SARAPAN/BIDADARI/SEMINAR/CINTA/DRUNKEN MASTER
Hari ini kuawali dengan sholat subuh bersama hartono di masjid an-nisa’ kaloran wonogiri. Dekat kiosku (maaf usaha lagi seret, jadi males nulis masalah usahaku) yang berjarak sekitar 500 meteran. Seperti biasa jadi makmum masbuq, nambah satu rokaat. :-( dilanjutkan tilawah bareng sobatku itu, 40 ayat saja. Cukup, tak perlu terlalu banyak kiranya.
Pukul 6.04 aku meluncur ke solo, BARON GEDE, rumah mbak mbarepq (mbarep=bungsu), mbak endang.

SARAPAN,
Ya... sarapan, seperti biasa kalo kesana hajate minta makan,, hehehe... alhamdulillah ada makanan, si wawa jadi bisa nonton TV gara gara ada lik-nya kesana. Karena yang nyetel aku, jadi dia ndak dimarahi Uminya. Nonton filem favoriteku, spongebob! Sarapan yang terasa lezat walau hanya dengan telur goreng, tempe gembus dan oseng oseng tahu. Eh, bukan “hanya” ding... karena diluar sana masih banyak yang tidak bisa merasakan tiga jenis lauk itu. Alhamdulillah... kalu mengingat itu syukurku tak terkira membuncah dalam dada. Terimakasih ya Allah.. terimakasih mbak...
Pukul tujuh seperempat aku meluncur ke mipa, biasa mandi dulu disana. Semua peralatan mandiku kan ada disana. Mandi di kamar mandi gedung A lantai 2 deket lab yang sanitasinya agak macet itu lho. Setelah mandi tanpa ganti baju kembali ke Ar-Rawda untuk berbenah diri (Bukan Make UP), di tangga turunan pas aku turun dari lantai 2 aku bertemu pak PD2. Beliau yang menyapaku lebih dahulu “Mas…” kata beliau sambil berisyarat. Aku jadi malu sendiri karena memakai celana osis dan kaos berkerah saja. Tapi untung sabun dan handukku aku taruh di belakang tubuhku dengan berjalan mbondo tangan (posisi istirahat ditempat). Kalau ketahuan pasti tambah malu aku jadinya. Di rawda aku santai sebentar lalu meluncur ke lantai 4 gedung B FMIPA UNS. Rencana mau ikut seminar karir nasional yang diadakan HIMATIKA UNS.

BIDADARI,
Dalam pejalanan ke lantai 4 gedung B FMIPA dijalan aku bertemu dengan Ardhi wijayanto (Ketua Umum Himaster 2009), kutanyakan kabarnya dan kegiatannya. Tapi dia tidak banyak mengomentariku yang memakai kostum sederhana, Seperti biasa kostumku hanya seadanya. Walau seminar nasional aku tampil sak-sake dengan celana osis yang bawahannya dekat mata kaki sobek sedikit akibat kecantol footstep motor dan kaos berkerah bergaris horisontal coklat muda kombinasi coklat tua dengan kaos dimasukkan dan berikat pinggang kulit perca bermerek levis yang seharga 15 ribuan itu. ya... mungkin sudah biasa aku tampil seadanya, tak ada kitik apapun hari ini. Hanya dari mbakq tadi di Baron gede. But it’s OK.

Ketika aku menyapa pemuda kurus yang tampak berwibawa dengan laptopnya itu, Tanpa sadar mata ini tertuju kepada sesosok makhluk mengagumkan, yang sedang menatap sesuatu, aku tidak yakin, entah sedang memandang apa. Aku bertanya dalam hati, “dia memandangku?” Karena hampir hampir point of viewnya mengarah ke aku. Atau dia hanya melamun? Dan mata ini tak mau tunduk pada pemiliknya yang memerintahkannya untuk segera mengalihkan pandangan dari wanita yang ada sekitar 30 meter persis didepanku itu. I’m lost control... dia duduk di kursi panjang serambi gedung B FMIPA UNS, layaknya seorang putri duduk di singgasananya, dia mengamati hulu balangnya yang lalu lalang siap melayaninya... Anggun… Cantik... itu yang dikatakan indera penglihatanku pada otakku. Seakan semua wanita cantik yang pernah ku lihat menjadi biasa saja, memberi kesan bahwa tidak ada wanita secantik dia sebelumnya. Mungkin sekitar 5 detik aku memandangnya sampai dia memalingkan wajah ayunya itu. Dan urat maluku mulai menguasai kendali mata ini yang secara reflek menunduk dengan wajah menanggung malu. Tapi, Sebelum menunduk aku sempat melihat sesungging senyum dari bibirnya. Aku tak tau apa arti senyuman itu... seakan senyuman itu dingin tapi hangat disisi lain, aku yakin itu bukan senyuman sinis… entahlah, aku hanya menerka dalam hati kemungkinan kemungkinan yang mungkin ada dalam pikiran wanita itu. Mungkin,
“berani beraninya sih kamu ngeliatin aku! Aku ini seorang putri, dan kamu itu tak lebih dari seorang abdiku... kita tidak sekufu!”
Atau
“Akhi... antum gimana sih gak bisa menundukkan pandangan?! Antum ini kordept!! Lucu sekali akhi... lucu sekali!!!” Atau,
“kamu menginginkanku? Lamar saja aku…”
apa yang kupikirkan membuat seakan dia berkata langsung dari jarak satu meter dengan bantuan megaphone yang diarahkan langsung ke telingaku! Dadaku sesak, hatiku bergetar, darahku berdesir dan Malu… itu yang aku rasakan saat itu… (XL Mode ON)
tapi setidaknya aku mendapat pelajaran berharga darinya : “Tidak Menjaga Pandangan dapat meyebabkan serangan jantung, gangguan pernapasan, gangguan pikiran, impotensi ide, tekanan darah tinggi dan MALU!”
aku langsung saja masuk ke gedung B dengan Wajah menunduk kaku setengah berlari kecil seperti seekor anak kucing yang sedang bercanda manja dengan induknya.
Satu yang membekas dalam pikiranku, Ada cassing BIDADARI pada wanita itu… karena aku tidak mengenalnya(Cuma tau namanya), juga tidak tahu kepribadiannya, tapi setidaknya aku berharap bahwa akhlaknya seindah penampilannya…
Mungkin memang benar setan menghias hiasi pandangan laki laki yang masih bujangan terhadap seorang wanita. Benar gak sih? Ya sudah lah… yang terpenting dari itu semua adalah…
Jadilah BIDADARI ukhti…
//*kejadian ini, mungkin aku hanya GR dia memandangku. Dan aku penasaran, makanya ngeliat dia. Itu khusnudzonnya*//

SEMINAR,
Aku tiba di lantai 4 dengan berusaha mengontrol napas akibat pelarianku. Sampai lantai 4 ada yang lari bersembunyi -masuk ke kelas ilkomp- dariku (siapa ya…?). aku langsung menyalami dan beramah tamah dengan anak anak matematik, sembari presensi… aku mencari cari namaku disana. Tapi… what!!?? Namaku nggak ada!! Weleh… panitia… gimana nih namaku gak ada!!? Aku udah bayar nih…
Akhirnya aku langsung disuruh nulis namaku di presensi. Yah, gpp biasa orang seperti aku memang pantas dilupakan. Hiks hiks…
Karena aku termasuk orang orang yang datang pertama aku mendapat full akomodasi mulai dari block note, koran dan brosur seminar.
Di ruangan itu, kucoba mencari bolo (teman) untuk duduk. Yang sekiranya kenal dan bisa diajak ngobrol gitu maksudku. Dan aku menemukannya, Hijrah Saputra dan Aditya Wiyanto!! Partner se media islam ski fmipa uns. Ya lumayan bisa lebih mengakrabkan diri. Setelah duduk beberapa saat teman teman dari fisikapun menyusul di sebelahku, sri yuwono, pak ketum himafis, dan beberapa teman fisika lainnya. Dari mulai acara wis mung bercanda saja adanya… partai oposisi itu kata hijrah, karena memang anak se gank fisika itu selalu mengomentari panitia dan pembicara disana. Tapi memang gayeng bersama mereka.
