Selasa, Desember 29, 2009

kuceritakan "kisah cintanya" padamu[part1]


Sobat, aku mau bercerita tentang seorang pemuda yang telah lama ku kenal. (ini dalam rangka mengamalkan ilmu baru, kurang lebih bunyinya gini : "menulislah dengan hati, lalu benahi dengan pikiranmu", yah... siapa tau aja 'gaya' tulisan seperti ini laku dijual nantinya, lumayan kan bisa buat bayar mahaL.. hehe...)

dahulu kala pada tahun 2004 masuklah seorang pemuda desa ke sebuah sekolah menengah atas paling favorit di kotanya. Suatu hal yang luar biasa baginya, dia merealisasikan mimpi ayahnya. dia berkata kepadaku bahwa ayahnya dulu adalah seorang pegawai kejaksaan negeri. pada waktu kecil, pemuda ini sering diajak piket malam di kantor, dulu... dulu sekali sebelum ia mengenal bangku sekolah.

makanan favoritnya adalah soto, dan kebetulan kantin kejaksaan negeri itu ada menu soto, pemuda itu sangat senang jika diajak makan soto disitu, di kantin kejaksaan. suatu ketika ayahnya berkata kepadanya. (kebanyakan conversation kebanyakan berbahasa jawa ngoko, tetapi sudah ane translate ke dalam bahasa indonesia) : "nak, kamu nanti kalau sudah besar sekolah disitu ya..." sambil menunjuk sebuah aula sekolah di seberang jalan kantin tempat biasa makan soto. menurut pemuda yang masih ingusan kala itu sekolah itu tak tampak cukup keren. kata kata ayahnya itu masih terekam dengan baik di kepala pemuda itu sampai bertahun tahun kemudian ia berhasil memasuki sekolah favorite itu dengan tanpa kesulitan sedikitpun. tak disangka, tak dinyana... cita cita ayahandanya tercapai juga. cita cita seorang ayahanda yang menginginkan pendidikan terbaik bagi putranya. tapi sayang, ayahnya tak sempat melihatnya mengenakan almamater SMA paling keren di kota itu... Almamater yang dulu paling ingin beliau lihat melekat di badan sang putra. Almamater yang pernah diamanatkan kepada putra semata wayang bertahun tahun yang lalu. karena kini beliau sudah berada jauh dari sisi putra tercintanya... jauh sekali... semoga Allah mempertemukan mereka di syurga nanti. amin...

ya, ayahnya talah meninggal dua tahun yang lalu karena hypertensi. dulu pemuda itu pernah bercerita kepadaku bahwa takanan darah ayahnya sangat tinggi, sampai 210-220!! (gak tau ukuran tekanan darah apa. ada yang tahu satuan ukur tekanan darah apa?). luar biasa... banyak dokter berdecak kagum melihat kondisi itu. karena biasanya jika orang memiliki tekanan darah setinggi itu seharusnya sudah tidak mampu berdiri. tetapi ayah dari pemuda itu mampu pergi ke dokter mengendarai sepeda motor seorang diri! benar benar luar biasa.

Sobat, perkenankanlah aku menceritakan ayah dari pemuda itu padamu. karena pemuda itu memperbolehkan aku untuk bercerita perihalnya, kehidupannya dan juga keluarganya. semoga kita dapat mengambil ibroh dari cerita jadul ini. cerita yang pemuda itu ceritakan kepadaku selaku sahabat karibnya.

sobat, ayah dari pemuda itu bernama moeljadi. mulyadi kalau ditulis dengan ejaan sekarang. tapi untuk selanjutnya aku akan menuliskan nama beliau dengan ejaan lama saja. sama dengan yang selalu beliau tuliskan di buku raport putra tercintanya.

sob, pak moeljadi muda dahulu bukanlah orang yang dekat dengan Tuhannya. tak seperti kamu. yah, maklum saja karena dia berasal dari keluarga orang desa terpencil, pun kelahiran tahun 1938 kalo ndak salah. aku lupa. banyak sekali cerita tentang beliau yang sampai kepadaku. bahkan mungkin bisa ditulis dalam sebuah buku besar... tapi santai saja sob, aku hanya akan menceritakan beberapa keping puzzle kehidupannya saja kepadamu. aku tak ingin kau mengenalnya terlalu jauh seperti aku dan pemuda itu mengenalnya.

kau tau sob, moeljadi adalah seorang yang pernah ditolak cintanya. bukan oleh ibu dari pemuda itu. tetapi cinta pertamanya.

