Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit

Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit! sebuah ungkapan yang tak lagi asing di telinga kita. dulu di SD sering sekali diajari pepatah itu.
dulu, masih saya ingat bahwa orang tua saya sering membelikan celengan(tempat menabung uang terbuat dari tanah liat). mereka menanamkan benar benar arti menghemat kepada saya. hemat uang, hemat listrik, hemat air walaupun sebenarnya semua ada dan tersedia secara melimpah. ~kalau uang pas pasan ding... :-)~
pepatah sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit sering diidentikkan dengan menabung. bagaimana mengumpulkan rupiah demi rupiah hingga akhirnya terkumpul menjadi banyak(seperti bukit). tetapi belakangan ternyata pepatah ini tidak sak klek seperti itu.
dalam perspektif lain, "jika kita melakukan kebaikan, dalam tindakan tindakan kecil kita. maka itu akan merefleksikan kebasaran jiwa kita!".
ini yang kemarin saya baca dari sebuah buku kumpulan cerita motivasi. bisa antum dowloads bukunya disini
saya kira perspektif ini lebih tepat dipakai oleh seorang mahasiswa dibanding yang pertama.
"jika kita melakukan kebaikan, dalam tindakan tindakan kecil kita. maka itu akan merefleksikan kebasaran jiwa kita!"
ya, begitulah... contohnya saja apabila kita senantiasa bersikap baik dan manis kepada seseorang, tentu orang akan menyukai kita. ini sebuah hukum alam. misalnya ketika kita bertemu seseorang kita tersenyum, menyapa, menjabat tangannya dengan hangat dan menanyakan kabarnya dengan penuh perhatian. maka kebasaran jiwalah yang akan terpancar dari diri kita. orang akan lebih melihat ke dalam jiwa kita prenz...
untuk uswah, tentu saja rosulullah jagonya. menebar salam terlebih dahulu ketika bertemu dengan seseorang. tersenyum kepada orang yang beliau temui. menjenguk orang yang sakit (sekalipun musuhnya). anda masih ingat kisah rosulullah dengan seorang yahudi yang selalu meludahi rosulullah, lalu ketika si yahudi jatuh sakit. rosulullahlah yang pertama kali menjenguk si yahudi? sugguh indah apa yang dilakukan rosulullah... jika demikian, saya sudah tidak dapat menggambarkan apa apa lagi. buruan baca sirah rosulullah saw! banyak tindakan tindakan ringan beliau yang mencerminkan kebesaran jiwa beliau. karena semua tindakan dan perkataan rasulullah bukan dari hawa nafsu. melainkan dari Allah!
mo jadi muslim yang tangguh? contohlah beliau...!!!
Wallahu'alam bisshowab..
Reviewed by Arief Adi NUgroho
on
12/28/2008 03:33:00 PM
Rating: