Iman semanis madu

Ada Sebuah Analogi tentang iman. Ya, seperti judulnya. Iman semanis madu! Lantas bagaimana kok bisa iman semanis madu?
Begini ceritanya…
Ketika seseorang dalam keadaan sehat, lantas dia meminum madu, apa yang akan dirasakan oleh indera pengecapnya? Manis bukan? Ya, itu jika orang sehat…
Lain lagi jika orang sakit. Ada kemungkinan si pesakitan tidak merasakan manisnya madu. Bahkan pahit dirasa. Wong ya namanya orang sakit, nggak normal… pernah sakit kan? Pas anda sakit makan terasa enak nggak? Ya mungkin seperti itu analoginya. Ketika tubuh seseorang sakit, makanan semanis atau seenak apapun, bisa jadi terasa tidak enak. Bisa jadi dia tidak merasa nikmat dalam merasakan makanan atau madu tersebut. tetapi dia merasakan hal yang sebaliknya! Yaitu rasa tidak enak. atau bahkan si pesakitan merasa menderita ketika harus makan makanan yang terasa “enak” bagi manusia sehat karena memang si pesakitan merasakan rasa yang tidak enak!
Ya, itulah iman. Ketika anda sehat, maka anda akan merasakan manisnya iman. Maksudnya? Maksudnya ya kalau anda merasa berat dan merasa susah dalam menjalankan dienul islam ini, boleh jadi ada sesuatu yang salah pada diri anda. Karena orang normal/sehat (sehat dimata Allah)akan merasakan bahwa menjalankan dienul islam ini sangatlah manis! Cobaan seperti apapun terasa manis dengan iman ini. Tengok saja kehidupan rasulullah para sahabat yang hidup jauh dari berkecukupan. Tapi manisnya iman mereka rasakan. Merekalah orang orang yang sehat, Sehat jiwa dan hatinya.
Jadi… anda termasuk orang yang sehat atau sakit?
Reviewed by Arief Adi NUgroho
on
3/29/2009 11:48:00 PM
Rating: