Antara Waktu, Liburan, dan Obat

Obat

Assalamu’alaykum…

Apa kabarmu hari ini Ukhti, Akhi? Adakah engkau sedang liburan saudaraku? Sudahkah engkau merasakan Faidah dari liburan yang kau jalani? Sudah ya? Alhamdulillah kalo’ gitu… yah, tak semua orang liburan, ada yang harus dan seharsnya memang tidak libur. Banyak yang liburan gini ikut make-UP EAP, banyak yang sibuk sama Organisasinya, banyak yang sibuk dengan introspeksi dirinya, dan nggak sedikit pula Orang yang masih disibukkan dengan sesuatu yang tidak berfaidah. Sesuatu yang tidak berfaidah, sesuatu yang tidak membawa kebaikan kepada setiap diri seseorang. Dan akupun salah satunya. Walau aku sering ngaku mencintai faidah, tapi tetep aja masih membuang waktu yang berharga ini.. benar benar melakukan seuatu yang tidak ada faidahnya! Memalukan! Menurutmu, gimana sih perbuatan yang berfaidah itu? Relatifkah? Bisa dibilang relative, bisa juga enggak. Misalnya, bagi seseorang yang hanya berorientasi pada waktu sekarang. Mungkin tak akan terpikir mengerjakan sesuatu untuk hari esok. Mereka tertipu dengan kesenangan kesenangan yang ada sekarang, memuaskan diri diri mereka dengan kesenagan itu dan terlena untuk menghadapi hari esok yang akan memusnahkan hari ini. Itulah waktu, waktu berjalan terus, nggak pernah berhenti! Nggak pernah berhenti, nggak pernah kembali dan nggak pernah mengulangi dengan sama persis! Waktu bukanlah repeat~until. Tapi waktu adalah For~to, index akan terus berubah, seperti kehidupan kita yang terus berubah sampai kita tidak memasukkan udara lagi ke dalam paru-paru kita. Berubahnya semangat kita, berubahnya iman kita, itu Fluktuatif. “Perubahan semangat dan iman seseorang yang normal(orang bisaa) adalah seperti grafik Sinus, tetapi perubahan yang terjadi pada orang yang luar bisaa adalah seperti grafik X=Y!” (hukum Arief1). tapi kali ini aku tidak akan membahas hukum arief1 ini. Aku ingin Fokus kepada waktu waktu yang telah terbuang. Bukankah kata orang Waktu itu bagaikan Pedang? maka barangsiapa tidak bisa menggunakannya maka dia akan tertebas dengan ketajamannya. Akan melukai diri sendiri. Bukankah engkau telah mengalami sakitnya sayatan waktu yang telah kau abaikan? Jika belum, Aku ucapkan selamat untukmu saudaraku… dan semuga Kau selalu istiqomah dalam memanfaatkan waktu yang tidak pernah melukaimu itu. ~itu adalah rasa sakit didunia, bukan di Akhirat!! Karena nanti, di akhirat semua janji Allah akan tertunaikan. Kau akan ditanya untuk apa kau gunakan waktu waktumu dulu, dan kau tak bisa mengelak dari pertanggungjawabannya. Dzat yang jiwamu ada dalam genggamanNya pun berjanji, bersumpah, dengan menggunakan nama waktu sebagai penghormatan kepada waktu. Dan juga menunjukkan betapa urgentnya waktu yang kita miliki. Akankah kita masih menyepelekan waktu? Masihkah kita akan bersantai santai di dunia ini? Dunia yang tidak akan selamanya kita miliki? Sempatkah kita untuk “Kembali” sebelum kita mati? Sungguh, kematian amatlah dekat saudaraku, bukankah baru beberapa hari yang lalu saudara kita a’Silman & ‘adi telah meninggalkan kita untuk selamanya? Yang Usianya tak jauh beda dari kita. Bahkan jauh lebih muda dari orang tua kita… KEMATIAN TERUS SAJA MENGINTAI!! Dan apa yang telah kita siapkan? Katakan pada diri diri kalian bahwa kalian adalah termasuk orang orang yang mempersiapkan diri! Baik itu besok, lusa, minggu depan atau tahun tahun berikutnya kalian akan terus Waspada! Terus waspada pada kematian yang pasti akan datang itu. Ketahuilah saudaraku, Kewaspadaanmu itu membuatmu tak akan menyesal ketika telah nyata Janji yang telah ditetapkan pada setiap manusia. Katakana pada dirimu “Aku tidak mau menyesal, dan Aku tidak akan pernah menyesal”! karena “NANTI”, kalian, aku, anda, kita akan menuai apa apa yang kita lakukan di dunia.
Kali ini kita Lagi liburan ya saudaraku? Banyak yang mudik =) aku juga mau mudik sore nanti, tapi balik lagi ke kos selasa pagi, ada yang musthi dilakukan di kampus. Bisanya waktu liburan dulu, Apa yang engkau lakukan? Rihlah? Sama seperti tahun sebelum, sebelum dan sebelumnya lagi? Atau… Cuma berdiam diri di rumah, bersantai santai, bermalas malasan? Atau apa? Kira kira yang akan kamu lakukan sekarang sudah Berfaidah dan memenuhi digunakannya waktu secara Efektif apa belum? Kalo belum, ini adalah suatu penyakit! Kuperingatkan sekali lagi, kalau waktu liburan ini masih kau gunakan untuk bersantai santai, bermalas malasan dan menjauhkanmu dari Allah, Ini adalah Suatu Penyakit! Penyakit yang menyebabkan penyesalan nanti. Jika itu tidak terjadi pada dirimu hai saudaraku, ku ucapkan selamat untukmu. karna insyaAllah engkau adalah termasuk orang orang beruntung yang pandai mengelola waku, waktu tidak akan melukaimu, bahkan akan menjadi Senjatamu yang sangat sangat ampuh untuk menghadapi problematika hidup ini. Tetapi bagi yang masih melakukan hal hal diatas, perlu perhatian lebih agar dapat menjadi penyembuh penyakit itu, Agar menjadi OBAT dari penyakit itu. Agar tidak tertebas tajamnya waktu yang tidak akan pernah mentolerir itu. Kok nggak mentolerir? Contoh aja ketika kamu berangkat kuliah kesiangan dari biasanya, dan pasti akan terlambat karena ternyata perjalanan dari rumah/kosmu itu lebih lama dari waktu yang tersisa. Kamu nggak bias mengundurkan waktu, untuk memperbanyak sisa waktu agar tidak terlambat~pun kamu tidak bias menghentikan waktu agar datangnya tidak terlambat. Kembali pada masalah waktu yang akan mencacahmu itu, penyakit setiap liburan tiba. Yang terpenting Adalah Ilmu tentang waktu dan pemahamannya, urgensinya. Ilmu dulu baru Amal Wokey…? Akupun Juga mengalami kesulitan dalam memanajemen waktuku, kalau temen temenku ada yang tau persis bagaimana menjadikan orang dapat mengelola waktunya, maka tolong beritaulah kepadaku. Karena setauku, itu adalah karena kesadaran setiap Orang untuk mau dan mampu mengelolanya, bukan kemampuan khusus yang harus dielajari di bangku pendidikan. Akupun perlu OBAT untuk mengobati penyakit itu, karena jujur, Sulit banget buat mengatasi penyakit itu. Adakah dari jurusan Kedokteran yang Punya Obatnya? Atau dari Keperawatan Punya Obatnya? Ataukah dari Farmasi sudah mampu menciptakan Obatnya? Sebenernya, “Mungkin” Obatnya sudah ada, dan pasti ada! Cari saja di Al-Qur’an, pasti ada! Cumin aku belum nemu disana. Apapun perkara, masalah yang dihadapi, jadikan Qur’an, sholat dan sunnah sebagai Obatnya, Entah dimana, tapi… Setiap penyakit pasti akan ada Obatnya… Tak terkecuali penyakit ini, Maka akhi,ukhti, saudaraku dan calon calon istri… ku tantang kalian untuk menemukan Obatnya! Semoga Allah memudahkan. Afwan. Wass…
Arief Adi

“Mengetahui orang yang aku cintai hidup dengan orang lain akan sangat menyakitkan, tetapi akan lebih menyakitkan bahkan sangat, Sangat, dan SANGAT MENYAKITKAN lagi bila aku mengetahui bahwa Orang yang aku cintai tenyata tidak hidup bahagia bersamaku”


Antara Waktu, Liburan, dan Obat Antara Waktu, Liburan, dan Obat Reviewed by Arief Adi NUgroho on 7/13/2008 02:05:00 PM Rating: 5
© untuk calon istriku. Diberdayakan oleh Blogger.