cerbung aneh [part4]

//*
ditengah rasa bersalahku kepada seseorang. Sekenario yang tak diharapkan, stage yang salah tujuan. Keliatannya aku sudah kelewatan. Tapi ideku haru ku tulis sebelum luntur. Maafkan aku sister, brother..
*//
Apa yang harus aku katakan? Aku berhenti sejenak dari aktivitasku dan menatapnya. Astaghfirullah... matanya serius... itu berarti dia memang tidak main main. apa yang harus ku lakukan? Ah, ku cuekin aja, biar tidak terlarut “haha.. cinta? aku juga mencintai kamu kok mbak... masa' mbak yang udah baik padaku kaya gini tidak aku cintai...?”
“Kalau kau mencintaiku? Bercintalah denganku...” rajuknya...
“Kita bukan suami istri mbak, itu Zina namanya! Saya tidak mau!” sambil menuju ke arah pintu. Tapi sial pintunya tertutup.
“Buka kuncinya mbak!” kataku setengah berteriak.
“Tidak. Kalau kau tidak memenuhi keinginanku, aku akan teriak biar semua orang mengira mas mau berbuat mesum kepadaku. Dan mas akan dihajar ramai ramai warga kampung!” ancamnya.
Bingung... apa yang harus ku lakukan. Di stu pihak, aku menyukainya. Parasnya yang mirip dengan emma watson itu memang akhir akhir ini selalu menghantuiku. Ingin sekali ku penuhi permintaannya. Tapi TIDAK!! aku tidak hanya menyukainya! Aku mencintainya! Aku tidak akan menyebabkan orang yang aku cintai menderita di dunia maupun di akhirat! Di sisi lain, ada sifat priaku menginginkan apa yang ditawarkan gadis ini padaku...
“Baiklah, tapi biarkan aku ke kamar mandi terlebih dahulu.” kebetulan walaupun rumah desa ada kamar mandi di dalam rumah.
“baiklah. Silakan mas” kata sakura.
Aku bergegas menuju kamar mandi. Ku lakukan rencanaku sesuai yang pernah ku dapatkan dari ust.Syafii ketika beliau ngisi tarling di rektorat tahun lalu.
15 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. Dan langsung menuju sakura.
“Silakan lakukan yang kau inginkan.” kataku dingin.
“mas... sebegitu bencikah kau padaku? Sampai sampai kau lakukan ini?”
“lakukanlah yang kau inginkan” kataku lagi.
Tapi dia hanya terdiam melihat Seluruh tubuhku rata dengan TINJA (kotoranku yang ku keluarkan dengan paskaan obat pencuci perut yang masih ada di tasku).
“Kenapa diam? Bukankah kau menginginkanku?” lanjutku.
Diam beberapa saat.
“kau benar mas... jika aku melakukan itu tadi sama saja aku menceburkan diriku kedalam kubangan kotoran. Kotoran dosa. Kau telah membukakan mataku bahwa jasad bukanlah segalanya. Aku tidak akan meminta ini lagi padamu.”
“kotoran di dunia bisa dibersihkan mbak. Tapi dosa? Dicuci dengan api neraka kalau tidak bertaubat!”
sakura menuju pintu, membuka pintu dan keluar dengan wajah merah. Tampak perasaannya bercampur aduk tak karuan. Tapi Alhamdulillah... Allah telah menjaga hamba hambanya...
==oOOo==
Keesokan harinya aku mohon diri.
“Terimakasih nek, pak, mbak sakura atas semua yang telah diberikan kepada saya. Semoga Allah membalas dengan sebaik baik balasan” kataku.
Tampak sakura masih memandangku dengan penuh harap. Aku memberikan senyumku untuknya. Dia membalas dengan ucapan lirih “hati hati mas...” katanya pelan...
aku meneruskan perjalanan pulang. Pulang ke kampus maksudnya... banyak tugas menanti. Apalagi setelah bolos berhari hari... wew... Solo... I'm BACK!!!

to be continued



cerbung aneh [part4] cerbung aneh [part4] Reviewed by Arief Adi NUgroho on 10/07/2009 07:13:00 AM Rating: 5
© untuk calon istriku. Diberdayakan oleh Blogger.