pertama kali dia jatuh cinta adalah kepada wanita seorang anak tentara. tidak terlalu cantik, tetapi dia mencintainya. dia hanya mengenalnya dan beberapa kali bertemu dengannya. itupun tidak dengan ngobrol. entah kenapa wanita itu telah mampu mencuri hatinya. tidak seperti anak sekarang yang pacaran sob, dulu pacaran itu tabu. lebih banyak dijodohkan orang tua.

sob, semakin hari semakin besar rasa cinta moeljadi kepada wanita itu, lantas dia memberanikan diri untuk melamarnya -kala itu usianya sekitar 20an-. Kau tau sob, cinta kedua yang paling menyakitkan setelah cinta yang diacuhkan (arai kepada dzakkiyyah nurmala==> dari novel Sang Pemimpi) adalah cinta yang tidak direstui orangtuanya!! ya, Lamarannya ditolak Oleh ayah dari wanita itu. yang menginginkan putrinya menikah dengan Tentara juga! dasar kolot ya sob... kasian moeljadi muda...

karenanya moeljadi patah hati! hatinya hancur berkeping keping. sampai menimbulkan trauma yang sangat mendalam. sangat dalam... pasca itu sebenarnya banyak perempuan yang tertarik kepadanya. berkali kali dia dijodohkan oleh orangtuanya. tapi dia sudah ill feel sama wanita. semuanya tidak cocok!! Sikapnya selalu dingin dengan wanita. mungkin karena hatinya yang telah membeku seperti Es, tak ada yang mampu mencairkan Hatinya yang membeku itu sampai pada akhirnya datanglah seorang guru muda lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) mengajar di Sekolah dasar tempat moeljadi sering bermain badminton dengan rekan rekannya.

suit suit... namanya sarwini. seorang dara cantik berumur 19 tahun yang baru saja lulus dan sedang wiyata bakti di SD itu. hatinya meleleh untuk kedua kalinya... -kala itu moeljadi sudah berumur kurang lebih 32 tahun-. moeljadi sering memperhatikannya ketika wanita menakjubkan itu ada di lingkungan SD. "ya Allah... apa yang harus ku lakukan?" mungkin itu yang ada dalam pikirannya saat itu. setelah beberapa bulan hanya berani melihat dari kejauhan saja, lama kelamaan dia berfikir, "kalau aku hanya melihat saja, tak mungkin dia jadi miliku. aku harus take action!" katanya kepada dirnya sendiri. dimulailah perannya sebagai detective. mencari kebenaran, eh, mencari informnasi tentang gadis bernama sarwini itu ding. setelah tanya sana sini akhirnya.. ting'... kebetulan juga ternyata sarwini ini memiliki banyak waris (saudara) yang moeljadi kenal. diapun meminta untuk prosses. __ sebenarnya banyak polemik saat proses ini, termasuk rasa trauma moeljadi karena ditolak, tapi afwan ndak kuceritakan, kalau kuceritakan bisa jadi novel beneran ini.. __ singkat cerita prosespun berjalan dan meraka menikah di tahun itu juga. moeljadi 32 tahun, sarwini 19 tahun. merekalah orangtua dari pemuda yang akan aku ceritakan nanti...

========






Judul Buku Inspiratif

Membuka jalan ke syurga, sebuah judul buku yang mrnurutku cukup unik. Hmm... aku cuman bisa komentar : “memang jalan ke syurga pernah tertutup?” aku rasa tidak pernah jalan ke syurga tertutup. Bahkan selaku terbuka.. andai saja sobat ngerasa jalan ke syuga itu sempit, aku rasa tidak juga... bahkan pintu syurga ada banyak. Aku lebih setuju dengan judul buku : “Kalau ke Syurga Mudah, ngapain susah susah ke Neraka?”. Ya, walaupun tidak sepenuhnya sepakat. Pasalnya ya... amalan ringan yang dijadikan alasan kalo ke syurga itu mudah yang dipaparkan di buku itu masih susah bagiku untuk mengaplikasikannya. Nek dari judul buku pertama, aku malah mengambil sebuah kesimpulan bahwa

“Sebenarnya Jalan Ke Syurga tidak pernah tertutup atau ditutup tutupi, hanya saja kita yang sering malas untuk menapaki jalan menuju syurga itu sendiri”

What about you sob?

arief adi nugroho :-)

