Aksi Bubarkan Ahmadiyah 3 Agustus 2008
apa kabarmu hari ini? maaf, lama nggak posting. nggak sempet je :p ~nggak sempet apa nggak sempet...~. Saudaraku, aku mo sedikit cerita tentang aksi tanggal 3 agustus kemaren.. udah lama sich, agak kadaluarsa. tapi nggak papa, daripada buk... hehehe.. Saudaraku, Hari itu banyak banget yang datang. Sekitar 70000 umat islam dari penjuru Surakarta datang, bersatu melakukan aksi menuntut pembubaran ahmadiyah. Mulai dari KAMMI sampai FPI datang ke acara ini. Islam bersatu, TAK BISA DIKALAHKAN! Begitu yel yel umum mereka. Dan akupun salah satu diantara mereka. Mulai dari anak anak SD sampai Kakek kakek,Ada! Meraka berjuang menuntut untuk membubarkan Ahmadiyah ~aliran gak ngenah yang mengaku aku islam itu~. Mulanya aku ke acara itu dapat kabar dari saudara saudara di wonogiri di wonogiri, katane ada rabligh akbar di solo dibarengi aksi. Dari kakakku juga ada kabar, aku disuruh jemput mbak ndari di mojo songo (mj9) Pas hari H. satu hari sebelum hari H aku maen dulu ke Islamic book fair yang diadakan di assalam hipermart ~dulu goro assalam~. Aku liat liat buku disana, wis… jan… marai ngiler… rasane mung kepingin tok! Eh, aku lagi nggak mau cerita ini kok. Oke, habis itu aku mampir ke rumahe mbak ending, ngopy ~minum kopi~. Sekitar jam 9 lebih dikit aku balik ke kos, di tengah perjalanan aku disms mas isa ~suaminya mbak utik~, kalo' ternyata dia kehabisan bus mau pulang ke wonogiri. Aku disuruh menghampirinya di halte jebres. Nah, searah ke kos tuh. Aku ketemu mas ipq itu. Disana masih nunggu sampai jam 10 mbok menowo masih ada bus lewat, ~kalo' masih ada bus ndak jadi pinjem motorku~. Kami menunggu sampai jam 10 malem. Ternyata emang udah ndak ada. Ya udah aku dianter pulang ke kos dianter masku trus motorku dibawa pulang. Di kos aku keinget ada janji ~bukan janji sih, Cuma siangnya aku bilang mo ngenet di rawda~. Karena tak kira pak menlu ada di bem nunggu aku, jadi tak bela belain ka kampus walau Cuma naik sepeda ontel. Aku mengayuh sepeda ontel melewati kegelapan malam di kampus uns… hiii… syerem… santai aja. Sesungguhnya Allah bersama kita. Sampai di mipa ternyata tidak ada satu makhlukpun di bem. Aku langsung ke rawda ngenet. Karena ngantuk aku mapan turu, trus ceritanya sama dengan dikagetin pak satpam yang aku tulis kemaren.
Eh, aku kebanyakan cerita ngelantur ya? Oke, langsung to the point aja. Pagine aku sms temen2 yang kira2 bisa membawaku ke tabligh akbar itu~kan motorku dibawa mas ipq~. Tak sms 1 demi 1. Akhirnya pak menlulah yang bisa membawaku. Aku bonceng pak menlu ke alun alun tempat tabligh akbar sekaligus titik startdemo itu. Disana aku sama pak menlu ke masjid agung dulu buat kencing plus sholat dhuha sekalian. Selesai di masjid itu aku dan pak menlu nggabung sama temen temen KAMMI & LDK di bawah pohon beringin~di tengah alun alun ada poho beringin~. Tapi ketika aku lagi keluar dari masjid ~ghofuro masjid~. Ada yang memanggilku dari belakang. Tak kira siapa, ternyata mbak ending. Aku minta mas topix nunggu dulu, nah… aku dikandani mbak ending kalo' ternyata mbak ndari itu nunggu jemputanku!! Nah lo… aku lupa kalo' harus njemput mbak ndari. Lagian sepedaku dibawa mas isa ini.. Jadi aku telpon mbak ndari. Minta maaf, ndak bisa njemput. Akhirnya mbaka itu Dari KAMMI dan LDK nggak banyak massa yang dateng. Akhwatnya saja nggak dateng katane ada acara mbarengi gitu. Tapi yah… mungkin itu yang terbaik? Benarkah itu baik? Ah mbuh, aku nggak mau bahas itu. Nah, sebelum dimulai aku sama pak topix sempet ngobrol ngobrol gitu. Insya Allah banyak yang ku dapet dari ngobol itu, tapi nggak aku tulis sekarang. Ditengah tengah pengobrolan, pak ketum KAMMI datang. Minta bantuan untuk menjaga pos yang dijatah panitian untuk dijaga KAMMI ~kurang personil, hehehe..~. Pak menlu men accept permintaan bantuan itu. Karena aku statusnya boncenger, jadine aku yo ngikut gitu.
