
bismillah.
sebenarnya aku nggak tertarik dengan yang namanya politik. tetapi karena kemarin aku pulang kampung dan ndilalah nyetel tv one, aku jadi pengen diskusi masalah ini dengan teman teman semua.
ini lho... saya tidak mempermasalahkan tempat munas di tempat mewah. atau closed modern yang disediani gayung dan ember.
tetapi ada 2 hal yang ingin aku tanyakan kepada teman teman. walaupun mas dewan sebenarnya sudah ngeTag aku di Notenya, tapi sayang ndak bisa dicomment. jadi ndak bisa diskusi disana.
2 hal yang membuat saya heran adalah :
1.
kenapa kok kader yang ada di munas itu narsis2!!??padahal kakak kakakku di mipa yang juga kader tidak narsis sama sekali!! setidaknya untuk yang ikhwan. nek akhwat mungkin narsis iya.. :P
bayangkan saja, mereka berdiri di sekeliling reporter TV one (padahal reporternya cewe) dan melakukan "action" narsis disana, ada yang dada dada ada yang ngacungin jempol sambil senyam senyum... jiah.... kakak kakakku tidak seperti itu!! tetapi kenapa yang ada disana malah seperti itu? nek dinalar yang ada disana itu pasti "lebih diatas" dibandingkan kakak kakaku di mipa. lebih diatas berarti lebih paham. lebih paham berarti lebih bisa menjaga diri. ah.... benar benar mengherankan.... inikah wajah kader P*S yang ikut munas??
2.
Kenapa P*S memilih u/ beralih haluan dengan merekrut KADER (pengurus) NON MUSLIM? saya tidak habis pikir... memang sih tadi pak dewan sudah menjelaskan bahwa kita sebagai khalifah harus bisa memberdayakan sumberdaya yang ada dengan mencontohkan beberapa contoh. tak kopas disini ya :"Bukankah Rasulullah saw pernah memberi isyarat bahwa satu waktu agama Islam ini akanditolong oleh rajulun fajir? Yaitu orang-orang yang jauh dari standar keimanan dan keshalehan, namun memiliki kekuatan yang bisa didayagunakan."***
lagi :
"Juga bagaimana beliau MEREKRUT TOKOH-TOKOH SIMPUL dari kelompok-kelompok besar masyarakat Madinah, dan memuliakan posisi mereka. Bagaimana beliau membiarkan keberadaan tokoh-tokoh munafik Madinah, namun membatasi ruang-geraknya. Bagaimana beliau mengakomodir kepentingan kelompok-kelompok Yahudi dalam Piagam Madinah, dan mengikat mereka dengan klausul hukum yang tegas."**
lagi :
"Dari konsep dan prinsip Taskhir, maka pahamlah kita praktek kepemimpinan dan kekuasaan yang dijalankan oleh Rasulullah saw. Bagaimana beliau mendayagunakan posisi terhormat nasabnya untuk bernegosiasi dengan a-immatul-kufr (pemimpin-pemimpin kekufuran) Makkah. Bagaimana beliau membangun komunikasi dan aliansi dengan Raja Habasyah untuk keperluan suaka politik sebagian sahabatnya. Bagaimana beliau gunakan tangan-tangan sebagian tokoh musyrikin Makkah untuk mencabut embargo dan blokade terhadap komunitas kaum muslimin yang sudah berlangsung selama tiga tahun. Bagaimana beliau menyewa secara profesional Abdullah Uraiqith – seorang musyrik – sebagai pemandu jalan saat hijrah ke Madinah."*
***) saya belum pernah dengar, kalau ada yang tahu referensinya kitab apa riwayat siapa atau minimal link websitenya yang memuat hadits beserta perowinya mohon teman2 kasih tahu disini.?? syukur2 kalau mau berbaik hati mau menuliskan disini secara komplit.??^_^
**) idem dengan ***) hanya saja ditambahi: itu TOKOH TOKOH SIMPUL yang dimaksudkan siapa? masihkan kafir tokoh2 simpul itu saat bergabung dalam sistem? trus yang dimaksudkan tokoh2 simpul itu masuk pemerintahan apa nggak? masuk pengurus pemerintahan (yang diajak membuat kebijakan) apa nggak? (wah... ketahuan deh aku nggak pernah baca siroh :P)
*) di bagian mana dari paragraf ini yang mengajak kau kuffar masuk secara penuh ke dalam sistem yang rasulullah bangun? (jadi pengurus). mohon dijelaskan lagi bagian ini.
negosiasi dengan kaum kuffar & raja habasyah, ini tidak masuk sistem (exsternal)
menggunakan tangan-tangan sebagian tokoh musyrikin Makkah untuk mencabut embargo & menyewa secara profesional Abdullah Uraiqith – seorang musyrik – (ini juga nggak masuk pengurus, hanya memanfaatkan dan hanya bersifat sementara pula. lha kalau pengurus? --> iya sementara juga selama dia mau jadi pengurus dan hidup)
dari tempo menyebutkan :
Menurut Anis, akomodasi nonmuslim sudah diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai. Di situ, kata dia, keanggotaan nonmuslim sudah diatur. Mereka bisa masuk di jabatan publik dan kepengurusan partai.
MEREKA PUN BISA TERUS MENAPAKI KARIER POLITIK di PKS HINGGA STRUKTUR ATAS. “Asalkan bisa mengikuti prosedur (kurikulum) itu semua,”**** ujar Anis.
****) semoga prosedurnya yang non itu sudah masuk islam kalau memasuki struktur atas ^_^
tetapi jujur, walau saya sudah tidak simpatik lagi sama PKS. saya masih mengharapkan PKS menang di pemilu 2014. walau alasannya hanya ingin melihat kakak kakak saya memimpin/ menempati di posisi2 strategis di negeri ini.
what u'r opinion?