Sabtu, Desember 26, 2009

gerimis


Sobat, tadi pas berangkat sholat isya ke NH aku melihat ukhti ukhti ditutup matanya pake jas almamater menuju fmipa uns. Wah, kira kira ada acara apa ya? Dasar orang lagi futur mikirnya macem macem, hehe... ngomong2 masalah ukhti ni sob, kemaren malem kan keluarga ngumpul di depan TV rumah. Ada aku, mbak ndari, mbak utik sama ibuk. Nah, kita lagi ngerumpiin keluarga nih... nah pas topiknya berganti kepada temane mbakq yang bercadar aku nimbrung juga', aku bilang “aku juga punya adik tingkat yang pake cadar lho...” ibukku kelihatannya langsung syok... pasalnya beliau langsung bilang, “Suk ojo golek bojo sing nganggo cadar lho le!” wkwkwkwk.... aku ya ketawa aja, lah tampang ibuk lucu gitu... :D eits... kok nulis hal hal yang ndak berfaidah i piye... hmm... ndak berfaidah kan bagimu sob? Nek bagiku insyaAllah berfaidah kog. Lah ini dalam rangka menumbuhkan kembali hasrat bloggingku. Parah nih blog, udah lama ndak diurusi. Jadi yo sebelum nulis yang bermutu, mungkin nulis rada ndak mutu ya ndak papa lah... begitu pikirku. What about you sob?

Eh, Kembali ke ukhti ukhti tadi yuks... hihihi... Hush!! ndak baik ngomongin ukhti ukhti... aku cuman mo ngasih share dengan apa yang kupikirkan tentang gerimis yang terjadi saat itu, saat ukhti ukhti yang ditutup matanya berjalan ke mipa. Lho... ukhti maneh... astaghfirullah... jane kie tulisane judule gerimis po ukhti ukhti sih..?? gemes sama diriku sendiri...

gerimis tadi sob, romantis banget... halah! Ngaco lagi to..!!?? gerimis tadi sob... sangat lembut. Saking lembutnya hampir hampir tak terasa gerimisnya. Gerimis ini juga kurasakan hari kamis pagi saat mau pulang ke wonogiri.

Taukah kau sobat, apa yang akan kau rasakan jika kau berkendara pake motor dengan kecepatan tinggi dan kaca helem terbuka di bawah gerimis tipis itu? Sakit sob!! ternyata terkena butiran air yang sekecil itu rasanya sakit juga! Kau tau apa artinya ini?

Kalau lu jawab “Kalo gerimis kaca helemnya ditutupin dunkz... biar nggak sakit” lu bener... itu juga ibroh sih, tapi bukan itu yang aku maksudkan. Coba dikaitkan dengan ujian, cobaan, atau kesulitan yang lu hadapi... atau dihubungkan dengan kesenangan ataupun nikmat yang lu miliki...

kesimpulannya? Ditarik sendiri ya... ane lagi males ngunyahin makanan lu kamu sob. Kalo ane yang ngambil pelajaran, ibroh atau kesimpulan dari cerita ini ya sama aja ane ngasih buah yang udah ane kunyahin dung sob? N sobat tinggal nelen... tapi apa ndak jijik sama hasil kunyahanku? Mendi tak kasih buah utuh aja tanpa kukunyahkan terlebih dahulu, biar lebih fresh, lebih banyak vitaminnya insyaAllah... semoga berfaidah sob...



Selasa, Desember 22, 2009

siomay

hoah....
lama ndak nyambangi nih blog. untuk calon istriku, right! demi ngidupin blog ini lagi gw bela belain nge-nonAktifin Facebook lho... wew...
bro, sist... gw mo cerita tentang siomay nih... hmm... lu lu pade suka sama yang namanya siomay kan? begini ceritanya...

o ya, gw sekarang kerja part time di majalah pengusaha muslim lho, jadi webmasternya. lu jangan usil sama tuh web ya, yang susah gue kalo tuh website rusak...

jadi seperti biasa gue sholat magrib di masjid deket kantor gitu, masjid agung sukoharjo. nah... karena perut ini belom diisi dari kemaren ashar (terakhir makan nasi ya nasi ngambil dari seminar enterpreneurship fisika kemaren) makane ane mo beli makanan buat ngisi nih jabang bayi... eh, perut maksudnya sob.. ^_^

nah, karena gue ndak pernah jajan di daerah sini, dan kebetulan di depan masjid ada tukang siomay lagi markir tokonya. gue samperin aja tuh tukang siomay...
"mas, siomaynya masih?"
"oh, masih mas.."
"tumbas mas, satu dibungkus."
"njih mas.."
habis itu diserahin tuh bungkusan siomay ke gue, trus seperti biasanya gue nanya,
"berapa mas?"
"Rp.5000,- mas ..."

waw, mahal banget... dalam hati gue berkata. ya emang sih pake telur... tapi masa ya 5 rebu?? ah... gue bayar langsung... lagian tuh tukang siomay dagangannya masih banyak, buat ngasih makan anak istri kali mungkin... hmm... ndak jadi protes.

tapi nek harga segitu tak kira bukan harga normal, su'udzon bener nih... yah pak dhe... itu bisa menghilangkan kepercayaanku padamu... andai dengan harga normal, esok hari pasti ku akan beli lagi siomay kepadamu...