Pos kammi ini ada di per4an balai muhammadiyah. Disana aku berjaga sama pak topix. Tapi ternyata disana juga udah banyak orang. Satgas dari bakorlak dll. Kami masih menunggu lama massa yang mau lewat. Aku ngobrol2 sama pax topix, katanya menunggu adalah pekerjaan yang menyenangkan. Itu statement pak topix, ini nanti tak jadikan judul tulisan aja. Soale agak banyak sih kalo ditulis sekalian disini.
Dan massa pun mulai lewat, dimulai dari satgas satgas ormas ormas islam lewat didepanku. Ada juga pasukan berkuda yang lewat, keren juga sih. Mereka menuntut agar ahmadiyah dibubarkan. Ahmadiyah ahmadiyah, BUBARKAN BUBARKAN!! Begitu kata mereka. Bahkan akhwat Dari FPI ikut konfoi turun ke jalan! Bidadari bidarari ~walau menggunakan gamis dan jilbab gede~ itu berlari lari kecil, kebanyakan mereka memakai slayer sebagai cadar, penutup wajah indah mereka. Kalo' ndak ditutup aku yo bisa kena CBSA (Cinta Bersemi Saat Aksi) hehehe.. dengan kondisi yang panas itupun mereka ~bunga bunga islam, mujahidah mujahidah itu~ tetap bersemangat walau harus berlari lari ~selak disusul rombongan dibelakangnya~ sambil berteriak lantang menuntut pembubaran Ahmadiyah! Menegakkan agama Allah!! Subhanallah… ~Adakah engkau calon istriku, ada diantara mereka yang senantiasa berjuang dijalanNya?~
Setelah itu lewat adik adik SD al fatah, ~setelah ku selidiki mereka adalah murid kelas 5&6~. Dengan penuh semangat mereka ikut konfoi itu! Berteriak, bahkan suara mereka mampu mengalahkan suara dari saudara tua mereka! Adakah kau masih bersamnagat seperti mereka saudaraku??
Aku benar benar malu hanya berdiam di pinggir peremptan ini, aku menunggu teman teman UKMI, dan akupun bergabung dengan mereka! Aku masuk konfoi UKMI walau tak membawa atribut apapun. Hanya suara yang aku punya! Hanya teriakan takbir yang aku bisa berikan! Tapi entah mengapa temen temen UKMI tidak begitu bersemangat. Pak rocky~ketum ski mipa, malah ketinggalan di belakang gara gara suduken~. Wis jan… kelompokku ini benar benar kalah semangat jika dibandingkan dengan para akhwat yang aku lihat tadi. Bahkan jika dibandingkan dengan adik adik SD Al-Fatah. mereka masih jauh… jauh dari semangat yang adik adik SD Al-Fatah miliki! Ada apa dengan UKMI? Ada apa dengan KAMMI? Akupun nggak bisa mengubah keadaan ini! Ah… lemahnya aku, bodohnya aku… semoga Allah mengampuniku…
Aku ikut sampai rombongan kembali ke alun alun. Disana aku telpon pak taupix pinjem HPne pak rocky, ~pulsaku abis~. Ternyata pak topix udah balik duluan, nggak njemput aku di alun alun. Karena ndak dijemput pak topix, ane minta dianter pak rocky ke rumahe mbak endang di baron gede. Disana aku makan siang plus nunggu motorku dibalikin mas isa. Soalnya mas isa juga ikut demo. Yah.. mungkin ini aja dari aksi bubarkan ahmadiyah yang bisa aku ceritakan. Tetu saja center ceritanya adalah aku, kan biar kamu tau tentang aku? Ya to?
Mmm… lalu, apa ibroh dari ceritaku diatas? Simpulkan sendiri yah… bisa to?
Saudaraku, komunikasi harus selalu terjaga. Jangan sampai miss… kalo' komunikasi ndak jelas, bisa bisa terjadi salah sangka dan dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal! Jika kalian bersalah atau merasa bersalah, langsung saja minta maaf. Toh minta maaf tidak akan merendahkanmu dihadapan seseorang. Jangan seperti aku yang bikin janji, tapi lupa ~janji sama mbak ndari~. Sebenernya sih ndak lupa. Cuma hari sebelum hari H itu mbak ndari kaya'e udah sama suamine, atau mo berangkat sendiri gitu. Nah taka kira aku ndak perlu jemput, ternyata beliaunya nunggu aku? Nah, inilah yang harus dihindari. Maka buatlah komunikasi kepada semua orang itu lancar dan dapat dipahami. Sehingga jauh dari ke-missunderstandingan yang menyesatkan.
Jaga komunikasi kepada temen dan saudara. Karena mungkin antum bisa nebeng kalo' lagi butuh tebengan ^_^. Teman dan saudara adalah tempat salung berbagi dan membantu, maka baiklah kepada saudara/teman, maka mereka akan dengan rala atau mau tidak mau baik padamu. Bukankah rosulullah selalu bersikap lembut kepada setiap orang? Yah… terserah kamu mo jadi yang mana.
Dan… minta bantuannya untuk mengambil ibroh lainnya dari cerita ini ~kalo' ada…~
Oke, hav a nice day! Wass.
Kita tak selalu benar, karena itu… bertaubatlah…