas dengan cepat melakukan tabayyun pada masalah itu. Dengan begitu saya kira kondisi runyam bisa dihindari.
Jadi… Afwan jiddan kalau menggurui. Atau menyesatkan, Cuma share apa yang ada dalam hati kog… :-P
Wass…


Senin, Mei 11, 2009

Tentang perasaan yang tidak bisa dirasakan …

Titik titik air turun dengan ceria, melompat lompat girang di pelataran mipa. Pukul 14.45 aku mulai mengetikkan kata kata dengan laptopku. Menumpahkan pilu yang sedari tadi bersarang dalam kalbu. Sebuah keheningan kurasakan disini, di mushola gedung B FMIPA UNS. Sendiri… it’s very kind of me. Sendiri, dan senang menyendiri. Ruangan ini redup diterpa semburat pantulan sinar mentari yang tertutup mendung hari ini. Ya, memang sudah seharusnya redup. Seperti hatiku yang redup hari ini.

Ketika sebuah asa memaksa jiwa lakukan karya. Sedikit rasa bergerilya untuk memadamkannya. FUTUR!! Mungkin itu yang aku rasakan hari ini. Tanpa ada yang menghibur, tanpa ada yang menegur! Membuatku beberapa langkah mundur teratur. Hey… jiwa tak akan pernah lelah!! Hanya semangat yang mungkin dalam posisi titik balik minimum. Dan hanya kepada Allahlah kamu akan dikembalikan. Maka nikmat apa lagi yang kamu dustakan? Ingin rasanya pipi ini mengalir sungai cinta kepadaNYA, rasa harap, takut, cemas hanya karenaNYA. Dan tak ada lagi yang tak sirna selain Dia.

Kenapa harus merasa risau, bila sesuatu nikmat yang Allah berikan kepada hambanya berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya! Aku… sekarang sangat sadar dan menyadari bahwa aku telah melakukan kesalahan besar!! Sebuah kesalahan tentang perasaan, tapi dimana kesalahan itu…?? Hati ini mengharu biru mencari makna dalam kalbu. Seperti kecepatan rambat suara di ruang hampa!! Memang ada?? Sebuah jawaban yang ternyata telah lama diberikan Allah pada Hambanya. Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku, katanya. Bukan hanya beribadah… sebuah keridhoan dariNya adalah yang terpenting. Kau tau apa kesalahanku?

Kesalahan terbesarku adalah “MENJADIKAN SARANA SEBAGAI TUJUAN”!! Sering sekali aku melakukan itu, kau tahu itu kan? Kaya, Status Sosial, Kemampuan Berbicara, Skill coding, Pulang kampung, IP bagus, Penghasilan Tinggi, Istri Sholehah… semua itu hanyalah sarana!! Tidak lebih!!! Kenapa aku selalu pusing memikirkan sebagian dari mereka? Bukankah mereka itu hanya sarana? SARANA UNTUK MENDAPATKAN Ridho Allah Azza Wa Jalla. Sama sekali bukan Tujuan!! Dan si payah arief sering menuju sarana itu dengan menggebu.

Dan untuk calon istriku, blog ini juga adalah sebuah sarana menggapai keridhoannya. Bukan untuk pamer kepadamu, apalagi pembuktian cintaku padamu. Payah… Payah benar jika aku meniatkan blog ini hanya untukmu saja. Walau memang benar ini adalah seberkas cintaku untukmu. Tapi hari ini… Sebuah perasaan yang tak bisa dirasakan … telah aku rasakan melalui sebuah epilog kehidupan. Kehidupan hari ini. Yang tak akan pernah terulang lagi…

Astaghfirullah…
Hanya Kepada-MU hamba berserah diri





Selasa, Mei 05, 2009

untitled[5]

Pren... gw bosen kuliah nih... gak tau napa, tapi mungkin karena kegiatan kampu yang udah ndak seperti dulu kali ya...

kalu mengenang masa lalu... syuro' hampir tiap hari, kalo ndak di bem ya di ski, kalo ndak di ski ya di ukmi, kalo ndak di ukmi ya di kopma, kalo ndak di kopma ya... masih hankout sama temen temen. walaupun kadang balik ke kos jam 9 malam... msih ada aja yang harus dikerjain,,, sampai jam 12 bahkan ndak tidurpun pernah. sering malah...

sekarang taste itu pelan pelan memudar seiring berjalannya waktu untuk mereka. tugas kampus banyak sih... tapi seharusnya bisa kukerjakan sendiri. seperti dulu. tapi semangatku kok menghilang ya... nampaknya aku sudah butuh seseorang yang mau mengingatkanku saat futur. menegurku saat malas menjangkit, dan memperhatikanku saat gak mau mandi...

ya... aku sudah bosan di kampus ini! aku putuskan untuk pergi dari sini... 2011 nanti!! harus... harus... berapapun IPnya...




Senin, Mei 04, 2009

untitled[4]


Kenapa Makhluk "cantik" itu narsis sekali...

Ya Allah... ampuni hambamu yang ndak bisa mikir ini, yang sering tergoda melihat si narsis yang "cantik" di galery FaceBook...

kenapa sih dia narsis, wong gak narsis aja udah cantik kok...?

mungkin niatannya enggak narsis sih... tapi fotnya itu lho... paling dia ndak nyadar kalo dia itu cantik. makanya dipajang kaya gitu... apa malah sengaja dipampang disitu?? serba salah...

satu satunya yang salah dan dapat disalahkan adalah "AKU"... yang tidak bisa mikir...

mereka bilang... siapa suruh ngeliatin foto kami? ndak ada yang nyuruh kok... TUNDUKKAN PANDANGAN AKHI!!!

saya jawab... "apakah saya harus menutup telinga ketika berjalan melewati anda... agar tidak mendengar apa yang anda bicarakan? sedangkan anda bicara dengan keras dan tiba tiba...!"

Ya Allah... Ampuni hambamu yang bodoh ini, sesungguhnya Engkaulah pemilik segala ilmu...