Mulai dari Niat

Bismillah. Assalamu'alaykum saudaraku. telah begitu lama blog ini vakum tanpa ada update. hari ini mencoba untuk kembali menulis, dengan fokus yang lebih jelas. mohon maaf apabila tulisan sebelum ini kebanyakan tulisan galau gak jelas.

baik, rencana saya mulai dari hari ini dan selanjutnya blog ini akan membahas terkait pernak pernik pra nikah dan mungkin juga pasca nikah, seperti mendidik anak problematika rumah tangga dan sebagainya. ya meskipun saat ini saya belum menikah, insyaAlloh pembahasan terkait nikah akan lebih menjadikan kita siap untuk menyongsong hari yang hampir pasti. ketika kita menjemput bidadari.

Seperti judul artikel ini, Mulai dari Niat. saya akan membahas terkait niat. ya, karena niat sangat penting untuk memulai sebuah aktifitas. bahkan imam nawawi menempatkan bab niat pada bab pertama dalam kitabnya riyadhus sholihin, di kitab arbain annawawy beliau juga menempatkan hadits tentang niat pada urutan pertama.
a





عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ :(( إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ)). رواه البخاري مسلم


Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob rodiallohuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rosululloh alaihisolatu wassalam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya  karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. “ (H.R. Bukhori no:01 dan Muslim no:1907)

kalau di buku syarah hadits arba'in milik saya. imam nawawi menjelaskan bahwa niat itu sebagai barometer untuk menilai sahnya amalan. bila niatnya baik, maka amalnya baik. dan bila rusak, amalnya pun rusak pula. karena itu, dalam melakukan sesuatu hendaklah selalu memperbarui niat, ikhlas karena mencari ridho Alloh.

hati hati ya, karena tanpa niat yang benar maka amal ibadah kita tidak akan diterima, seperti dalam hadits tersebut "Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan."
kalau dalam ibadah hal ini terkait dengan sifat riya'. riya itu ada 2 macam
pertama, ia menaatiNya hanyalah karena (riya') kepada manusia.
kedua, ia menginginkan manusia dan Rabb manusia.
hati hati, Keduanya ini bisa membatalkan amalan.
masih dalam buku syarah arbain punya saya :

Pendapat ini dinukil al-Hafizh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah dari sebagian salaf. sebagian mereka berargumenkan atas hal itu juga dengan firman Alloh, 

"Yang Maha kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan"(Al-Hasyr:23)

juga hadits qudsi : "Alloh berfirman, Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa yang melakukan suatu amalan dimana ia mempersekutukan sesuatu (bersamaKu), maka Aku berlepas diri darinya" (HR. Muslim no. 2985- Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah, lafadz milik Ibnu Majah)

keterangannya : Sebagaimana Dia Menolak Istri, anak dan sekutu, Dia menolak pula amalan yang disekutukan dengan selainNya. Karena Dia Maha-tinggi, Mahabesar, yang memiliki segala kebesaran.  As-Samarqadi mengatakan, "Apa yang dilakukannya karena Alloh, diterima dan apa yang dilakukannya karena manusia ditolak. contohnya, siapa yang shalat dhuhur, dan berniat menunaikan apa yang difardhukan Alloh, tetapi ia memanjangkan rukun rukun dan bacaannya serta memperbagus sholatnya karena manusia, maka pokok sholatnya diterima. Adapun apa yang dipanjangkan dan diperbaguskannya demi manusia, maka ia tidak diterima, karena meniatkannya untuk manusia"

Sayaikh wahid Bali berkata, "Riya' bisa masuk dalam pokok amal perbuatan atau salah satu sifatnya. Apabila masuk ke pokok amal perbuatan yakni ketia ia menjadi faktor pendorong pelaksanaan pokok perbuatan tersebut maka batallah amalnya sebagaimana diungkapkan dalam 'ijma. dan apabila riya' masuk dalam salah satu sifat perbuatan seperti memanjangkan ruku sujud(dalam shalat). maka ada dua pendapat, pertama membatalkan shalat, kedua, tidak membatalkan shalat namun mengurangi pahalanya"

Nah, begitu pentingnya niat. mari kita berlindung kepada Alloh dari buruknya niat, untuk semua sendi kehidupan. Apalagi Nikah yang kata orang merupakan ibadah 24jam seumur hidup. mari kita luruskan niat kita, semata hanya mencari ridhoNya.


Nb: masih banyak masalah niat dan riya yang perlu dibahas. mau baca lagi, coba di http://meyheriadi.blogspot.com/2011/03/sesungguhnya-amal-tergantung-niat.html
-->
Mulai dari Niat Mulai dari Niat Reviewed by Arief Adi NUgroho on 5/03/2012 05:38:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

© untuk calon istriku. Diberdayakan oleh Blogger.