Assalamu’alaykum. Saudaraku. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang telah memperkenankan anda untuk membaca tulisan ini. Maha suci Allah yang melangkahkan kaki anda sehingga anda sampai di depan layar monitor ini dan membaca artikel ringan ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad rosulullah saw, keluarganya, sahabat sahabatnya, dan para pengikutnya yang selalu istiqomah dijalan yang lurus ini, yaitu dienul islam ini.
Alhamdullillah... Saudaraku, apa sih arti dari sebuah langkah yang anda langkahkan hari ini? Langkah, yang berarti langkah kaki, juga berarti langkah tindakan. Dan kedua duanya mirip, hamper sama malah.
Saudaraku, setapak langkah kita sangat berarti. Ketika anda ke kampus, anda pasti anda akan melangkahkan kaki anda. Afwan bagi yang cacat, tidak bermaksud menyinggung. Saya hanya ingin mengingatkan teman teman yang masih normal akan nikmat dari sebuah langkah. Sebuah langkah, atau setapak langkah anda amatlah berarti pada masa depan anda. Misalnya, ketika anda akan pergi ke suatu tempat. Yang membutuhkan lebih dari 3 langkah. Apa jadinya jika anda berhenti pada langkah ke 3? Atau dengan kata lain anda men-Del langkah ke 3. Adakah anda sampai pada tujuan anda? Sekali kali TIDAK!! Karena jika anda berhenti pada langkah ke 3. Dengan otomatis tidak ada langkah ke 4, 5, 6 dan seterusnya yang langkah langkah tersebut akan mengantarkan anda ke tampat tujuan anda. Dan Saya katakan anda tidak akan pernah sampai pada tujuan! Karena anda berhenti. Ya mungkin ada factor x yang membuat anda sampai pada tujuan anda tanpa anda melangkahkan kaki anda setelah langkah ke tiga. Misalnya ada teman anda yang menggendong anda sampai tujuan anda. STOP! Saya tidak sedang berbicara bantuan orang lain. Saya sdang membicarakan apa yang dapat anda dan kita lakukan. Jadi itulah realitanya. Anda tidak akan pernah sampai pada tujuan anda jika anda tidak melakukan satu langkah saja dari rangkaian langkah yang semestinya anda lakukan yang akan membawa anda pada tujuan.
Lebih lucu lagi bagi orang yang tidak pernah melangkah. Apakah dia akan sampai pada tujuannya? TIDAK!! Sama sekali TIDAK! Hanya diam ditempat saja. Seperti yang disampaikan ustadz Salim pas Kajian Akbar kemarin. Sangat bodoh orang yang mengikuti lomba lari, sudah mendaftar, sudah ada di track lari, tapi malah tidak berlari. Dan ketika ditanya "kenapa anda tidak berlari?" dia menjawab "ngapain harus lari? Toh nanti finishnya juga disini?". Bodoh sekali. Dia tidak akan pernah mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Karena tidak melakukan usaha sama sekali.
Saudaraku, itulah yang semestinya kita perhatikan. Langkah langkah kita. Langkah kehidupan kita untuk mencapai cita. Langkah kita dalam jalan dakwah ini. Sudahkan kita benar benar melangkah dengan sebenar benar langkah? Mulailah melangkah, atau jika anda sudah melangkah, jangan pernah berhenti melangkah sebelum anda mencapai tujuan anda! Jangan sampai langkah langkah yang sudah anda lakukan menjadi sia sia karena anda bosan melangkah! Sayang, eman-eman… kesempatan masih ada. Kereta dakwah masih melaju, dan akan terus melaju dengan atau tanpa anda. Karena itu, langkahkan kaki anda di jalan dakwah ini, hanya karena mengharap ridho illahi…
Langkahkah kaki anda, dan biarlah Allah yang menjadikan anda sampai pada apapun tujuan anda…
ALLAHUAKBAR!!!
Arief Adi Nugroho
Surakarta, 30 Desember 2008