Pembicara dan Moderator dari Acara ini terpaksa diganti, karena memang yang bersangkutan tidak bisa hadir dalam acara itu karena ada acara lain yang lebih penting kata moderator pengganti yang tak lain adalah wasis anak matematika angkatan 2007, temen di BEM FMIPA dulu. Sekarang juga masih di BEM FMIPA. Sedangkan key note speaker diganti oleh pak farid atau siapa aku lupa, padahal seharusnya adalah MENTRI TENAGA KERJA! Ada sedikit kekecewaan memang, tapi biarlah… toh sudah datang jauh jauh menggantikan pak Mentri.
Ketika keynote speaker pertama selesai, pas sesi pertanyaan yang ke dua. Aku mendapatkan SMS dari seseorang yang aku CINTA! Dan akupun harus keluar menemuinya

CINTA,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur, Cinta sendirilah yang menerangkan cinta, dan tercinta (Anna Althafunnisa, Novel Ketika Cinta bertasbih)
Aku tidak mampu menemukan arti cinta yang pas. Ya, tapi aku merasa mencintainya, anak manusia menakjubkan yang berasal dari purwodadi itu sangat menarik hatiku. Tubuhnya kecil berbaju hitam lengan panjang dan kaus kaki panjang menutupi kedua kakinya yang hanya beralaskan sandal saja. Perawakannya kurus, tinggi berwajah cerah dengan pipi yang agak menjorok kedalam karena kurusnya. Pembawaannya ceria dan bersahaja. Setiap ikhwan yang memandangnya pasti akan langsung merasa senang dengannya.
Mas Joko, itulah lafadz yang aku ucapkan untuk memanggil beliau. Beliau kuliah di pendidikan kimia UNNES angkatan 2004, ketum ski mipa UNNES 2006. Sudah beberapa bulan lalu wisuda. Beliau Seorang petua JRMN yang aku temui di OENSOED ketika musyker JRMN disana tahun pertama aku di JRMN
(ketika itu sebenarnya aku harus berangkat dengan mas rocky –ketum ski periode ini- tapi beliaunya berhalangan karena sakit mendadak. aku masih ingat, Ketika itu aku ngotot mau berangkat ke unsud dengan atau tanpa teman ikhwan, dan akhirnya ketum SKI saat itu mas Vika membersamaiku berangkat ke UNSUD, yang berangkat aku dan mas vika untuk ikhwan, untuk akhwatnya ada mbak ita sama mbak lulu yang keduanya dari matematik, mas vikapun juga dari matematik. Aku heran kalau melihat diriku dulu… kok mau ya jauh jauh ke UNSUD, padahal swadaya alias gak ada dana dari SKI untuk musykerwil JRMN itu, tapi sampai di unsud diakomodasi pak dhenya mbk lulu, dari penjemputan sampai makan malam. Syukron jazakumullah mbak lulu. Sebenarnya saya bener bener malu saat itu).
Pribadi mengagumkan ini datang ke UNS, jauh jauh datang dari UNNES untuk mendaftar kuliah S2 di UNS. Sayang hari ini hari sabtu. Jadi birokrasi tutup. Yah… “silaturahmi sama antum dik”. Begitu katanya. Beliau rupanya tidak tahu kalau UNS hanya 5 hari kerja. Jadi pulang dengan tangan hampa. Eh, bukan, bukan dengan tangan hampa. Tapi dengan membawa kepuasan bertemu saudara saudara seiman seperjuangan yang dicintainya. Dan akupun mencintainya. Dialah cinta berbalas yang aku miliki selain cinta kepadaAllah, keluarga dan sanak saudaraku. Cinta yang didasarkan pada pondasi yang kuat. Ukhuwah islamiyah. Cinta yang terjadi karena Allah, bukan karena yang lain.
Aku memeluknya dengan hangat dan seperti biasa kami ngobrol tentang keadaan masing masing dan kondisi kampus. Perbincangan lumayan lama, tapi beliau mau melanjutkan perjalanannya ke jogja untuk bersilaturahmi dengan ikhwah disana. Rencana mau nginep di jogja. Benar benar manusia yang senang bersilaturahmi, semoga Allah memanjangkan umur beliau aamin..
DRUNKEN MASTER,
Bukan Arief namanya kalau tidak memenuhi tantangan! Tantangan konyol sekalipun… ya, sekembalinya aku ke seminar aku sungkan untuk masuk kembali ke aula. Pasalnya tempat dudukku di jajaran depan. Dan aku malas melewati banyak sekali manusia disana. Jadi aku di luar saja, di tempat panitia ngobrol sama akh hari. Ngobrol nggak jelas ngalor ngidul, sampai aku dikasih jatah coffe break 2 gelas plus aku ngambil coca cola sendiri setelah konfirmasi sama panitia. Setelah lama berbincang aku tidak tahu ada angin apa seenarnya yang membuat hari menantangku untuk balapan minum coca cola. Dan secara insting aku langsung menerima tantangan itu! Kami berada di belakang meja panitia, di depan box coca cola yang masih belasan itu. Lombapun dimulai, botol pertama seakan aku tak mampu lagi memasukkan botol kedua. Si hari masih dengan tenangnya mengambil botol ke dua. Panitia akhwat di samping terlihat khawatir nanti kalo kami sakit bagaimana, “nanti sakit perut lho…” suasana jadi ramai sekali. Sampai sampai panitia di dalam aula memberi kode kami untuk lebih tenang! Sampai botol ke 4 aku sempat hampir muntah, gelembung soda yang ada dalam lambung mendadak mau keluar. Bahkan sebenarnya sudah keluar! Tapi aku telan lagi. Gila!! Sampai botol ke 5 kami berhenti. Nafas ngos ngosan, udara di dalam lambung memberontak keluar seperti ban motor yang dipompa berlebih. Dan sendawa pun tak terelakkan. Whrreee….. whrree…. Mirip iklan fanta alien. Hallo… aku sudah tidak kuat. Begitu juga hari. Tapi aku tidak mau kalah… aku paksakan lagi satu botol! Botol ke 6 walau udara dalam lambung yang diakibatkan oleh soda memberontak berteriak teriak ingin keluar. Satu botol terakhir… dan Haripun tidak terima. Dia juga meminum botol ke 6!! Suasana riuh…
Dan akhirnya aku benar benar berhenti… aku pikir kalaupun aku nambah lagi pasti si hari tidak terima dan akan nambah juga. Aku sudah tau watak anak itu. Susah menyerah! Jadi ya… sudah aku akhiri saja kecuali jika dia nambah lagi. Toh aku tidak mutlak kalah, Begitu pikirku. 6 botol!!! 6 botol coca cola 190ml dipaksa masuk ke lambung… dan lombapun seri… walaupun si hari yang lebih dahulu menghabiskan botol terakhir. Yo wis lah, secara time dia yang menang!! Benar benar perut gentong tuh anak… salut nda…
Inilah pertama kalinya aku menjadi the drunken master dadakan!! Walhasil akibat perbuatan kami, kami pula yang menanggungnya sendiri. Selama setengah jam lebih sendawa tak henti hentinya keluar dari mulut kami. Bahkan si hari pas sholat sendawanya keluar terus… aku mending udah tak paksakan keluar sebelum sholat. Jadi pas sholat dhuhur itu tinggal dikit. Hampir hampir aku tertawa dalam sholat mendengar sendawanya itu :-(
Ya Allah… Ampuni hambamu yang sudah melampaui batas ini…
Terakhir…
Pulang ke wonogiri end.
pelajaran moral yang dapat dipetik : arief hanyalah manusia normal yang tak normal, takpantas dipuji apalagi dikagumi..