urgensi MALU!!


Anda malu dengan artikel saya sebelumnya? Saya beri kabar gembira buat anda…
Malu itu akhi, ukhti… mencegah dari hal hal yang buruk. Ketika anda mau melakukan sesuatu keburukan, ternyata anda cenderung menghindari hal buruk tersebut. Jadi malu mencegah dari hal hal yang buruk.

Juga malu itu memiliki beberapa keutamaan yaitu :
- “Iman itu memiliki 70 sekian cabang. Cabang yang tertinggi adalah kalimat laa ila ha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman” itu kata rasulullah saw.

- Etika, akhlak agama islam adalah “rasa malu”. Ini tercermin pada sifat rasulullah yang sangat pemalu, bahkan dikatakan dalam sebuah riwayat bahwa rasulullah saw lebih pemalu daripada seorang perawan(di jaman rasulullah saw). kalau perawan abad dua satu mah... nggak jaminan. kecuali memang sudah benar benar terTarbiyah ^_^

- Sifat malu, seluruhnya adalah kebaikan, asalkan dalam batas yang wajar. Ya, kebaikan karena dapat menghindarkan dari berbuat keburukan. Kebaikan asalkan dalam batas yang wajar. Ya bukan kebaikan lagi kalau hanya disuruh menyampaikan pendapat ke forum saja malu…

- Memperindah/Mempercantik sesuatu yang memiliki sifat ini. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Tidak ada Sesuatu yang memiliki rasa malu, melainkan akan menghiasinya”. Juga menurut “pengalaman saya”, seorang wanita pemalu itu labih indah daripada yang tidak tahu malu!

- Mencegah dari perbuatan buruk, seperti yang sudah sudah saya tulis di awal. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Jika kamu tidak punya rasa malu, berbuatlah semaumu!”

- Malu dan Iman itu berdampingan, Ada satu ada yang lain. Ya seperti malunya rasulullah yang sudah saya katakan tadi. Rasa malu kepada Allah akan menyebabkan seseorang menjadi berhati hati dalam melakukan sesuatu, karena dia malu kepada Allah yang selalu menyaksikannya.

- “Sesungguhnya Apabila Allah menghendaki untuk membinasakan seseorang hamba maka Allah akan mencabut rasa malu darinya. Dan jika malu sudah hilang dia akan menjadi orang yang murka dan dimurkai”, kalo’ nggak salah hadits ini ada di kitab riyadhus sholihin. Coba dibuka… bab apa tapi ana lupa :-)

Saudaraku, Malu itu terbagi atas 3 bagian.
1. Malu Kepada Allah
2. Malu kepada diri sendiri
3. Malu kepada orang lain

Malu kepada Allah biasanya diwujudkan dengan makrifatullah, malu mengerjakan apa yang dilarangNya, dan malu jika tidak mengerjakan apa yang diperintahkan olehNya. So… ya wis jos tenan yen uwis duwe isin karo gusti Allah! Cuma masalahnya, setiap orang memiliki kadar malu kepada Allah itu berbeda beda. Ada yang pemalu banget kaya’ abu bakar ra yang mandi aja selalu pakai basahan, saking malunya dia kepada Allah.

Ada yang nggak tau malu! Seperti bani israil alias kaum Yahudi yang sudah diberikan banyak keistimewaan tetapi tidak bersyukur sama sekali, ingat ketika mereka diselamatkan dari firaun? Ingat ketika mereka membangkang menyembah patung anak sapi ketika ditinggal pergi nabi musa? bahkan mereka mendapat gelar pembunuh para nabi! Dan sekarang mereka sedang membantai saudara kita di palestina. DASAR KAUM TAK TAU MALU!! Kalau anda lupa ceritanya, silakan buka quran lagi, khususnya surat Al-baqarah.

Malu kepada diri Sendiri inilah yang biasanya dimiliki orang. Bahkan orang tidak bragama bisa memiliki malu yang seperti ini. Kadang kita melihat seorang yang tidak paham agama atau beragama selain islam tapi akhlaknya sangat bagus. Hal ini mungkin terjadi karena orang tersebut memang sudah terkondisikan di lingkungan yang baik. Sehingga dia merasa gengsi terhadap dirinya sendiri kalu mau melakukan sesuatu keburukan. “Ah, masak aku melakukan perbuatan ini sih, ini perbuatan buruk. Masak orang terhormat seperti aku melakukan hal semacam ini? Nggak level ya!” mungkin itu yang akan dikatakan oleh orang yang malu kepada dirinya sendiri.

Malu kepada Orang lain, ya… masih mending daripada ndak punya malu! Ya nggak? Kalau ini contohnya ketika pas bulan puasa dia ngaku puasa. Ketika berkumpul dengan orang dia akan berpuasa, tidak makan dan tidak minum. Tetapi ketika mereka sendiri, mereka makan dan minum sesuka hati, Alias nggak puasa. Rasa malu yang sama sekali tidak keren! Tapi saya katakan sekali lagi bahwa mending masih memiliki rasa malu, dari pada enggak? Ya kan? Setidaknya semua rasa malu adalah baik, karena semua rasa malu mencegah dari perbuatan buruk dan mungkar…

So…
dimana malumu..u.u.. setiap kali.i.. kuajak ke kantii..ii.in aku yang bayaa..a.r kalau begini terus, ku tak kan tahan bisa bisa… halagh! Jadi keinget masa masa ketika aku masih dipanggil “rangga”

Afwan, semoga bermanfaat..
Arief Adi Nugroho

urgensi MALU!! urgensi MALU!! Reviewed by Arief Adi NUgroho on 1/07/2009 11:09:00 PM Rating: 5
© untuk calon istriku. Diberdayakan oleh Blogger.